33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

PKL Penuhi Jalur Pedestrian

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah trotoar di Semarang telah dibangun dengan cantik. Termasuk fasilitas untuk para penyandang difabel. Hanya saja, banyak trotoar yang disalahgunakan.

Seperti di Jalan Tri Lomba Juang. Trotoar digunakan untuk lapak tambal ban. Trotoar nyaris tidak dapat dilewati karena dipenuhi tumpukan ban mobil. Sama halnya di daerah Erlangga. Trotoar masih banyak digunakan oleh pedagang kaki lima (PKL).

Yosie, salah satu mahasiswa perguruan tinggi di Semarang menyayangkan kondisi trotoar yang demikian. Sebagai warga Semarang, ia mengaku prihatin. Ia juga aktif menyuarakan persoalan trotoar ini melalui media sosial.

”Setahu saya masih banyak yang belum berfungsi dengan baik. Karena seperti ini (di Jalan Tri Lomba Juang) masih digunakan untuk lapak tambal ban,” ujar mahasiswa yang mengaku sedang mengerjakan tugas akhir berkaitan dengan fasilitas publik ini.

Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Didik Sugiyanto mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang telah mengupayakan aksesibilitas publik dalam pembangunan yang dilakukan. Ia menilai, trotoar yang dibangun sudah bagus, dengan ketersediaan ram/ jalur kursi roda, guiding block serta ketinggian trotoar yang dirasa pas.

Hanya saja, untuk guiding block menurutnya, belum menyediakan tanda peringatan, sehingga ketika bersinggungan dengan tiang listrik atau pohon masih cukup membahayakan. Di samping itu, masih banyak kepentingan lai di trotoar seperti sepeda motor yang melewati trotoar.

”Pemerintah memiliki niat bagus dengan membangun tiang pembatas agar tidak dilalui sepeda motor. Hanya saja, ini justru menghalangi pengguna kursi roda,” jelasnya.

Dirinya berharap, ada solusi dari Pemerinah Kota Semarang sehingga trotoar yang sudah dibangun cukup bagus dapat berfungsi sebagaimana mestinya. ”Semoga pemerintah bisa terus menggandeng para difabel dalam setiap pembangunan aksesibilitas publik sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan masyrakat,” harapnya. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Begal Motor Makin Marak

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Begal kendaraan bermotor roda dua, mulai marak lagi di Kendal. Seperti dialami Kasiyati, 27 warga Desa Ngabean, Kecamatan Boja. Ibu satu anak ini...

Serukan Lawan Peneror Penegak Hukum

SEMARANG – DPC Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Kota Semarang mengecam keras terjadinya insiden penyiraman air keras oleh penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel...

RSI Kendal Tambah 5 Dokter Spesialis

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Rumah Sakit Islam (RSI) Kendal berupaya meningkatkan pelayanan kesehatannya. Salah satunya dengan menambah  jumlah dokter spesialis dan membangun gedung untuk menambah...

Industri Elektronik Tumbuh 20 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Selama tahun 2017, industri elektronik seperti TV, mesin cuci, lemari es, handphone dan AC rata-rata tiap bulan tumbuh 20 persen. Hal...

Tertimbun Longsor, 1 Tewas, 2 Luka

MUNGKID— Aktivitas penambangan pasir di gunung Merapi kembali memakan korban. Rabu (4/10) kemarin,  penambang manual tertimbun material longsor saat asyik menggali.  Satu orang tewas...

21 Pejabat Dilantik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 21 pejabat fungsional di lingkungan Pemkot Magelang dilantik dan diambil sumpahnya, di Gedung Adipura, kemarin. Mereka terdiri atas 20 pejabat...