33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Antisipasi Overload, Bangun 5 Sub TPA

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COMBATANG – Tempat pembuangan akhir (TPA) Randu Kuning Tegalsari terancam overload. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Batang akan membangun sub TPA dengan sistem modern di wilayah Kecamatan Limpung.

Pembangunan ini didasari TPA Randu Kuning Tegalsari yang merupakan satu-satunya TPA milik Kabupaten Batang hampir penuh dan tersisa hanya 5.000 meter persegi untuk menampung sampah dari seluruh daerah Kabupaten Batang.

“Kita Masih memetakan TPA untuk kecamatan – kecamatan dan solusi mencarikan lahan untuk pembangunan sub TPA,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau lokasi rencana sub TPA Desa Dlisen Kecamatan Limpung, Senin ( 28/5).

Suyono mengatakan pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani dalam rangka mengatasi permasalahan sampah, sehingga sampah yang berasal dari dua kecamatan bisa dititipkan ke Perhutani dengan pola dan sistem pengelolaan sampah yang modern.

“Pengelolaan sampah modern akan kita pilah – pilah. Untuk sampah organik akan dijadikan pupuk,” jelas Wabup.

Wabup berharap kepada masyarakat Desa Dlisen Kecamatan Limpung tidak terganggu nantinya dengan keberadaan sub TPA dengan luasan 2 hektare untuk. Sebelum pembangunan tersebut pemkab akan melakukan sosialisasi dan komunikasi, kordinasi dengan masyarakat agar tidak salah persepsi dan hal – hal yang tidak diinginkan.

“Untuk akses jalan menuju sub TPA akan kita perlebar dan untuk  mengangkut sampahnya kita gunakan mobil – mobil kecil,” ujar Suyono.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Agus Riyadi didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan B3M Sofii mengatakan,  TPA Randu Kuning Tegalsari luasan lahannya 3 hektare dan 2,5 hektare sudah tidak bisa menampung sampah karena penuh.”Kemungkinan 2-3 tahun lagi akan penuh karena yang tersis hanya 5.000 meter persegi,” terang Agus Riyadi.

Ia menambahkan, setiap harinya sampah yang masuk ke TPA sekitar 200 meter kubik atau setara 40 ton. “Karena TPA hanya satu jadi semua sampah dibuang ke sana, kami mengusulkan untuk membuat sub TPA di lima lokasi yaitu Subah, Gringsing, Limpung, Blado dan wialayah Batang sendiri,” paparnya.

Penambahan sub TPA tersebut dirasa perlu karena satu TPA pusat dirasa terlalu jauh untuk ditempuh mobil pengangkut sampah.

“Kemungkinan ada 5.000 meter persegi di setiap sub TPA, dan jika dibangun sub TPA bisa menampung sampah sekitar 10 tahun untuk kelima lokasi tersebut,” jelasnya.

Diterangkan bahwa  biaya pembuatan sub TPA berkisar Rp 1 milar namun masih dalam perencanaan. Sehingga masih dikoordinasikan untuk menangani masalah sampah rencana penambahan sub TPA akan terus digodok bersama seluruh kepala desa dan Pemkab Batang. (han/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Selain Jadi Model juga Presenter TV

SELAIN model, Arandella Christa Salida juga berprofesi sebagai presenter televisi. Bagi gadis kelahiran 11 Agustus 1986 ini, dunia modeling sangat membantu dirinya dalam memoles...

Gandeng BPK Lakukan Audit

SEMARANG - Kasus skandal dugaan pencurian, penggelapan hingga korupsi Bus Rapid Transid (BRT) di Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang terus dilakukan penelusuran oleh...

Main Ceki, Ditangkap

KEBUMEN--Nasib kurang beruntung buat Da, 53, warga Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong yang terpaksa harus mendekam di jeruji besi Polsek Klirong. Pria yang sehari-hari menjadi...

UNKP SLB Siang, Dikeluhkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) tingkat SMP di SLB Negeri Semarang dimulai sejak Senin (23/4) hingga Kamis (26/4) hari ini...

Tanpa Sekat, Warga Berbaur Menikmati Nasi Tumpeng

Ratusan warga Kota Semarang memadati halaman Balai Kota Semarang, Rabu (20/9) tadi malam. Mereka tampak menikmati tumpengan masal menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram...

Mencipta Iklim Kompetitif Peserta Didik

RADARSEMARANG.COM - Pelajaran IPS sangat penting bagi peserta didik. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang...