33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir setiap hari selalu melihat ponsel, memainkan ponsel dan berselancar di internet. Tidak memandang berapa quota yang dihabiskan tiap bulannya, asal internet lancar siswa merasa nyaman. Jika internet dirasa lemot barulah perasaan siswa merasa gelisah. Kegelisahan ini akan sangat kelihatan dari tingkah laku sehari hari, termasuk dalam pembelajaran di kelas.

Di beberapa sekolah, banyak kelas yang mengkondisikan siswa untuk tidak menggunakan ponsel saat pembelajaran. Aturan ini sangat tidak popular bagi siswa. Semakin dilarang, justru siswa zaman now semakin berani curi-curi kesempatan untuk memainkan ponsel saat pembelajaran. Usaha mereka tidak berhenti sampai disini, hanya pasrah terhadap aturan yang ada, tetapi mencoba untuk negosiasi tentang aturan tersebut. Bila dibiarkan kondisi ini tentu saja bertentangan dengan ciri pembelajaran abad 21.

Dalam pembelajaran abad 21, guru dituntut aktif dan membawa suasana kelas menuju pembelajaran kreatif dan inovatif, mengingat era ini adalah era digital.  Ada empat dimensi yang menjadi tuntutan pembelajaran abad 21, yakni: Pertama, critical thinking and problem solving. Kedua, creativity and innovation. Ketiga, communication dan keempat, collaboration.

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Salah satu media yang dapat dipakai untuk mewujudkan hal tersebut adalah ponsel. Ponsel sangat membantu siswa dalam berkomunikasi. Melalui ponsel yang dimilikinya, dalam hitungan detik, siswa dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Pembelajaran menggunakan ponsel ini dapat menggunakan aplikasi yang dibuat sendiri atau aplikasi yang di-download dari penyedia aplikasi android. Bila membuat sendiri, aplikasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran. aplikasi ini  dapat berupa aplikasi pembelajaran maupun games edukasi yang dapat dimainkan di kelas. Harapannya, dengan membuat aplikasi sendiri pembelajaran akan berlangsung dengan lebih menyenangkan. Materi dapat tersampaikan dengan perasaan senang dan hasil pembelajaran juga diharapkan dapat meningkat.

Saat ini, teknologi aplikasi yang sedang tren yang dapat menghubungkan keadaan realitas dengan teknologi digital sudah banyak diinstall. Aplikasi ini bernama augmented reality. Teknologi ini digunakan untuk membuat game “pokemon” yang sempat booming pada beberapa tahun yang lalu. Hampir setiap ponsel ada game yang terkenal dengan nama pokemon ini. Teknologi game pokemon, saat ini sudah dapat dinikmati di dalam pembelajaran dalam bentuk teknologi augmented reality .

Sesuatu yang abstrak bisa dijelaskan dengan cara menampilkan video yang mendukung materi yang sedang dipelajari. Cara menampilkan video ini dengan membuka aplikasi augmented reality kemudian mengaktifkan kamera selanjutnya mengarahkan kamera kepada objek yang akan dijelaskan dengan video. Tampilan layar pada kamera ponsel yang sedang menyorot benda mati sebagi objek akan berubah menjadi tampilan video penjelasan objek tersebut. Objek ini dapat berupa benda nyata maupun gambar yang ada di buku. Pembelajaran seperti ini tentu sangat diminati siswa.

Teknologi augmented  reality dapat membantu guru dalam menghadirkan kelas-kelas inspiratif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara kontekstual. Dalam hal ini, guru telah menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.  Namun perlu diingat, bahwa guru juga perlu mengontrol kelas sehingga siswa tidak menggunakan konten-konten yang tidak pantas dalam pembelajaran. (igi1/aro)

Guru Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Titik Pertama Api di Lantai 2 Blok B

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Tim Puslabfor Pola Jateng telah melakukan l olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) selama kurang lebih 3 jam di lokasi kebakaran kompleks...

Kukuh Sudarmanto, Satu-satunya Camat Bergelar Doktor di Indonesia

Camat Banyumanik Kukuh Sudarmanto Alugoro boleh jadi satu-satunya camat di Indonesia yang bergelar doktor (S3). Ia lulus dari Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Fakultas...

Kuncinya Bekerja dari Hati

RADARSEMARANG.COM - Dunia perhotelan merupakan hal yang baru bagi General Manager The Wujil Resort and Conventions Ungaran, Miyana Harikna. Namun, dari tangan dinginnya, sejak...

Raih Adipura Kencana hingga Kabupaten Peduli HAM

Pemkab Magelang mencatatkan prestasi membanggakan selama 2017. Berbagai penghargaan berhasil diraih sebagai salah satu upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat. RADARSEMARANG.COM - DI BAWAH kepemimpinan Bupati...

Ulama Asing Ziarah di Masjid Demak

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Para ulama yang tergabung dalam kumpulan Mursyid Tarekat dari luar negeri atau dari 23 negara kemarin berkesempatan mengunjungi Masjid Agung Demak. Ini...

Latihan Dengan Peralatan Seadanya

SEMARANG- Tim panahan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jateng terus mengoptimalkan persiapan, meski menggunakan peralatan seadanya. Heri Febriyanto, salah seorang asisten pelatih cabang panahan mengatakan...