33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Menanamkan Jiwa Elastis Siswa dalam KBM IPA

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – KEGIATAN belajar mengajar (KBM) IPA adalah proses penyampaian ilmu atau transformasi ilmu mata pelajaran IPA yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan peserta didik, dimana proses tersebut berjalan dapat dilakukan secara formal maupun non formal disesuaikan dengan kondisi yang ada. Dalam KBM IPA biasanya menjadi momok bagi peserta didik atau siswa sehingga KBM IPA sering berjalan membosankan.

Kebosanan ini biasanya berasal dari pendidik yang terlalu menekan peserta didik dengan tugas-tugas yang diberikan atau ujian yang harus dihadapi. Yang akibatnya membuat peserta didik tidak tertarik bahkan tidak peduli dengan KBM IPA dan juga kurang percaya diri serta rendahnya sikap hormat atau ketertarikan terhadap pendidik atau pengajar (guru). Sehingga ada dampak yang ditimbulkan pada peserta didik, seperti peserta didik akan enggan menyelesaikan tugas yang diberikan saat KBM IPA berlangsung bahkan akan mengulur waktu dengan bercerita dan bercanda dengan temannya.

Bahkan ada peserta didik yang dengan sengaja meninggalkan KBM IPA saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung, serta ada juga peserta didik yang tidak menghargai gurunya dengan berbicara nada tinggi terhadap orang yang lebih tua dimana pada KBM IPA yang sedang berlangsung orang yang lebih tua itu adalah guru mata pelajaran IPA.

Dari sekian banyak dampak yang muncul berakibat hasil belajar peserta didik tidak memenuhi target bahkan cenderung menurun. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan karakter peserta didik salah satu caranya adalah membangun jiwa elastis peserta didik dimana jiwa elastis itu adalah jiwa yang lentur, kenyal, dan tak mudah patah atau hancur dengan kata lain tidak mudah menyerah dengan kata lain tidak mudah menyerah dengan memiliki keteguhan hati, daya tahan dan daya lenting (resilience) yang kuat ketika didera situasi terpuruk. Sehingga peserta didik tidak mudah menyerah dalam menyelesaikan permasalahan pada proses KBM IPA, akhirnya peserta didik akan peduli dengan mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Dengan harapan hasil KBM IPA  yang baik, maka pendidik atau guru berupaya untuk menumbuhkan jiwa (mental ) elastis peserta didik dengan berbagai cara, antara lain dengan menyediakan fasilitas penunjang KBM IPA yang lengkap dan bisa juga dengan mengembangkan kreativitas pendidik dan peserta didik untuk membuat alat sederhana yang bisa digunakan sebagai pengganti fasilitas yang tidak ada ataupun rusak guna menunjang terlaksananya KBM IPA.

Selain itu, dapat juga dengan mengadakan kegiatan yang positif di luar KBM IPA, namun masih bisa digunakan dalam pelaksanaan KBM IPA, seperti membuat karya inovasi. Dengan kegiatan yang positif diharapkan akan mengurangi suara-suara negatif dan pemikiran negatif dalam menyelesaikan suatu masalah dalam KBM IPA.

Dengan berpikir positif inilah akan membuat peserta didik mempunyai rasa percaya diri dan optimistis dalam menyelesaikan segala permasalahan dalam KBM IPA. Sehingga dapat menghasilkan pembelajaran yang sesuai dengan target yang diinginkan. Bisa juga dengan mendatangkan narasumber pembelajaran dari luar sekolah atau selain pendidik untuk menunjang KBM IPA agar bisa memotivasi peserta didik dalam menghadapi masalah yang didapat dalam KBM IPA. Misalnya, mendatangkan dokter untuk memotivasi peserta didik dan memberikan penjelasan yang menyangkut dengan kesehatan manusia dalam KBM IPA.

Namun dalam rangka menumbuhkan jiwa elastis peserta didik bermunculan kendala yang harus dihadapi seperti pengaruh lingkungan sekitar, sehingga tidak terlaksananya kegiatan KBM IPA dengan baik. Misalnya, terpancing temannya untuk berbicara sendiri, menjadi tidak minat dalam KBM IPA. Karena itu, perlu adanya dukungan dari pendidik/guru dan orang tua (keluarga) untuk selalu memotivasi siswa agar mengikuti kegiatan KBM IPA maupun kegiatan sekolah yang lain yang bersifat pengembangan karakter.

Dengan adanya permasalah dan kendala yang dihadapi dalam KBM IPA, maka perlu adanya pengembangan jiwa elastis setiap peserta didik dalam mengikuti KBM IPA dengan baik. Sehingga menghasilkan KBM IPA yang sesuai target. Jiwa elastis juga dapat bermanfaat di tengah masyarakat, sehingga mampu menghadapi situasi atau masalah terburuk sekalipun tanpa menimbulkan tindakan kriminal. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 8 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...