33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Bagaimana Kita Berdoa ?

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai Izzuddin. Saya mau tanya, bagaimana sebaiknya kita berdoa? Apakah doa diucapkan dengan suara keras dan bahkan menggunakannya pengeras suara? Ataukah cukup dilakukan dalam hati? Mohon penjelasan terperinci dari Pak Kiai. Terimaksih.

Hamdan 085712050XXX di Banyumanik

Jawaban

Wa’alaikuumussalam Warahmatullah Bapak Hamdan yang saya hormati dan dirahmati Allah, terima kasih atas doa dan pertanyaannya. Sebagian sahabat Nabi SAW bertanya kepada beliau, “Apakah Tuhan kita dekat sehingga kita memohon kepada-Nya dengan suara berbisik ataukah jauh sehingga kita menyeru-Nya dengan suara nyaring?” Alquran turut menjawab mereka, “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah bahwa) Aku dekat. Kupernankan doa yang memohon bila dia memohon kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186).

Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa sahabat Nabi, Abu Bakar berdoa dengan suara yang terdengar sayup dengan alasan Allah mengetahui hajatku. Sedangkan Umar berdoa dengan suara keras sambil berkata, “Aku mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk atau tidur.” Lalu turunlah ayat berikut ini: “Janganlah mengeraskan suaramu dalam salat atau doa dan janganlah juga merendahkannya. Carilah jalan tengah di antara keduanya. (QS. Al-Isra’ [17]: 110).

Nabi kemudian berpesan kepada Abu Bakar agar menambah sedikit volume suaranya dan berpesan kepada Umar agar merendahkan suaranya. Karena itu, jika doa dilakukan bersama di hadapan orang banyak, maka tidak ada halangan untuk menggunakan pengeras suara dengan tujuan memperdengarkan doa kepada hadirin dan bahkan untuk menyentakkan orang yang ngantuk atau membangunkan orang yang tidur. Akan tetapi, jika doa dilakukan sendiri, maka hendaknya doanya didengar oleh telinga orang yang berdoa dan bukan sekedar melintaskan ucapan dalam hati. Sekian jawaban saya semoga manfaat. Amin (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Pemain Resmi Bergabung

SEMARANG – Dua pemain yaitu gelandang Adit Wafa dan striker Sholihul Islam resmi bergabung dengan tim PSIS Semarang di babak 16 besar ini. Keduanya...

5 Tips Berutang dengan Bijak

RADARSEMARANG.COM - UTANG seperti dua mata pisau yang bisa menolong saat dibutuhkan namun juga bisa melukai diri sendiri jika tidak digunakan dengan bijaksana. Bolehkan...

Dua Siswa SMPLB Hanya Ujian Sekolah

SEMARANG - Tidak semua siswa setingkat SMP mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Ada pula yang...

TPA Blondo Overload, Pemkab Siapkan Lahan Baru

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan ton sampah hasil produksi di Kabupaten Semarang saat ini menjadi persoalan tersendiri. Ditambah dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah...

Telkomsel Gelar I LOOP RUN Semarang

SEMARANG–Telkomsel kembali menyelenggarakan I LOOP Run di Semarang digelar di GOR Tri Lomba Juang, Minggu (26/11) kemarin, mengulang sukses pelaksanaan Januari 2017 lalu. Ini...

Jargonnya Unik, Cikik Disonggo, Gede Digawe Cilik

RADARSEMARANG.COM - Komunitas mobil, Visto Owner Semarang (VOS) ini, berbeda dengan komunitas mobil. Berkomitmen memajukan pariwisata Kota Semarang di media sosial agar lebih dikenal...