33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Dewan Siap Jadi Mediator Kampoeng Rawa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng berharap segera ditemukan solusi dari masalah yang dihadapi pengelola taman apung Kampoeng Rawa di Desa Bajelen, Tuntang, Kabupaten Semarang. Dewan tidak ingin masalah perizinan berlarut-larut, hingga kemudian menjadikan warga yang menjadi karyawan akhirnya menganggur. Dewan mengaku siap menjadi mediator hingga masalah tersebut bisa segera rampung.

Sejak April, Satpol PP Kabupaten Semarang, menutup Kampoeng Rawa yang berdiri di atas Rawa Pening. Ada sembilan perda yang dijadikan landasan hukum penutupan itu. Pemkab menilai pihak Kampoeng Rawa melanggar tata ruang, tak berizin dan tak memiliki izin gangguan (HO). Akibatnya nasib puluhan orang menjadi tak jelas.

Ketua Komisi B DPRD Jateng, M Chamim Irfani menegaskan, ada beberapa hal yang perlu mendapat kejelasan dari masalah Kampoeng Rawa. Sepengetahuannya, pengelolaan Rawa Pening ada tiga instansi yakni Kementerian ESDM, Pemprov dan Pemkab Semarang. “Karena itulah, dipertanyakan aset yang digunakan objek wisata itu menjadi pengelolaan mana,” katanya.

Ia menambahkan, yang harus dipertanyakan perihal penutupan baru dilakukan sekarang ini mengingat Kampoeng Rawa sudah ada sejak enam tahun lalu. “Aset di sini milik siapa? Kenapa masalah penutupan baru bisa dilakukan sekarang ini disaat karyawan sudah menggantungkan nasibnya pada Kampoeng Rawa. Ini harus jelas supaya kami bisa turut membantu menyelesaikan masalah ini,” ujarnya.

Pemkab Semarang harus transparan dan bisa melakukan mediasai langsung dengan pihak pengelola. Apalagi, pengelola mengklaim jika sekarang ini berkas-berkas perizinan sudah komplet. Bahkan, sudah berkali-kali mengajukan permohonan perizinan kepada Pemkab Semarang. “Segala jenis usaha harus mematuhi aturan dengan melengkapi berkas-berkas perizinan yang dibutuhkan. Harus ada jalan tengah dan saling duduk bersama,  sehingga bisa membuka usaha itu lagi,” tambah Anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Makruf. (fth/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Raih Penghargaan Adhi Bhakti Utama

SEMARANG – Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Sudarli Heru Sudjatmoko meraih penghargaan Adhi Bhakti Utama. Penghargaan diserahkan Ibu Negara Iriana...

Remunerasi Masih 3 Tahun Lagi

”Semua sudah proporsional kok. Jateng malah beruntung. PNS peralihan di Jatim sama Jabar malah tidak dapat TPP.” Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng SEMARANG - Sekitar 5.000...

Paksakan Make Up, Terlihat Lebih Tua

MAGELANG – Sekitar 20 peserta Mom and Kid Fashion Show berlenggak-lenggok mengenakan busana yang mencerminkan kekayaan nusantara di catwalk Atrium Artos Mall Magelang, Kamis...

Warga “Mendadak Miskin” Urus SKTM

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Selama masa pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018, tak hanya sekolah negeri yang ramai.  Tapi, kantor kelurahan juga menjadi sasaran para orangtua calon...

Terima Keluhan, Hendi Langsung Tinjau Pabrik “Berkutu”

SEMARANG- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Selasa (14/11) tiba-tiba mengarahkan kendaraannya ke sebuah pabrik pakan ternak di Kawasan Industri Candi Kota Semarang. Menggunakan mobil...

Tip dan Trik Pembelajaran Matematika Menjadi Asyik

RADARSEMARANG.COM - Banyak orang atau siswa beranggapan pelajaran matematika sangat sulit. Apalagi jika guru matematika tersebut terlihat judes dan galak, siswa akan merasa ketakutan....