33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Manfaatkan Minyak Jelantah dan Serbuk Marmer

Tiga Mahasiswa Undip Kembangkan Bahan Bakar Pengganti Solar

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro (Undip) berhasil mengembangkan Mer-C atau Membrane Separation & Catalyst dari limbah serbuk marmer.  Mer-C ini untuk produksi biodiesel pengganti bahan bakar jenis solar yang ramah lingkungan. Seperti apa?

AFIATI TSALITSATI

TIGA mahasiswa kreatif itu adalah Misbahudin Alhanif, Ari Purnomo, dan Ummi Az Zuhra. Di bawah bimbingan dosen Prof Dr Andri Cahyo Kumoro ST MT, ketiganya berinovasi menciptakan bahan bakar alternatif pengganti solar yakni biodiesel yang masih terbatas penggunaannya. Hal tersebut dikarenakan dalam produksi biodiesel tidak digunakan proses yang sederhana, dan tidak memerlukan konsumsi energi yang tinggi. Hal ini menyebabkan harga biodiesel 2 kali lebih mahal dibandingkan solar.

“Berdasarkan pertimbangan proses produksi, konsumsi energi dan harga jual biodiesel yang tinggi, maka dikembangkan metode sederhana pembuatan dan pemurnian biodiesel dengan memanfaatkan bahan baku minyak jelantah (minyak sisa penggorengan) menggunakan membran yang berasal dari limbah serbuk marmer. Membran adalah lapisan tipis yang biasanya digunakan dalam pemurnian air,” jelas Ketua Tim PKM Mer-C Misbahudin Alhanif kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berbeda dari penelitian sebelumnya, lanjut Misbahudin, produksi biodiesel dengan menggunakan membran limbah serbuk marmer ini dapat dilakukan secara kontinyu dan simultan. Hal ini akan meningkatkan jumlah biodiesel yang dapat diproduksi hingga diperoleh biodiesel dengan harga yang murah.

Selain itu, lanjut dia, proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan teknologi membran sangat sederhana, yakni dengan memanaskan campuran minyak jelantah dan metanol disertai penyaringan selama proses berlangsung hingga diperoleh biodiesel. Sehingga sebenarnya masyarakat dapat menghasilkannya sendiri di rumah dengan memanaskan minyak jelantah dan alkohol (metanol) dengan menggunakan membran Mer-C ini.

“Pada penelitian ini, limbah serbuk marmer yang digunakan berasal dari industri pengrajin marmer di Kabupaten Tulungagung,” tuturnya.

Kandungan CaO yang tinggi sekitar 60 persen dari limbah serbuk marmer menjadi potensi yang besar untuk dijadikan katalis basa dalam pembuatan membran. Selain itu, bahan baku pembuatan biodiesel juga berasal dari minyak jelantah yang selama ini hanya menjadi limbah yang sulit ditangani.

Inovasi yang telah mendapatlan dana hibah penelitian Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian dari Kemenristekdikti tahun 2018 ini diharapkan menjawab permasalahan produksi biodiesel sebagai bahan bakar pengganti solar yang ramah lingkungan. Sehingga biodiesel dapat diproduksi dengan metode yang sederhana.

“Konsumsi energi biodiesel juga rendah dan memiliki harga jual yang mampu bersaing dengan bahan bakar fosil, serta memanfaatkan lebih lanjut limbah serbuk marmer dan minyak jelantah yang masih minim pemanfaatannya,” katanya. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

FT UMM Gelar Porseni

MAGELANG—Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar kegiatan dalam waktu hampir bersamaan. Di antaranya, Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) yang digagas oleh BEM...

Utamakan Kemanfaatan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng 2019 benar-benar disemangati prinsip kemanfaatan bagi masyarakat. Prinsip tersebut hanya...

Ibu, Anak dan Keponakan Tewas Ditabrak KA

SEMARANG - Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Kelurahan Tambakrejo, Gayamsari, Semarang, Jumat (21/4) sekitar pukul 09.15....

Siapkan Perda Budaya Integritas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kalangan legislatif DPRD Jateng tengah menyusun Program Legislasi Daerah (Prolegda) Peraturan Daerah (Perda) tentang Budaya Integritas sebagai bagian dari komitmen tata...

Motif Ahmad Bunuh Diri Masih Misteri

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Warga Dusun Larangan, Desa Sidoagung, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Rabu (31/1) malam, geger. Penyebabnya, salah seorang warga setempat ditemukan bunuh diri. Yaitu, Ahmad...

USM BC Rajai Tunggal Remaja

SEMARANG - Klub bulutangkis USM Badminton Club (USM BC) Semarang mengawali kejuaraan Djarum Foundation Kejuaraan Bulutangkis USM Walikota Cup Open Ke-44 Kota Semarang di...