Pendirinya Mualaf, Selama Ramadan Ada Pesantren Kilat

Mengunjungi Masjid Al Mahdi Magelang yang Dibangun Mirip Kelenteng

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM – Sejak diresmikan 2017 silam, Masjid Al-Mahdi yang unik bernuansa Tionghoa ini makin ramai dikunjungi masyarakat, apalagi selama bulan ramadan. Tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga dari luar daerah.

AGUS HADIANTO, Magelang

MASJID milik kelenteng ini lokasinya mudah dijangkau, yakni di Jalan Delima Raya, Kompleks Perumahan Armada Estate, Kota Magelang.  Hampir setiap hari ramai didatangi warga luar daerah yang penasaran. Para pengunjung sengaja datang, bukan hanya untuk mengagumi keunikannya semata, tapi juga menunaikan ibadah salat dan mengikuti kegiatan kajian yang digelar di masjid ini.

Pendiri Masjid Al Mahdi, Kwee Giok Yong, 47, yang bergelar Ustadz Mahdi, menuturkan, Masjid Al-Mahdi memang sengaja dibangun unik. Dilihat dari luar, kata dia, bangunan masjid mirip dengan kelenteng.  “Melihat lebih dekat, akan dijumpai aneka ornamen bernuansa Islami, seperti kaligrafi dan tentunya tempat salat dengan mimbar di dalamnya,” tutur Mahdi.

Mahdi yang mualaf sejak usia 11 tahun, dan telah berdakwah ke berbagai daerah tersebut mengatakan, selama bulan Ramadan 1439 H, dirinya mengisi beragam kajian di masjid tersebut, baik untuk anak-anak maupun orangtua.

“Setiap hari dimulai hari pertama puasa ada kajian Islami, seperti kultum (kuliah tujuh menit) jelang maghrib dan kuliah subuh. Lalu takjilan hasil dari swadaya warga, salat berjamaah, dan tadarus Alquran usai tarawih. Khusus malam Jumat, ditambah dengan salat tasbih,” paparnya.

Dia menjelaskan, pihaknya membuka pula pesantren kilat untuk anak usia SD sampai kuliah. Pesantren kilat, menurut Mahdi, diadakan Jumat hingga Minggu setiap pekannya dengan jumlah peserta puluhan orang. Mayoritas berasal dari warga sekitar Armada Estate dan Kota Magelang.

“Materinya seputar dasar-dasar ilmu agama, di antaranya birul waliadin, adab, dan fiqih. Saya sendiri yang ngisi, waktunya habis asar sampai maghrib,” beber Mahdi.

Diceritakan, dirinya membuka pesantren kilat berawal dari berbagai masukan dari para orangtua. Kebanyakan orangtua, menurut Mahdi, tidak punya cukup waktu dan ilmu untuk mengajarkan anak-anaknya seputar agama Islam terlebih saat bulan ramadan.

“Itu kesimpulan yang saya terima, dan akhirnya memberanikan diri membuka pesantren kilat ini. Meski kilat, tapi saya harap anak-anak bisa menyerap banyak ilmu agama dan mampu mengamalkannya di kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Salah satu jamaah asal Boyolali, Ahmad, 50, mengaku, dirinya sengaja datang untuk menyaksikan lebih dekat masjid ini. Ahmad menuturkan, dirinya sekaligus menjalankan ibadah salat ashar dan mengikuti kajian sore menjelang waktu berbuka puasa. “Penasaran aja rasanya. Lihat di televisi kok unik, terus ke sini pas ada acara keluarga di Magelang. Sekalian aja ikut pengajian sore dan takjilan,” kata Ahmad (*/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -