33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pendirinya Mualaf, Selama Ramadan Ada Pesantren Kilat

Mengunjungi Masjid Al Mahdi Magelang yang Dibangun Mirip Kelenteng

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
AGUS HADIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

RADARSEMARANG.COM – Sejak diresmikan 2017 silam, Masjid Al-Mahdi yang unik bernuansa Tionghoa ini makin ramai dikunjungi masyarakat, apalagi selama bulan ramadan. Tidak hanya masyarakat sekitar, namun juga dari luar daerah.

AGUS HADIANTO, Magelang

MASJID milik kelenteng ini lokasinya mudah dijangkau, yakni di Jalan Delima Raya, Kompleks Perumahan Armada Estate, Kota Magelang.  Hampir setiap hari ramai didatangi warga luar daerah yang penasaran. Para pengunjung sengaja datang, bukan hanya untuk mengagumi keunikannya semata, tapi juga menunaikan ibadah salat dan mengikuti kegiatan kajian yang digelar di masjid ini.

Pendiri Masjid Al Mahdi, Kwee Giok Yong, 47, yang bergelar Ustadz Mahdi, menuturkan, Masjid Al-Mahdi memang sengaja dibangun unik. Dilihat dari luar, kata dia, bangunan masjid mirip dengan kelenteng.  “Melihat lebih dekat, akan dijumpai aneka ornamen bernuansa Islami, seperti kaligrafi dan tentunya tempat salat dengan mimbar di dalamnya,” tutur Mahdi.

Mahdi yang mualaf sejak usia 11 tahun, dan telah berdakwah ke berbagai daerah tersebut mengatakan, selama bulan Ramadan 1439 H, dirinya mengisi beragam kajian di masjid tersebut, baik untuk anak-anak maupun orangtua.

“Setiap hari dimulai hari pertama puasa ada kajian Islami, seperti kultum (kuliah tujuh menit) jelang maghrib dan kuliah subuh. Lalu takjilan hasil dari swadaya warga, salat berjamaah, dan tadarus Alquran usai tarawih. Khusus malam Jumat, ditambah dengan salat tasbih,” paparnya.

Dia menjelaskan, pihaknya membuka pula pesantren kilat untuk anak usia SD sampai kuliah. Pesantren kilat, menurut Mahdi, diadakan Jumat hingga Minggu setiap pekannya dengan jumlah peserta puluhan orang. Mayoritas berasal dari warga sekitar Armada Estate dan Kota Magelang.

“Materinya seputar dasar-dasar ilmu agama, di antaranya birul waliadin, adab, dan fiqih. Saya sendiri yang ngisi, waktunya habis asar sampai maghrib,” beber Mahdi.

Diceritakan, dirinya membuka pesantren kilat berawal dari berbagai masukan dari para orangtua. Kebanyakan orangtua, menurut Mahdi, tidak punya cukup waktu dan ilmu untuk mengajarkan anak-anaknya seputar agama Islam terlebih saat bulan ramadan.

“Itu kesimpulan yang saya terima, dan akhirnya memberanikan diri membuka pesantren kilat ini. Meski kilat, tapi saya harap anak-anak bisa menyerap banyak ilmu agama dan mampu mengamalkannya di kehidupan sehari-hari,” harapnya.

Salah satu jamaah asal Boyolali, Ahmad, 50, mengaku, dirinya sengaja datang untuk menyaksikan lebih dekat masjid ini. Ahmad menuturkan, dirinya sekaligus menjalankan ibadah salat ashar dan mengikuti kajian sore menjelang waktu berbuka puasa. “Penasaran aja rasanya. Lihat di televisi kok unik, terus ke sini pas ada acara keluarga di Magelang. Sekalian aja ikut pengajian sore dan takjilan,” kata Ahmad (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Polres Terima Rp 56 Miliar

MAGELANG - Anggaran untuk Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota pada 2017 naik 24 persen. Tahun ini, Polres Magelang Kota mendapatkan anggaran Rp 56.876.319.000 atau...

Berteduh, Dirampok dan Dibacok

SEMARANG - Kawanan begal kembali beraksi di wilayah Kota Semarang. Bahkan, aksi begal ini tidak hanya melakukan perampasan, namun juga disertai kekarasan dengan menggunakan...

Targetkan Penerimaan PBB-P2 Rp 5,6 Miliar

MAGELANG – Pemkot Magelang menargetkan penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2017 mencapai Rp 5,6 miliar. Tercatat sejak 1 Maret hingga...

Disukai karena Modelnya Bervariasi

Demam Fidget Spinner sampai juga ke Semarang. Paduan antara variasi bentuk, warna serta keasikan dalam bermain menjadi daya tarik dari mainan kekinian tersebut. SALAH seorang...

Perkuat Kembali Komoditas Kelapa di Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Di wilayah Kabupaten Demak dulu merupakan salah satu daerah penghasil buah kelapa. Namun, kejayaan komoditas itu meredup seiring dengan makin langkanya pohon kelapa....

MKH Beri Sanksi 31 Hakim

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sepanjang 2009-2017 secara nasional ada 31 hakim yang sudah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang diadakan...