Rekayasa Pendidikan  untuk Pembentukan Karakter Generasi Abad 21

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Pendidikan adalah  proses menuju masa depan.  Pendidikan harus mampu menyiapkan generasi tangguh abad 21.  Tugas pendidik tidak hanya melahirkan generasi pandai tetapi sekaligus generasi berkarakter. Terkait hal tersebut, seorang guru  diberi keleluasaan penuh untuk mengembangkan strategi pembelajaran dengan tetap mengacu pada tujuan pembelajaran.  Pembelajaran di kelas diupayakan terkemas dalam bentuk yang kreatif dan rekreatif dengan menggunakan media pembelajaran yang berfungsi sebagai alat bantu belajar.

Alat bantu belajar yang telah dikembangkan adalah media legenda. Materi legenda ini dikembangkan menjadi sarana literasi digital. Media dibuat menggunakan CSM atau Cartoon Story Maker. Tokoh-tokoh animasi maupun nyata diedit terlebih dahulu dengan menggunakan software gimp 2.8. Tokoh animasi diambil dari internet, sedangkan tokoh nyata yakni foto siswa dan foto guru.

Pemilihan karakter nyata dibuat sebagai daya tarik handarbeni atau rasa memiliki siswa ketika menyimak  media  legenda tersebut.  Hasil CSM masih berformat html.  Format html baru bisa dijadikan format MP4 dengan program SOM (Screen O Matic).  Dengan demikian, hasil akhir pengembangan legenda ini berbentuk MP4.  Cerita legenda  yang dikembangkan berjudul “Asal mula Togog, Semar dan, Bathara Guru.”

Baca juga:   Belajar Tembang Gambuh dengan Vidio Tutorial Pembelajaran

Tingginya ketertarikan siswa pada pembelajaran ini menjadi landasan guru untuk mengajak siswa meneladani karakter atau dikenal dengan nilai didik yang memang sejak awal sudah disisipkan. Nilai didik adalah nilai yang berkaitan dengan pendewasaan jiwa anak.  Anak yang bernilai didik adalah anak yang baik dan berkarakter. Nilai didik tidak akan pernah hilang karena nilai didik adalah nilai moral yang akan tetap bersemayam dalam hati nurani kemanusiaan. Nilai didik ini selamanya merupakan misi pendidikan.

Setelah pembelajaran selesai, sebagai kegiatan pengayaan siswa diberi keleluasaan untuk mengupayakan dongeng lain berbasis teknologi. Tugas siswa ada yang berbasis power point, picasa, pic art ataupun windows movie maker.  Tugas pengayaan ini dilakukan sebagai latihan kepada anak didik sebagai  calon generasi abad 21 untuk selalu berlatih membuat sesuatu berbasis teknologi.  Anak-anak kita tidak pernah tau besok akan menjadi apa. Penjaga tiket tol sudah tergantikan oleh e-toll yang tidak kenal lelah apalagi cuti, tukang pengantar surat sudah kalah bersaing dengan teknologi Whats App ataupun email, sopir taksi manual kalah dengan go-car ataupun go-grab. Inilah era teknologi.

Baca juga:   Menggali Kemampuan Berbahasa melalui Pembelajaran Tanya Jawab

Pendidikan adalah pembiasaan yang direkayasa untuk sebuah tujuan yang terprogram. Semua yang  telah dilakukan  penulis mengacu  tiga komponen dasar abad 21 yang harus dimiliki anak didik  kita, yakni : Pertama, karakter/akhlak meliputi karakter moral (iman takwa jujur, rendah hati), dan karakter kinerja (ulet, kerja keras, tangguh tidak menyerah, tuntas). Kedua,  kompetensi (berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif/kerjasama). Ketiga, literasi/ keterbukaan wawasan (baca, budaya, teknologi, keuangan)

Pendidikan adalah masa depan. Pengembangan legenda ini merupakan salah satu upaya literasi digital dalam rangka menumbuhkan karakter siswa didik, sang generasi abad 21. Inovasi proses belajar mengajar yang kreatif adalah kunci pengembangan pendidikan di  sekolah. Mari kita bekali kesuksesan anak-anak kita  di masa depan dimulai dari ruang kelas kita masing-masing. (tj3/2/aro)

Guru SMP Negeri 1 Semarang

Author

Populer

Lainnya