33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir setiap hari selalu melihat ponsel, memainkan ponsel dan berselancar di internet. Tidak memandang berapa quota yang dihabiskan tiap bulannya, asal internet lancar siswa merasa nyaman. Jika internet dirasa lemot barulah perasaan siswa merasa gelisah. Kegelisahan ini akan sangat kelihatan dari tingkah laku sehari hari, termasuk dalam pembelajaran di kelas.

Di beberapa sekolah, banyak kelas yang mengkondisikan siswa untuk tidak menggunakan ponsel saat pembelajaran. Aturan ini sangat tidak popular bagi siswa. Semakin dilarang, justru siswa zaman now semakin berani curi-curi kesempatan untuk memainkan ponsel saat pembelajaran. Usaha mereka tidak berhenti sampai disini, hanya pasrah terhadap aturan yang ada, tetapi mencoba untuk negosiasi tentang aturan tersebut. Bila dibiarkan kondisi ini tentu saja bertentangan dengan ciri pembelajaran abad 21.

Dalam pembelajaran abad 21, guru dituntut aktif dan membawa suasana kelas menuju pembelajaran kreatif dan inovatif, mengingat era ini adalah era digital.  Ada empat dimensi yang menjadi tuntutan pembelajaran abad 21, yakni: Pertama, critical thinking and problem solving. Kedua, creativity and innovation. Ketiga, communication dan keempat, collaboration.

Pada karakter ini, peserta didik dituntut untuk memahami, mengelola, dan menciptakan komunikasi yang efektif dalam berbagai bentuk dan isi secara lisan, tulisan, dan multimedia. Salah satu media yang dapat dipakai untuk mewujudkan hal tersebut adalah ponsel. Ponsel sangat membantu siswa dalam berkomunikasi. Melalui ponsel yang dimilikinya, dalam hitungan detik, siswa dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.

Pembelajaran menggunakan ponsel ini dapat menggunakan aplikasi yang dibuat sendiri atau aplikasi yang di-download dari penyedia aplikasi android. Bila membuat sendiri, aplikasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran. aplikasi ini  dapat berupa aplikasi pembelajaran maupun games edukasi yang dapat dimainkan di kelas. Harapannya, dengan membuat aplikasi sendiri pembelajaran akan berlangsung dengan lebih menyenangkan. Materi dapat tersampaikan dengan perasaan senang dan hasil pembelajaran juga diharapkan dapat meningkat.

Saat ini, teknologi aplikasi yang sedang tren yang dapat menghubungkan keadaan realitas dengan teknologi digital sudah banyak diinstall. Aplikasi ini bernama augmented reality. Teknologi ini digunakan untuk membuat game “pokemon” yang sempat booming pada beberapa tahun yang lalu. Hampir setiap ponsel ada game yang terkenal dengan nama pokemon ini. Teknologi game pokemon, saat ini sudah dapat dinikmati di dalam pembelajaran dalam bentuk teknologi augmented reality .

Sesuatu yang abstrak bisa dijelaskan dengan cara menampilkan video yang mendukung materi yang sedang dipelajari. Cara menampilkan video ini dengan membuka aplikasi augmented reality kemudian mengaktifkan kamera selanjutnya mengarahkan kamera kepada objek yang akan dijelaskan dengan video. Tampilan layar pada kamera ponsel yang sedang menyorot benda mati sebagi objek akan berubah menjadi tampilan video penjelasan objek tersebut. Objek ini dapat berupa benda nyata maupun gambar yang ada di buku. Pembelajaran seperti ini tentu sangat diminati siswa.

Teknologi augmented  reality dapat membantu guru dalam menghadirkan kelas-kelas inspiratif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung secara kontekstual. Dalam hal ini, guru telah menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif.  Namun perlu diingat, bahwa guru juga perlu mengontrol kelas sehingga siswa tidak menggunakan konten-konten yang tidak pantas dalam pembelajaran. (igi1/aro)

Guru Teknik Komputer dan Jaringan SMK Negeri 2 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Presiden Setujui Penambahan Rest Area Tol Batang

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Upaya Bupati Batang Wihaji agar jalur tol Batang dibangun rest area mendapat sinyal positif dari pemerintah pusat. Presiden Jowo Widodo menyetujui...

Sekali Jadi MC di Polres, Langsung ke Istana

Seorang polwan yang bertugas di Polsek Bandongan Polres Magelang Kota terpilih menjadi pembawa acara atau master of ceremonies (MC) pada upacara peringatan HUT ke-72...

Terpleset, Nelayan Hilang di Laut Karimun

BATANG –Musmari,51, nelayan asal Desa Denasri Wetan RT 1 RW 3 Kecamatan Batang Jawa Tengah, dilaporkan hilang tenggelam di Lintang 4 utara Laut Karimun Jawa....

Gathering Siranda View

RADARSEMARANG.COM - Manager Marketing Jaya Metro,Yoel Budi Darmoyo paling kanan saat presentasi pembeliian rumah Siranda View tahap 2 di Cafe LOT 28,Kota Semarang,Kemarin(12/8/2018).Gelaran Gathering...

Rel Kebanjiran, Perjalanan 14 Kereta Api Terlambat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Banjir yang melanda Tanjung Losari dan Ciledug Cirebon Jawa Barat arah Tegal, Jawa Tengah, telah merendam jalur rel kereta api. Akibatnya 14 perjalanan...

Guru Berprestasi, Siswa Juga Berprestasi

DEMAK-Kemampuan siswa untuk meraih prestasi, di antaranya karena gurunya juga berprestasi. Sebaliknya, siswa berprestasi, maka gurunya juga harus berprestasi. Demikian disampaikan Bupati Demak HM Natsir...