33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Imajinasi dan Empati Pesan Personifikasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BELAJAR di dalam kelas terkadang membosankan, apalagi untuk pelajaran bahasa Inggris yang bagi kebanyakan siswa masih dianggap sulit. Guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Berdasarkan pengalaman, konsep pembelajaran di luar kelas rupa-rupanya sangat disukai oleh siswa.

Saat ini banyak konsep pembelajaran yang diarahkan untuk mendekatkan peserta didik dengan lingkungan sekitar. Salah satunya yang dikenal dengan nama sekolah alam. Ini berarti bahwa belajar tidak lagi terbatas pada ruangan yang dibatasi dinding dengan meja dan kursi di dalamnya. Konsep yang menarik ini pun bisa dan sudah seharusnya diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Sejalan dengan hal tersebut, konsep sekolah adiwiyata menjadi salah satu faktor pendorong bagi guru untuk lebih memaksimalkan lingkungan sekolah dalam kegiatan pembelajaran.

Berkaitan pula dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), kini para guru juga diminta untuk menyisipkan pendidikan karakter dalam proses penyampaian materi. Kita semua tahu bahwa pendidikan tidak menjanjikan hasil yang instant, namun lebih kepada sebuah investasi masa depan. Terlebih lagi pendidikan karakter yang merupakan hasil dari pembiasaan yang dilakukan secara berulang-ulang dan berkesinambungan seumur hidup.

Pada waktu itu, sekolah baru saja menyelesaikan pembuatan tempat cuci tangan yang ditempatkan di beberapa penjuru sekolah. Dengan baskom yang terbuat dari gerabah tempat cuci tangan itu cukup menarik perhatian. Selain itu ada empat ekor burung parkit berwarna-warni yang ditempatkan dalam satu sangkar besar. Belasan pasang tempat sampah baru juga tampak di lingkungan sekolah. Ketiga objek tersebut menggelitik penulis untuk mengikutsertakannya dalam kegiatan belajar mengajar. Penulis mengambil  salah satu materi pembelajaran bahasa Inggris SMP kelas 8 yaitu Notice and Short Message.

Penulis meminta murid-murid untuk keluar kelas. Secara berpasangan mereka diminta untuk memilih satu dari ketiga benda tersebut dan berimajinasi seolah-olah mereka adalah benda itu. Mereka diminta untuk berfikir, kira-kira pesan apa yang akan mereka katakan kepada orang yang akan mereka temui setiap harinya.

Memicu daya imajinasi anak untuk berkreasi adalah salah satu tujuan dari kegiatan ini. Seperti diketahui pada usia belasan anak masih terus mengasah dan mengembangkan kreativitasnnya. Mereka dengan antusias mulai mencermati, menyelidik bahkan memegang benda yang menjadi pilihan mereka. Kemudian mereka berdiskusi, mencari ide, memilih kata dan menyusunnya dalam sebuah pesan  pendek. Beberapa dari mereka  juga tak segan-segan menanyakan kosakata dalam bahasa Inggris kepada penulis atau mencarinya dalam kamus. Dalam waktu yang relatif singkat, pesan-pesan mereka sudah tersusun bahkan ada yang sempat menambahkan gambar ilustrasi. Pesan mereka berisi harapan, larangan atau ajakan dari personifikasi benda-benda tersebut.

Kegiatan sederhana ini dimaksudkan juga untuk menanamkan rasa kepedulian dan empati anak terhadap lingkungan. Dengan menggunakan kata-kata seperti I, me dan my, anak-anak diajak untuk menempatkan diri mereka sebagai pihak lain. Mereka diminta untuk keluar dan menggali rasa di luar diri mereka, seperti dalam pepatah yang mengatakan putting yourselves in someone else’s shoes (menempatkan diri sendiri pada posisi orang lain). Ini berarti sebuah proses pembelajaran yang melibatkan logika dan rasa.

Penulis berharap ada sentilan dalam diri para murid akan sebuah kepedulian dan empati tehadap lingkungan sekitar mereka, dimulai dengan benda, tanaman, binatang, dan tentu saja bermuara pada sesama. Tentu saja terbersit harapan agar para murid bisa mengubah paradigma bahwa pelajaran bahasa Inggris itu sebenar-benarnya menyenangkan dan bermakna. Semoga! (igi2/ida)

*) Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 2 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jadi Terminal Peti Kemas

SEMARANG - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi telah memiliki dua alternatif pemanfaatan lahan Terminal Terboyo jika nanti terminal tipe A itu dipindah ke wilayah...

Batik Tulis Sunoto Seno, Batiknya Para Duta Besar

Kabupaten Pekalongan sangat layak disebut sebagai Kota Legenda Batik Dunia. Pasalnya kemeja batik yang selama ini dikenakan oleh para duta besar (Dubes) seperti Duta...

Pembunuhan Yoga Diduga Terkait Hutang Pribadi

KENDAL – Kasus dugaan penganiyaan yang menyebabkan Yoga Gathot Pramana, karyawan Bank BRI Cabang Weleri meregang nyawa, membuat Polisi bekerja keras dengan melakukan penyelidikan....

Cat Ulang Warna Merah, Jadi Menyala

RADARSEMARANG.COM - Mobil bergaya klasik memang tak ada matinya. Apalagi mobil klasik buatan Eropa yang tak lekang dimakan zaman. Alasan itu pula yang membuat...

Budaya Gotong Royong Masih Ada

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP mendatangi kawasan perbatasan Magelang-Boyolali, Jumat (12/1). Orang nomor satu di Kabupaten Magelang itu didaulat meresmikan pos...

Bulan Dana PMI Tak Penuhi Target

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pencapaian Bulan Dana PMI Tahun 2017 tak mampu memenuhi target yang ditetapkan. Dari target Rp 320 juta, hanya tercapai Rp 278...