31 C
Semarang
Senin, 19 April 2021

Bikin Jalan Darurat Jalur Mudik

Makam dan Masjid Belum Dibongkar

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Meski masih terkendala bangunan masjid dan makam yang belum bisa dibongkar, pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang tetap diproyeksikan bisa dioperasionalkan untuk jalur mudik Lebaran 2018 mendatang. Lantaran makam berisi 1.300 jasad di Plampisan, Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang dan Masjid Al-Mustaghfirin di daerah Bringin Ngaliyan, belum bisa dilakukan pembongkaran.

Kepala Seksi Teknik PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek Tol Semarang-Batang, Yanuar Niko, optimistis bahwa Jalan Tol Batang-Semarang bisa dioperasionalkan untuk jalur mudik Lebaran 2018 mendatang. Namun keberadaan bangunan masjid dan makam belum bisa dibongkar. Sebagai solusi, pihaknya menyiapkan jalur baru sebagai jalan alternatif di sekitar titik yang belum dibongkar.

“Sehingga Jalan Tol Batang Semarang tetap bisa dioperasionalkan untuk pemudik. Kami buatkan jalan sementara agar kendaraan pemudik masih bisa melintas. Jalan tersebut dibangun di sisi utara masjid lama,” katanya.

Selain itu, pihaknya menegaskan terus memercepat pembangunan masjid pengganti yang lokasinya tidak jauh dari masjid lama. “Pembangunan masjid saat ini sudah 70 persen. Tinggal menyelesaikan bagian atap,” kata Niko.

Lebih lanjut dikatakannya, warga belum berkenan menempati masjid baru selama belum selesai 100 persen. Artinya menunggu masjid lama dibongkar. “Prinsipnya kami segera menyelesaikan pengganti masjid tersebut,” katanya.

Meski dilakukan percepatan pembangunan, pihaknya mengaku belum bisa memastikan apakah Lebaran mendatang bisa selesai atau melakukan pembongkaran masjid lama. Selain itu, pihaknya juga sedang menyelesaikan pemindahan masjid lain di daerah Plampisan. “Namun keberadaan Masjid di Plampisan tidak begitu mengganggu arus mudik jalan tol,” katanya.

Secara keseluruhan, kata dia, pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang seksi V telah mencapai progres 78 persen. Direncanakan bisa rampung pada Oktober 2018.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang, Wibowo Suharto mengatakan, terkait pembebasan lahan tol Semarang-Batang sudah mencapai 98 persen.

“Kendala utama hanya makam di Plampisan dan Masjid Al-Mustaghfirin. Meski Lebaran nanti ditargetkan tol fungsional bisa dilewati pemudik, namun belum bisa dipastikan bangunan masjid dua lantai dan area pemakaman itu sudah direlokasi,” katanya.

Lebih lanjut, kata dia, proses relokasi ini tidak mudah, karena relokasi kedua lahan tersebut tidak bisa diganti dengan uang. Proses penggantian lahan mengharuskan dengan lahan pengganti karena merupakan lahan hibah. “Kami meminta agar PT Waskita segera menyelesaikan pembangunan pengganti,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang, Prasetyo mengatakan, saat ini tinggal menunggu PT Waskita menyelesaikan bangunan pengganti benda wakaf. “Mestinya sebelum Lebaran sudah jadi,” katanya.

Sedangkan untuk relokasi makam, perlu melibatkan paguyuban warga dan RW. Sebab pemindahan makam tidak bisa dilakukan secara cepat karena perlu dilakukan secara hati-hati. “Sudah ada yang dipindah, tapi baru sebagian kecil,” katanya. (amu/ida)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here