31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Antisipasi Overload, Bangun 5 Sub TPA

RADARSEMARANG.COMBATANG – Tempat pembuangan akhir (TPA) Randu Kuning Tegalsari terancam overload. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kabupaten Batang akan membangun sub TPA dengan sistem modern di wilayah Kecamatan Limpung.

Pembangunan ini didasari TPA Randu Kuning Tegalsari yang merupakan satu-satunya TPA milik Kabupaten Batang hampir penuh dan tersisa hanya 5.000 meter persegi untuk menampung sampah dari seluruh daerah Kabupaten Batang.

“Kita Masih memetakan TPA untuk kecamatan – kecamatan dan solusi mencarikan lahan untuk pembangunan sub TPA,” kata Wakil Bupati Batang Suyono saat meninjau lokasi rencana sub TPA Desa Dlisen Kecamatan Limpung, Senin ( 28/5).

Suyono mengatakan pemkab sudah melakukan kerjasama dengan Perhutani dalam rangka mengatasi permasalahan sampah, sehingga sampah yang berasal dari dua kecamatan bisa dititipkan ke Perhutani dengan pola dan sistem pengelolaan sampah yang modern.

“Pengelolaan sampah modern akan kita pilah – pilah. Untuk sampah organik akan dijadikan pupuk,” jelas Wabup.

Wabup berharap kepada masyarakat Desa Dlisen Kecamatan Limpung tidak terganggu nantinya dengan keberadaan sub TPA dengan luasan 2 hektare untuk. Sebelum pembangunan tersebut pemkab akan melakukan sosialisasi dan komunikasi, kordinasi dengan masyarakat agar tidak salah persepsi dan hal – hal yang tidak diinginkan.

“Untuk akses jalan menuju sub TPA akan kita perlebar dan untuk  mengangkut sampahnya kita gunakan mobil – mobil kecil,” ujar Suyono.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang Agus Riyadi didampingi Kabid Pengelolaan Sampah dan B3M Sofii mengatakan,  TPA Randu Kuning Tegalsari luasan lahannya 3 hektare dan 2,5 hektare sudah tidak bisa menampung sampah karena penuh.”Kemungkinan 2-3 tahun lagi akan penuh karena yang tersis hanya 5.000 meter persegi,” terang Agus Riyadi.

Ia menambahkan, setiap harinya sampah yang masuk ke TPA sekitar 200 meter kubik atau setara 40 ton. “Karena TPA hanya satu jadi semua sampah dibuang ke sana, kami mengusulkan untuk membuat sub TPA di lima lokasi yaitu Subah, Gringsing, Limpung, Blado dan wialayah Batang sendiri,” paparnya.

Penambahan sub TPA tersebut dirasa perlu karena satu TPA pusat dirasa terlalu jauh untuk ditempuh mobil pengangkut sampah.

“Kemungkinan ada 5.000 meter persegi di setiap sub TPA, dan jika dibangun sub TPA bisa menampung sampah sekitar 10 tahun untuk kelima lokasi tersebut,” jelasnya.

Diterangkan bahwa  biaya pembuatan sub TPA berkisar Rp 1 milar namun masih dalam perencanaan. Sehingga masih dikoordinasikan untuk menangani masalah sampah rencana penambahan sub TPA akan terus digodok bersama seluruh kepala desa dan Pemkab Batang. (han/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here