33 C
Semarang
Kamis, 10 Juni 2021

Melek Teknologi Informasi, Partisipasi Masyarakat Tinggi

Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM 

RADARSEMARANG.COM – Dedikasi kepala daerah menjadi ujung tombak, kemajuan wilayah. Sebagaimana yang dilakukan Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM memajukan wilayah melalui pengembangan teknologi informasi (TI), mendapatkan penghargaan internasional dan Jawa Pos Radar Semarang sebagai Head of Region Developing Village Information System.

BUPATI Junaedi yang lahir di Pemalang14 April 1962 adalah Bupati Pemalang yang menjabat periode 20112016 dan periode 20162021 ini. Kini patut berbangga. Dedikasinya yang luar biasa menjadikan seluruh desa di wilayah Kabupaten Pemalang melek Teknologi Informasi (TI) dan menumbuhkan para relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Tak heran, Kabupaten Pemalang melalui Pusat Pemberdayaan informatika dan desa (PUSPINDES) yang di dalamnya adalah para relawan TIK mendapatkan penghargaan sebagai Champion dalam kategori share knowledge kepada masyarakat desa tentang informatika dalam acara World Summit on The Information Society (WSIS) Prize 2018 yang diselenggarakan oleh lembaga dunia di bawah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa), yakni ITU (International Telecommunication Union).

Dalam hal ini, Pemkab Pemalang menjadi inisiator pemerintah daerah di dunia yang melakukan terobosan dengan kebijakan share knowledge kepada desa-desa di Kabupaten Pemalang. “Syukur Alhamdulillah mendapatkan undangan mewakili Indonesia untuk menerima penghargaan di Jenewa Swiss, Maret 2018 lalu,” kata kepala daerah yang terpilih kali kedua ini.

Diakuinya, PBB sangat menghargai relawan TIK dalam melakukan transfer knowledge kepada masyarakat dan pemerintah. “Ternyata dari diskusi panel terakhir Unesco, kemajuan negara banyak yang tidak sampai ke desa. Karena itu, pemerintah daerah wajib memberikan fasilitas ke desa-desa agar kemajuan dirasakan merata hingga desa,” tuturnya.

Hal itu sudah dilakukan Pemkab Pemalang. Perangkat desa telah dibekali kemampuan TI, melalui pelatihan pemanfaatan aplikasi perkantoran Libre Office, pengelolaan website desa, Sistem Informasi Desa (SID) dan Sistem Keuangan Desa. Dengan pendampingan yang intensif tersebut, seluruh desa di Pemalang yang berjumlah 211 melek internet dan memiliki website.

Selain itu, Kabupaten Pemalang telah membangun layanan Website Desa berbasis Android dengan nama Desakupemalang, merintis usaha Desa berbasis online dengan nama Jualan Warga, membangun jaringan intranet desa (Tower Intranet Desa/Internet Desa), membangun layanan data Sidekem Center (Command Center Desa) berbasis android, layanan Radio Online Desa Puspindes dan Televisi Desa.

Pemanfaatan TI dalam membangun desa, diakuinya, telah menjadika desa-desa lebih smart (pintar) dan inovatif. Terutama, beberapa desa yang menjadi pionir desa TI telah berhasil memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui pemanfaatan Sidekem dan aplikasi pelayanan surat-menyurat serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi kegiatan dan promosi desa. “Kini, virus melek internet ditularkan oleh banyak relawan kami. Mahasiswa maupun sarjana asal Pemalang dari berbagai kota ikut berpartisipasi secara sukarela membantu memberdayakan desa dan masyarakatnya melalui pemanfaatan internet,” tegas Junaedi.

Komunikasi antara bupati dan masyarakat semakin berjalan intensif. Peran serta masyarakat dalam menentukan kebijakan desa, melalui Musrenbangdus dan Musrenbangdes semakin tinggi. “Tingkat partisipasi masyarakat sangat kami rasakan tidak ada batas antara yang dipimpin maupun pemimpin,” jelasnya.

Bahkan transparansi pemerintahan di tingkat kabupaten hingga desa, bisa dirasakan. “Contohnya, saat saya akan cek desa, tak harus datang ke desa, bisa live streeming,” tandasnya. (adv/ida)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here