RESIDIVIS SABU: Tersangka Pristian alias Aan dan Uup saat gelar perkara kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARAMG)
RESIDIVIS SABU: Tersangka Pristian alias Aan dan Uup saat gelar perkara kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARAMG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang kurir narkoba jenis sabu, Pristian alias Aan, 39, warga Sidomukti, Salatiga, diringkus aparat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng. Dari tangan tersangka disita barang bukti sabu seberat 105 gram yang dibungkus plastik. Yang menarik, tersangka disergap saat sedang berhenti di traffic light depan Mapolda Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Selasa (22/5) sekitar pukul 22.45. Saat itu, tersangka mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernopol H 3988 VB.

Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapat informasi dari masyarakat terkait adanya transaksi sabu di sekitar Pasar Karangayu, Semarang Barat. Petugas BNNP lantas melakukan penyelidikan, hingga didapati ciri-ciri pelaku. Saat itu, petugas mendapat informasi tersangka dalam perjalanan menuju ke arah selatan.  Hingga didapati tersangka tengah antre di bangjo depan Mapolda Jateng. Tanpa pikir panjang, petugas langsung melakukan penangkapan.

“Saat digeledah, ditemukan sabu yang dibungkus plastik putih disembunyikan di tas pinggang milik tersangka. Saat itu juga tersangka digelandang menuju kantor BNNP Jateng guna dilakukan pemeriksaan,” ungkap Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru Prasetyo, saat gelar perkara Kamis (24/5) kemarin.

Hasil pemeriksaan sementara, tersangka Aan mengambil sabu tersebut atas perintah rekannya, Uup, 36, warga Argomulyo, Salatiga yang saat ini mendekam di Lapas Ambarawa, Kabupaten Semarang. Dari informasi itu, pihaknya berkoordinasi dengan pihak Lapas Ambarawa untuk dilakukan penangkapan. “Dari tangan Uup yang masih mendekam di lapas, diamankan dua unit ponsel yang digunakan untuk mengendalikan peredaran sabu,” katanya.

Tri Agus membeberkan, kedua tersangka merupakan residivis kambuhan kasus serupa. Aan pernah ditangkap aparat Polres Salatiga dan divonis 4,5 tahun penjara. Ia mendekam di Lapas Pekalongan, namun bebas pada Mei 2017 lalu. “Tersangka mengaku sudah menjadi pengedar narkoba sejak 2015 silam. Pernah ditahan di Lapas Pekalongan,” bebernya.

Sedangkan tersangka Uup pernah ditangkap Polres Salatiga terkait kasus narkotika dan dihukum 4 tahun. Setelah bebas pada 2016, Uup kembali ditangkap Polres Salatiga dengan kasus yang sama. Ia divonis hukuman penjara 6 tahun. “Uup sempat berpindah-pindah lapas. Pernah di Lapas Nusakambangan, Cilacap,” katanya.

Sementara tersangka Aan mengaku saat mengambil sabu seberat 105 gram di Semarang, langsung bertemu dengan seseorang. Orang tersebut menghampiri setelah menjelaskan ciri-cirinya.

“Saya dihampiri orang, tidak kenal, dan orang itu langsung memberikan bungkusan sabu, kalau bahasanya adu banteng,” katanya.

Setelah sabu di tangannya, ia bermaksud kembali ke Salatiga. Sesuai perintah dari Uup, rencananya sabu itu akan diedarkan di Salatiga. “Saya diminta Uup buat mengambil sabu di Semarang dan juga mengedarkannya di wilayah Salatiga. Saya dijanjikan upah Rp 2 juta,” terangnya.

Namun rencana itu kandas setelah Pristianto diamankan petugas BNNP Jateng. Hingga kini, kedua tersangka masih mendekam di ruang tahanan kantor BNNP Jateng untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (mha/aro)