33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Membangun Tradisi Bisnis Syariah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – BULAN penuh berkah kembali menyapa kita. Kebahagiaan menyambutnya dan mengisi momentum bulan puasa telah kita persiapkan sebaik mungkin. Hal itu mendorong peningkatan pelbagai aktivitas yang seakan menyatu dengan bulan suci Ramadan. Peningkatan aktivitas ibadah, bisnis, silahturrahmi, sedekah, dan lain sebagainya. Idealnya, peningkatan pelbagai aktivitas tersebut hendaknya sebagai batu loncatan dalam peningkatan kualitas diri baik hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan dengan sesama manusia.

Bulan Ramadan mempunyai daya pikat tersendiri bagi para pengusaha, baik pengusaha yang mulai tergelitik berbisnis saat bulan Ramadan maupun pengusaha yang sudah bercengkerama di dunia bisnis sejak lama. Sebagai sorotan, aktivitas bisnis di bulan Ramadan telah banyak menggoda bukan hanya kaum muslim namun juga non muslim untuk bergelut di dunia bisnis pada bulan Ramadan.

Beragam bisnis menghiasi indahnya bulan Ramadan, seperti bisnis makanan, minuman, pakaian, wisata religi, dan lain sebagainya. Di hampir sepanjang jalan, terdapat banyak penjual yang menawarkan kemudahan dalam menyiapkan menu berbuka puasa. Tak hanya itu, menjamurnya tempat ngabuburit yang menawarkan berbagai kesenangan agar para penikmatnya seakan lupa dengan rasa lapar yang membayanginya. Namun, gaya bisnis yang hanya berorientasi pada pengerukan keuntungan sebesar-besarnya di bulan Ramadan ini sebaiknya kita cermati secara bijak.

Dalam memaknai secara sempurna bulan Ramadan, diperlukan perilaku bisnis yang mencerminkan nilai-nilai keislaman. Bisnis syariah merupakan perwujudan dari ketaatan manusia pada Allah dalam hal bermuamalah. Bisnis syariah juga diyakini terbebas dari benalu perilaku bisnis yang menyebabkan perpecahan dan konflik. Karakter dari bisnis syariah tak lepas dari nilai-nilai ketauhidan, keadilan, kehendak bebas, dan pertanggungjawaban.

Dalam surat An-nisa ayat 39 telah dijelaskan dengan tegas bahwa kita dilarang untuk berbisnis dengan cara yang bathil, hingga akhirnya merugikan diri sendiri atapun orang lain. Seni berbisnis syariah juga bisa sebagai solusi dalam meruntuhkan dinding-dinding kebathilan pada dunia bisnis seperti manipulasi harga dan lain sebagainya yang akhirnya menyengsarakan sebagian manusia yang lain.

Bisnis syariah dapat dimulai dari pembersihan aktivitas bisnis dari segala bentuk riba, maisir, gharar, dan segala penyimpangan lainnya. Selanjutnya, perubahan mindset bahwa bisnis harus menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya perlu dikoreksi kembali. Bisnis syariah mengedepankan pada nilai-nilai kebaikan yang menghasilkan keuntungan yang sebenarnya. Lingkungan yang baik, hubungan antar manusia yang damai dengan penuh kasih sayang, ikhtiar yang baik dengan melibatkan kreatifitas berbisnis, serta kepasrahan kepada Allah bahwa segala apa yang dimiliki baik modal, produk, dan lain sebagainya adalah titipan Allah merupakan keuntungan berbisnis syariah. Hal inilah yang menimbulkan kedamaian baik dalam diri pembisnis maupun konsumen serta lingkungan sekitarnya.

Model bisnis syariah inilah yang nantinya akan menempatkan kita sebagai manusia yang benar-benar beruntung baik di dunia maupun di akhirat.  Krisis spiritualitas dalam berbisnis dapat diatasi dengan penerapan aktivitas bisnis berdasarkan prinsip syariah. Tak hanya itu, perlu dihayati bahwa sebenarnya bisnis syariah dapat sebagai stimulus dan pengontrol kehidupan yang penuh kedamaian dan ketentraman. Bisnis syariah lebih mengutamakan pada unsur keberkahan. Sangat disayangkan, jika bisnis yang dijalankan hanya berkiblat pada laba/keuntungan semata. Padahal sebenarnya keuntungan itu hanya kenikmatan yang sementara.

Rutinitas bisnis yang jauh dari nilai-nilai syariah hendaknya mulai dijauhi dan digantikan dengan bisnis yang membawa kedamaian ini. Alangkah indahnya jika bisnis yang kita jalankan penuh dengan keberkahan. Bisnis syariah akan memberikan berbagai keberkahan, baik dalam hubungan antar manusia, keuntungan yang berkah, dan pastinya kebahagiaan serta kedamaian yang tak ternilai harganya. (*)

Pengajar pada Ponpes Darul Falah Besongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

175 Calon Ikuti Seleksi Tertulis

SEMARANG-Dari jumlah 181 pendaftar yang lolos seleksi administrasi perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilu Kepala Daerah 2018, adalah sebanyak 175 peserta yang hadir. Para peserta mengikuti seleksi...

Awak Media Jajal Toyota All New Rush

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Para awak media cetak maupun elektronik mendapat kesempatan sebagai penjajal pertama produk terbaru Toyota, All New Rush, dalam gelaran Journalist Test...

Dana Terkumpul Rp 593,7 Juta

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung berhasil menghimpun bulan dana PMI sebesar Rp 593.751.331 pada semester ini. Bulan dana PMI Kabupaten...

Pilgub, Kesempatan Emas Wujudkan Pemerintahan Bersih

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemilihan Kepala Daerah (Gubernur dan Wakil Gubernur) Jateng adalah kesempatan emas untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih. Pilkada adalah hajat rakyat semesta dan...

Ganjar Tindak Tegas Penyalahgunaan SKTM

KAJEN-Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berjanji akan menindak tegas pelaku curang dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK. Khususnya yang menyalahgunakan Surat Keterangan...

Reza Siap Maju Pimpin Peradi

SEMARANG - Persaingan menjadi orang nomor satu di dalam organisasi Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) tingkat Semarang versi Ketua Umum Fauzie Yusuf Hasibuan mulai bermunculan,...