33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Buku Mbah Abu Diterbitkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Secara kuantitas dan kualitas KH Abu Ubaidah, salah satu tokoh besar Muhammadiyah yang sangat kondang di wilayah Kedu, sangatlah menginspirasi banyak pihak. Kisah hidupnya yang penuh dinamika baik pada era dahulu dan sekarang mendorong Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Studi Islam (LP2SI) UM Magelang peluncurkan buku biografi KH Abu Ubaidah, Sabtu (26/5).

Acara yang diadakan di Aula Gedung Rektorat Lantai 3 itu mengupas tuntas buku biografi “Mbah Abu : KH Abu Ubaidah, Pejuang ‘Nekat Fii Sabilillah’ yang ditulis oleh Zuhron Arofi dan tim LP2SI. Kegiatan tersebut, menurut Ketua LP2SI Tohirin, merupakan salah satu rangkaian Ramadan di Kampus tahun 2018.

Buku setebal 148 halaman yang diterbitkan oleh Unimma Press itu mengupas tuntas kehidupan Abu Ubaidah yang lebih dikenal sebagai Mbah Abu dari berbagai sisi. Mbah Abu yang lahir 80 tahun lalu atau tepatnya tanggal 16 Juni 1938 itu merupakan sosok yang pengabdian dan ketokohannya di Muhammadiyah tidaklah diragukan.

Rektor UM Magelang Eko Muh Widodo MT yang juga menjadi peserta acara peluncuran buku tersebut mengungkapkan, ia bertemu pertama kali dengan Mbah Abu pada 1981 saat menjadi pengurus IPM di SMAN 1 Muntilan di mana Mbah Abu sebagai pembina IPM. Pertemuan berikutnya saat Eko menjadi mahasiswa di FT UM Magelang di mana Mbah Abu menjadi dosen mata kuliah Al Islam Kemuhammadiyahan (AIK).

Setelah menjadi Rektor, Eko sering berdiskusi dengan Mbah Abu yang banyak memberikan inspirasi dan ide yang berani. “Berkat ide dari Mbah Abu, UMMagelang bisa membangun gedung dan fasilitas lain yang ada saat ini, termasuk masjid UMMagelang yang tengah dibangun,” ujar Eko.

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk diskusi itu, sisi kehidupan Mbah Abu dikupas, baik sisi pribadi maupun organisasi. Selain sebagai tokoh Muhammadiyah, bapak empat anak itu dikenal pula sebagai maestro pendidikan yang berhasil mendirikan SMA Muhammadiyah 1 Kota Magelang serta SD Mutual yang kini menjadi sekolah bonafid di Magelang, di samping 10 sekolah lain yang dibidani olehnya. Mbah Abu juga merupakan founding father Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Magelang.

Di samping dihadiri keluarga besar Mbah Abu, panitia juga mengundang pihak yang pernah berinteraksi dengan Mbah Abu dan memberikan testimoni dalam buku tersebut. Selain itu juga pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa UMMagelang serta pengurus PDM dan PDA Kota dan Kabupaten Magelang memenuhi ruangan aula. (vie/sct)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Manfaatkan Lahan Sempit untuk Bertani

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Konsep pertanian perkotaan atau urban farming sudah diterapkan di Kota Magelang. Hanya saja, jumlahnya masih sedikit. Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus...

Jadi Penyemangat Anak Didik Ciptakan Kartun Berkualitas

Coretan kartun Suratno, guru SMP Negeri 17 Semarang menyabet penghargaan tertinggi dalam kontes kartun tingkat dunia bertajuk 19th Antiwar Cartoon Saloon 2017 di Serbia,...

Kapolres Hadiahi Penyapu Jalan

TEMANGGUNG—Banyak cara dilakukan untuk memberikan reward kepada tukang sapu yang setiap hari membersihkan sampah di lingkungan kota Temanggung. Seperti yang dilakukan Kapolres Temanggung AKBP...

Mega Pimpin Konsolidasi Jelang Pilgub

SEMARANG – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri akan turun ke Jawa Tengah, Rabu-Kamis (8-9/11). Presiden kelima RI tersebut akan...

Speak Up or Keep Standing Up

RADARSEMARANG.COM - PEMBACA pasti tergelitik dengan judul ungkapan Speak Up or Keep Standing Up. Jika kita terjemahkan secara harfiah ungkapan ini bisa diartikan berbicaralah...

Jalan Antar Desa dan Pasar Harus Segera Selesai

RADARSEMARANG.COM, PEMBANGUNAN - sektor ekonomi dan pelayanan ekonomi masih harus dipacu agar segera dilaksanakan Pemkab Wonosobo. Memasuki HUT ke-193 Kabupaten Wonosobo, masih ada pekerjaan...