PPDB SD dan SMP Tak Berlakukan Zonasi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2018/2019 tingkat SD/MI dan SMP/MTs di Kota Magelang tidak menerapkan sistem zonasi. Langkah ini diambil karena ketersediaan calon jumlah peserta didik.

“Dilihat dari data, lulusan SD tahun ini sekitar 2.606 siswa. Sementara lulusan SMP sekitar 3.426 siswa. Bisa dilihat lulusan SMP ini sama dengan daya tampung yang artinya lulusan SD, semua akan tertampung di SMP,” jelas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang Taufik Nurbakin, Kamis (24/5).

Taufik menyebutkan, pendaftaran calon siswa baru direncanakan akan mulai dibuka pada 5-7 Juni mendatang secara offline/manual untuk jenjang SD dan daring/online untuk jenjang SMP. Meskipun demikian, ketentuan zonasi akan diubah dan difasilitasi dengan penambahan nilai lingkungan dan nilai asal sekolah. Nilai lingkungan terbagi tiga kategori. Yakni nilai 1 untuk pelajar yang bertempat tinggal di Kota Magelang, nilai 0,25 untuk bertempat tinggal di kecamatan yang sama dengan lokasi sekolah, dan nilai 0,25 untuk penduduk miskin bertempat tinggal di Kota Magelang.

“Kalau nilai sekolah hanya satu penilaian, yakni nilai 1 untuk pelajar yang berasal dari sekolah di Kota Magelang. Dilihat dari geografis, Kota Magelang itu kecil, maka zonasi tidak tepat diterapkan di sini,” beber Taufik.

Selain nilai lingkungan dan sekolah, ada pula beberapa nilai lain yang berlaku sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada satu tambahan nilai yang baru diterapkan di tahun ini, yaitu nilai nonakademis kepada calon siswa baru yang memiliki kemampuan menghafal Alquran.

“Siswa yang hafal 1-2 juz diberi nilai 0,75, hafal 2-4 juz tambah nilai 1,50, hafal 4-6 juz nilai 2,25, dan hafal di atas 7 juz setara dengan juara nasional. Bagi yang juara nasional wajib diterima di sekolah manapun, dan siswa yang bersangkutan bebas memilih,” papar Taufik.

Sementara, Ketua Dewan Pendidikan Kota Magelang Kartono mengingatkan bahwa PPDB termasuk masa kritis, karena ada kepentingan besar di masyarakat. Untuk itu, Kartono meminta kepada sekolah untuk memperhatikan pelayanan. “Jangan sampai ada komplain dari orang tua/wali yang dapat berdampak pada proses pendidikan. Kuncinya adalah taat regulasi. Kalau sudah sesuai aturan, urusan selesai,” tukas Kartono. (had/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -