33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Berita Hoax Masih Ampuh Jatuhkan Lawan Politik

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Berita hoax mengenai sosial-politik sangat mendominasi persebarannya. Bahkan, jumlahnya mencapai 91,8 persen, isu SARA 88 persen, isu kesehatan 41,2 persen, isu makanan dan minuman 32,6 persen, dan soal penipuan 30 persen.

“Masyarakat kita masih percaya dengan berita hoax yang dirasa ampuh untuk menjatuhkan lawan politik atau lainnya,” kata Analis Kebijakan Madya Div Humas Mabes Polri Kombes Pol Sulistyo Pujo Hartono dalam diskusi Pilkada Bebas SARA di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis (24/5).

Menurutnya, berita hoax yang dominan adalah dengan menyebarkan gambar sebanyak 37,5 persen, tulisan 62,1 persen, dan video 0,4 persen. Sementara penyebaran media, radio 1,2 persen, email 3,1 persen, media cetak 5 persen, televisi 8,7 persen, website 34,9 persen, aplikasi chat 62,8 persen, dan media sosial 92,4 persen.

“Melalui diskusi ini, kami minta para pelaku citizen jurnalisme untuk menciptakan jurnalisme yang sehat. Bahayanya, jika hoax terus disebar, keadaan yang tadinya kondusif menjadi terganggu,” menurutnya.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Tafsir menilai kondisi Provinsi Jateng pada Pilkada 2018 ini cenderung kondusif. Namun ada dua dugaan atas situasi kondusif tersebut, yakni dinamis atau permisif. “Kami tidak ingin terbangun suasana tenang yang negatif. Jangan golput, pilih calon dengan cara yang rasional,” harapnya.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugas ulama untuk mendorong umat berpastisipasi dalam Pilkada. Muhammadiyah sendiri, sudah menghadirkan kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur agar bisa dikenal oleh umat.

Pengamat politik dan pemerintahan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Yuwanto menilai realitas Pilkada sering menunjukkan kepribadian ganda. “Di satu sisi menunjukkan wajah mempesona penuh harapan, di bagian lain terdapat sisi gelap. Model calon bersponsor semacam ini akan menghasilkan pemimpin yang kleptokrasi, pemimpin yang dikuasai para cukong,” katanya. (hid/sct/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Buka Gerai Konsultasi untuk Permudah Investasi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kota Salatiga melaunching gerai konsultasi penanaman modal di ruang pelayanan kantor DPMPTSP,...

Fokus Benahi Lini Depan

SEMARANG -  Laga pekan ke-13 Sragen United melawan Persipur di Stadion Krida Bakti Purwodadi, Minggu (27/8) berakhir tidak maksimal. Tim asuhan Firmandoyo hanya bermain...

Pemkab Magelang Wajib Jamin Ketersediaan Pupuk dan Menyiapkan Produk Unggulan

Pansus II DPRD KabupatenMagelang telah menyelesaikan pembahasan Raperda Perlindungan dan Pemberdayan Petani dan Usaha Peternakan. Dua perda tersebut dinilai sangat strategis untuk mendorong daerah...

Mundjirin: Mutasi Pejabat tidak Asal-Asalan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin mengatakan jika mutasi pejabat tinggi pratama eselon II (setingkat kepala dinas) tak asal-asalan seperti kritikan DPRD Kabupaten Semarang....

Sulit Menindak, Karena Tak Ada Laporan Korban

RADARSEMARANG.COM - PRAKTIK tukang gigi dan jasa pemasangan behel di Semarang seakan tidak ada matinya. Selain di offline, mereka juga menawarkan jasa secara online...

Teladani Kepemimpinan Sultan Fatah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Di era kepemimpinan Sultan Fatah, Kasultanan Demak Bintoro ketika itu tidak ada kejadian  menonjol terkait keributan etnis. Sebaliknya, yang ada adalah kerukunan antara...