33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Bangunan Jadi Muspro, Pelayanan Kurang Optimal

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM – WAKIL Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, mengakui banyak rumah dinas lurah dan camat yang tidak ditempati. Padahal tujuan adanya fasilitas rumah dinas tersebut untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung. Bahkan, pada masa pemerintahan Wali Kota Soemarmo HS, lanjutnya, setiap lurah/camat diwajibkan menempati rumah dinas agar pelayanan maksimal. “Saya rasa ini pencanangan luar biasa pada saat itu. Sebab, ini memberikan dampak pelayanan yang cukup baik. Tetapi, saat ini kurang lebih 80 persen rumah dinas lurah dan camat tidak ditempati,” tegasnya.

Hal itu menyebabkan fungsi pelayanan lurah maupun camat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak maksimal. “Bahkan kalau rumah dinas lurah mungkin 100 persen tidak dihuni. Ini menyebabkan fungsi pelayanan sangat minim. Saya berharap Pemerintah Kota Semarang, terutama wali kota segera melakukan evaluasi dan bisa mengakomodasi aspirasi masyarakat,” katanya.

Sekarang ini, lanjutnya, lurah maupun camat cenderung hanya bekerja sesuai dengan jam kerja. Selepas ‘ngantor’, lurah maupun camat pulang ke rumah pribadi yang lokasinya dimungkinkan sangat jauh dari tempat tugasnya tersebut. Padahal, persoalan yang terjadi di masyarakat membutuhkan pelayanan pejabat lurah/camat kapan saja.

“Kondisi itu mengakibatkan mereka tidak bisa memberikan pelayanan maksimal. Misalnya, ketika terjadi bencana seperti banjir, tanah longsor dan lain-lain, pemerintah cenderung ketinggalan informasi. Sekarang ini hanya mengandalkan media sosial saja tidak cukup. Sebab, permasalahan yang terjadi di masyarakat itu membutuhkan percepatan keputusan,” tandasnya.

Selain itu, lanjut dia, pengadaaan rumah dinas tersebut menggunakan APBD Kota Semarang yang nilainya tidak sedikit. Bahkan sekarang juga dianggarkan perbaikan rumah dinas lurah/camat di bawah Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang. “Ketika rumah dinas itu dibangun, tetapi tidak ada kewajiban lurah/camat untuk tinggal di rumah dinas tersebut kan percuma. Uang yang dikeluarkan pemerintah melalui APBD Kota Semarang menjadi sia-sia,” cetusnya.

Ia meminta Pemkot Semarang melakukan evaluasi, agar pelayanan masyarakat maksimal. Kalau pejabat pemangku wilayah tinggal di wilayah tugasnya, tentu akan membawa dampak positif. “Masyarakat juga tenang, aman  dan nyaman karena merasa dekat dengan pemerintah sebagai pengayom,” katanya.

Sekretaris Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang, Irwansyah, mengatakan, tujuan diberikan fasilitas rumah dinas untuk meningkatkan pelayanan agar lebih maksimal. “Mereka (lurah/camat) ini kan pemangku wilayah. Diberikan rumah dinas agar pelayanan bisa lebih cepat dan maksimal. Jadi, kalau rumah dinas tidak ditempati ya benar jadi muspro,” tegasnya.

Pihaknya menyayangkan apabila rumah dinas tidak ditempati oleh pejabat. Distaru memiliki kewenangan melakukan pembangunan dan perawatan rumah dinas.  “Kami membangun atau merawat rumah dinas tersebut berdasarkan permintaan pemerintah kelurahan (Pemkel). Apabila ada yang diprioritaskan oleh Pemkel, nanti penganggarannya di Distaru,” katanya.

Diakui, seharusnya lurah dekat dengan warganya. Maka rumah dinas seharusnya dimanfaatkan. “Saya melihatnya dari sisi fungsi pelayanan masyarakat. Maka lurah semestinya menempati rumah dinas. Ini menjadi penting sebagai fungsi pelayanan yang diperlukan masyarakat setiap saat. Misalnya, ada perkelahian, tanah longsor dan seterusnya. Kalau lurah tidak ada di wilayah tersebut kan tidak bisa cepat tertangani. Pelayanannya kan jadi lambat,” tegasnya.

Karena itu, ia meminta sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan oleh Pemerintah Kota Semarang digunakan. “Rumah dinas dibangun sebagai fasilitas untuk meningkatkan pelayanan. Tujuannya, untuk memperlacar dan meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Kalau rumah dinas tidak dimanfaatkan, maka pelayanan jadi tidak optimal. Bangunan jadi muspro,” tandasnya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...