33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Kesulitan Cari Lapangan Latihan

PSIS Wacanakan Menetap di Magelang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selain belum memiliki homebase tetap karena Stadion Jatidiri Semarang tengah di renovasi, tim PSIS Semarang saat ini juga mengalami kesulitan mendapatkan tempat latihan yang layak selama melakoni Liga 1.

Tim berjuluk Mahesa Jenar biasanya menggunakan lapangan Terang Bangsa Semarang dan Stadion Citarum Semarang. Namun dari dua tempat latihan tersebut hanya lapangan Terang Bangsa menurut General Managaer (GM) PSIS, Wahyu ‘Liluk’ Winarto yang layak digunakan sebagai tempat berlatih.

Sedangkan Stadion Citarum semarang, menurut Liluk jauh dari kata layak. Stadion milik Pemkot Semarang itu memiliki kualityas lapangan termasuk rumput yang buruk sehingga cukup berisiko jika PSIS memaksakan berlatih di Stadion Citarum.

“Sedangkan untuk lapangan Terang Bangsa kami hanya bisa mneggunakan pagi hari karena sore jadwalnya padat. Selain itu kami juga tidak mendapatkan lapangan lain yang representatif untuk berlatih di Semarang. Kalau terpaksanya bisa kami juga berlatih di lapangan futsal yang tentu tidak efektif,” kata Liluk.

Oleh karena itu Liluk mengatakan, manajemen dan tim pelatih PSIS tengah menggodok kemungkinan untuk memboyong Haudi Abdillah dkk untuk menetap di Magelang. Karena selain kini berhomebase di Magelag, PSIS juga bisa mendapatkan beberapa tempat representatif untuk berlatih selama di Magelang.

“Di magelang ada Stadion Moch Soebroto dan Stadion Gemilang milik Kabupaten Magelang yang cukup representatif untuk pertandingan maupun latihan. Makanya saat ini kami tengah menggodok kemungkinan menetap di Magelang. Kalau memang jadi menetap tentunya kami juga akan pindah mess di Magelang,” sambung Liluk.

Selain pertimbangan lapangan latihan, Liluk mengatakan pertimbangan kondisi fisik pemain yang harus melakukan perjalanan Semarang-Magelang dan sebaliknya saat pertandingan juga menjadi pertimbangan manajemen.

“Kalau menetap di Magelang otomatis pemain tidak perlu bolak balik Semarang-Magelang yang tentu akan menghemat kondisi fisik. Intinya semua tengah kami matangkan termasuk plus minusnya jika kami menetap di Magelang,” beber Liluk.

Sementara setelah menelan tiga kali kekalahan beruntun, tim Mahesa Jenar bertekad mengamankan tiga poin penuh di matchday ke-11 menjamu Mitra Kukar di Stadion Moch Soebroto Senin (28/5) malam.

Di laga tersebut Haudi Abdillah dkk wajib mengamankan tiga poin penuh jika ingin beranjak dari posisi juru kunci klasemen sementara kompetisi kasta tertinggi. Coach Vincenzo Alberto Annese menyoroti mental bertanding anak-anak.“Kami sudah evaluasi dan bertekad meraih poin penuh di pertandingan selanjutnya. Faktor mental menjadi faktor pertama yang harus kami perbaiki,” kata pelatih asal Italia tersebut. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Awasi Ketat Hewan Qurban

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Jelang Idul Adha, Pemkab Semarang mulai melakukan pengawasan ketat terhadap lalulintas hewan ternak. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan, Wigati Sunu...

Guru..Oh Guru..Riwayatmu Kini

Guru merupakan profesi yang mulia, pencetak generasi muda penerus bangsa. Guru juga sosok yang menurut istilah Jawa digugu lan ditiru yang artinya segala tindakannya...

Indonesia Pasar Potensial Elektronik

SEMARANG - Indonesia masih menjadi pasar potensial bisnis elektronik yang tinggi dibanding Malaysia, Singapura dan negara-negara Asia lainnya. Ini dapat dilihat dari kepemilikan elektronik...

Residivis Kambuhan Ditangkap Sejak 14 Tahun Sudah Mencuri

WONOSOBO–Amar Satya Ardhi, 20, warga Mirombo, Rojoimo, Wonosobo, kembali ditangkap aparat Polres setempat. Amar diciduk polisi, karena menggelapkan sepeda motor milik temannya. Kasat Reskrim Polres...

Disinyalir Catut Nama TNI-Polri

TEMANGGUNG—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Temanggung tengah meneliti administrasi hasil perbaikan pada sejumlah partai politik (parpol) calon peserta Pemilu 2019. Selanjutnya, KPU akan melakukan...

Usulkan Gus Yusuf Dampingi Sudirman Said

DEMAK - Fraksi Gerindra DPRD Demak mengusulkan agar Calon Gubernur (Cagub) Jateng Sudirman Said didampingi atau menggandeng KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang juga...