33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Terampil Menulis Teks Recount dalam Bahasa Inggris lewat Cerita Bergambar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – CERITA adalah rangkaian peristiwa yang disampaikan, baik berasal dari kejadian nyata (non fiksi) ataupun tidak nyata (fiksi). Cerita adalah penuturan tentang sesuatu kejadian. Dari cerita tersebut, kita dapat mengetahui di mana, bagaimana, dan apa yang dialami oleh pelaku cerita dari awal sampai dengan akhir. Agar dapat bercerita dengan tepat kita sebagai guru harus mempertimbangkan materi cerita dan perlu mengasah keterampilan siswa dalam bercerita.

Nah, bagaimana strategi kita untuk melatih siswa supaya terampil dalam menulis cerita? Kita membutuhkan sebuah strategi supaya siswa tertarik dan terangsang untuk menulis sebuah teks cerita yaitu dengan menggunakan “cerita bergambar”. Salah satu teks cerita yang diajarkan pada siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris adalah teks Recount. Dengan cerita bergambar diharapkan siswa meningkat terampil dalam menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris.

Teks Recount adalah teks yang menceritakan suatu pengalaman atau kejadian di masa lalu dengan tujuan untuk menghibur dan menginformasikan kepada si pembaca. Adapun unsur-unsur utama teks Recount adalah Orientation, events dan reorientation. Orientation berisi tentang si pelaku yang terlibat, waktu dan tempat kejadian. Events merupakan paragraf yang memaparkan cerita secara runtut sesuai dengan rentetan kejadian cerita. Sedangkan Reorientation adalah paragraf yang menutup dan mengomentari secara pribadi tentang rentetan cerita (Depdiknas, 2004).

Pengembangan kompetensi siswa pada pembelajaran menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris dilakukan dengan meminta siswa mengurutkan kata kata acak (jumbled words) menjadi kalimat yang benar dan mengurutkan kalimat kalimat acak (jumbled sentences) menjadi paragraf yang utuh dan tersusun dengan benar. Cara seperti itu kurang efektif, siswa menjadi bosan dan jenuh. Siswa masih meloncat-loncat dan kurang berkesinambungan dalam menyusun paragraf. Ketepatan pengungkapan gagasan harus didukung oleh ketepatan bahasa yang digunakan. Selain komponen kosa kata dan gramatikal, ketepatan kebahasaan juga sebaiknya didukung oleh konteks dan penggunaan ejaan. Oleh karena itu, menulis bukanlah merupakan kegiatan sederhana dan tidak perlu dipelajari.

Menulis merupakan suatu keterampilan, dan keterampilan itu hanya akan berkembang jika dilatihkan secara terus-menerus. Selain itu, menulis sangat penting bagi dunia pendidikan karena memudahkan pada siswa untuk berpikir kritis dan sistematis. Kita sebagai guru harus bisa memberikan kesempatan lebih banyak bagi siswa untuk melatih menulis agar keterampilan menulisnya meningkat. Kita menginginkan siswa kita tertarik dan menyukai serta terampil menulis. Karena keterampilan menulis mempunyai peranan yang penting di dalam kehidupan modern, serta merupakan suatu ciri dari orang terpelajar atau bangsa terpelajar. Keterampilan menulis ini tidak mudah dikuasai oleh siswa, sebab pada umumnya mereka bingung apa yang akan ditulisnya, bahan-bahan yang mendukung tulisannya serta mutu tulisan yang akan dihasilkan (Mukminatien,1991).

Maka untuk melatih keterampilan menulis teks Recount dalam Bahasa Inggris, siswa diberi media pembelajaran dengan “Cerita Bergambar”. Gambar-gambar yang menarik dan relevan akan menimbulkan semangat mereka menulis kalimat – kalimat dalam bentuk teks Recount dengan benar. Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan media ini tidak besar, sehingga gambar gambar yang diberikan siswa dapat bervariasi. Dengan adanya variasi gambar, siswa tidak akan jenuh. Dan alasan lain dengan ditampilkannya cerita bergambar, siswa akan belajar berpikir logis mengenai rentetan kegiatan, kaitan antara satu kegiatan dengan kegiatan lain yang mengikutinya, orang lain dapat memahami tulisan siswa. (igi2/aro)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 6 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...