29 C
Semarang
Selasa, 20 April 2021

Kebutuhan Lahan Dua Kali Lipat

spot_img
spot_img

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Perubahan analisis dampak lingkungan (Amdal) jalan tol Semarang-Demak menbuat kebutuhan lahan membengkak hingga dua kali lipat lebih. Pada desain awal, kebutuhan lahan hanya 189 hektare. Sekarang menjadi 535 hektare atau bertambah 346 hektare. Penambahan itu terbagi di wilayah Kota Semarang dan Kabupaten Demak.

Sekda Jateng, Sri Puryono menjelaskan, penambahan lahan itu dikarenakan perubahan rencana panjang jalan tol. Dari yang semula hanya 24 kilometer, menjadi 27 kilometer. “Karena ada perubahan, jadi ya ada tambahan. Ini sedang dihitung angka pasti kebutuhan lahannya,” terangnya, Rabu (23/5).

Meski ada perubahan rencana pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut ini, pihaknya optimistis tidak akan menggeser jadwal tahap awal konstruksi. Yaitu, tetap dilakukan pada Agustus 2018 mendatang. “Tidak akan bergeser karena ini sudah menjadi proyek strategis nasional yang harus dilaksanakan. Konstruksi awal masih tetap sesuai jadwal,” tegasnya.

Dijelaskan, jalan tol Semarang-Demak yang dibangun itu untuk meningkatkan aksebilitas dan kapasitas jaringan jalan di kawasan utara Jawa. Sebab, saat ini kawasan utara Jawa mempunyai lalu lintas dengan kepadatan yang cukup tinggi. “Di samping itu, jalan tol Semarang-Demak juga akan difungsikan untuk mengatasi banjir rob yang kerap terjadi di jalur penghubung Semarang-Demak,” tandasnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pemprov Jateng, Peni Rahayu menambahkan, Amdal jalan tol Semarang-Demak memang harus diperbarui karena adanya perubahan lokasi tanggul laut dari rencana pembangunan awal. “Tidak hanya direvisi, tapi diubah total. Saat ini sedang dalam proses perubahan Amdal itu. Dalam waktu seminggu sudah selesai karena saat ini pergantian Amdal sudah ada di meja Plt Gubernur Jateng,” jelasnya.

Dipaparkan, dalam rencana awal, tanggul laut dibangun tidak di laut. Dan tanggul tersebut awalnya berbeda dengan proyek tol laut yang dibangun pemerintah pusat. “Jadi sekarang diintegrasikan, tanggul laut akan disandingkan dengan tol laut. Untuk itu, lokasinya bergeser sehingga Amdal harus diubah,” terangnya.

Disinggung mengenai pembebasan lahan, Peni menerangkan jika proses itu sebagian sudah dilakukan. Untuk di Semarang, ada empat kelurahan yang terdampak proyek tersebut.

“Sementara di Demak ada satu desa yang terdampak. Sebagian sudah kami bebaskan, sisanya menunggu proses perubahan ini,” ucapnya.

Terkait fungsi tanggul laut yang akan dibangun itu, Peni menerangkan jika tanggul laut berfungsi untuk menahan rob dari laut ke darat. Tak hanya itu, dalam pembangunan tanggul laut juga akan dibahas mengenai penanganan run off atau air aliran permukaan untuk menanggulangi banjir.

“Itu juga kami bahas dalam Amdal baru ini. Nantinya untuk mengatasi run off saat musim penghujan dengan cara membangun bendungan-bendungan di sekitar tanggul,” tandasnya. (amh/zal)

spot_img

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here