Beranda Ungaran Hindari Pembagian Zakat Secara Langsung 

Hindari Pembagian Zakat Secara Langsung 

Others

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembagian zakat diharapkan tidak dibagikan secara masal dalam satu tempat. Hal itu dikatakan oleh Bupati Semarang Mundjirin ditemui usai membuka acara Pasar Murah bersama BPJS Ketenagakerjaan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (24/5).

“Itu guna menghindari kericuhan dan jatuhnya korban, seperti yang sering terjadi di beberapa daerah,” kata Mundjirin.

Dengan berbagai pertimbangan, terkadang pembagian zakat tersebut bersifat spontan dan dilakukan di satu tempat. Sehingga tak jarang menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa akibat warga yang berdesak-desakan.

Namun demikian, pemerintah sendiri mengakui, tidak bisa mengintervensi terkait pembagian zakat secara pribadi lantaran tidak ada ketentuan atau aturan yang dilanggar. “Itu memang pribadi masing-masing, orang-orang yang mau memberikan zakatnya seperti apa, itu juga tidak ada larangan dan juga tidak ada keharusan harus seperti apa,” katanya.

Meski begitu, lanjutnya, jika penyaluran zakat secara masal tetap dilakukan, ia meminta agar hal itu harus diatur waktunya agat tidak ada penumpukan massa yang bisa berakibat ricuh. “Bisa satu hari, tapi dibedakan jamnya. Pakai kupon misalnya jam 10 dan jam 2, jadi itu nggak bareng-bareng,” tuturnya.

Pemkab Semarang sendiri saat ini telah mempunyai Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) yang mengelola zakat khususnya di kalangan PNS. Sehingga ia mempersilahkan para dermawan untuk memanfaatkan Baznas tersebut.

Juga dapat dilakukan melalui instrumen penyaluran zakat lainnya yang disediakan oleh badan-badan resmi yang ditangani oleh ormas keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah. “Rencananya Baznas akan dibagikan malam 17 ramadhan di Pendopo sini. Mari, para dermawan yang mau nitip sekalian kita persilahkan,” ujarnya.

Terlepas dari itu, Mundjirin mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang telah menggelar pasar murah khusus bagi guru TK dan PAUD. Pihaknya berharap, pasar murah BPJS Ketenagakerjaan ini diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain di Kabupaten Semarang untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri.

“Kepada perusahaan-perusahaan lain, monggo besok siapa tahu akan menggelar pasar murah, bantuan sembako murah. Mudah-mudahan BPJS Ketenagakerjaan ini tidak hanya sekali ini saja,” ujarnya.

Ditemui ditempat yang sama, Kepala BPJS Ketanagakerjaan Kantor Cabang Ungaran, Budi Santoso mengatakan, pasar murah kali ini dipersembahkan kepada 620 guru TK Se Kabupaten Semarang yang telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Dengan membayar Rp 75.000, mereka mendapatkan paket sembako senilai Rp 150.000,” kata Budi. Dimana dalam satu paket tersebut berisi 5 liter minyak goreng dan gula pasir 2 kilogram. Mudah-mudahan ada manfaatnya,” katanya. (ewb/bas)

Stay Connected

12,287FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here