33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Literasi Digital di Era Digital

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – LITERASI digital bermakna kemampuan berhubungan dengan informasi hipertekstual, dalam artian membaca non-sekuensial berbasis sistem komputer atau platform digital (Davis & Shaw, 2011). Dengan demikian, kemampuan analisa menjadi sesuatu yang penting. Dalam ungkapan Gilster (2007), literasi digital dimaknai sebagai kemampuan membaca, memahami dan analisa berbagai sumber digital.

Survei yang dilakukan APJII ( Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia ) pada tahun 2016 melaporkan bahwa pengguna jasa layanan internet di Indonesia terbilang sangat tinggi, yakni 132,7 juta orang dari 256,2 juta orang populasi Indonesia. Ini berarti, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 51,8 persen dari jumlah penduduk Indonesia seluruhnya. Dan kelompok usia 10-24 menempati peringkat ketiga sebanyak 18,4 persen. Dengan melihat survei tersebut, sebenarnya anak usia sekolah terbilang “melek digital”.

Dalam Kurikulum 2013, program literasi sangat penting. Karena literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami bacaan, memanfaatkan dan menggunakan bacaan serta kemampuan merefleksikan bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Kegiatan seperti ini tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan dari orangtua, sekolah, dan lingkungan sekitar. Sekolah sebagai ujung tombak kemajuan pendidikan di Indonesia harus mampu menyediakan sarana dan prasarana penunjang literasi. Kemampuan yang diharapkan dalam literasi  tersebut sering “dimakan mentah-mentah” oleh para guru sebagai kegiatan membaca buku secara fisik atau kegiatan baca buku dengan pegang buku kertas.

Pengembangan literasi membaca buku, selain buku teks pelajaran ini dalam rangka memberikan fondasi literasi kepada mereka, agar dapat membekali mereka dengan literasi yang dibutuhkan dalam kehidupannya. Memang bukan target pencapaian jumlah buku yang harus dibaca, melainkan membiasakan mereka membaca dan membudayakan mereka untuk berpikir kritis berdasarkan wawasan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan membaca.

Dalam  konteks yang sebenarnya, literasi tidak hanya dari buku tetapi diharapkan membaca dari konten internet yang bisa diakses dari smartphone yang dimiliki peserta didik. Kemampuan mengakses informasi dari smartphone terkadang sulit dilakukan karena banyak sekolah yang tidak memperbolehkan peserta didik membawa smartphone ke sekolah. Hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat fokus di materi pelajaran. Hal yang sama juga dilakukan orangtua di rumah. Hanya saja orangtua memberikan smartphone pada anak, agar anaknya tidak kalah dengan anak yang lain atau agar anaknya tidak rewel, sehingga bisa mengganggu aktivitas orangtua.

Sebenarnya, bagi para guru bisa memanfaatkan smartphone peserta didik untuk mencari informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran yang materi tersebut tidak ada atau tidak tertulis di dalam buku pelajaran. Dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan smartphone para guru sangat diuntungkan karena peserta didik dilatih untuk mengembangkan kemampuan digital sehingga peserta didik mampu memilah-milah informasi yang dibutuhkan dalam pelajaran.

Dengan memberikan pekerjaan rumah yang berbasis literasi digital, sehingga smartphone yang dimiliki tidak sia-sia.  Hal ini memang dibutuhkan kerja keras para guru untuk memberikan kepercayaan dan rasa tanggung jawab peserta didik dalam mencari informasi secara digital. Diperlukan kecerdasan dalam penggunaan smartphone, karena sudah banyak penyalahgunaan smartphone yang dipakai untuk kepentingan pribadi dan perbuatan kriminal.

Dibutuhkan kedewasaan para pengguna terutama pengguna smartphone usia sekolah. Agar melek digital tidak hanya dalam pemakaian komunikasi di media sosial, tetapi juga dipakai untuk mencari informasi yang bermanfaat. Jangan sampai ada kalimat yang smart hanya HP-nya, sedangkan orangnya tidak. (igi1/aro)

Guru  SMP Negeri 4 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Soroti Kasus Gizi Buruk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  - DPRD menyayangkan masih ada kasus gizi buruk terjadi di Jawa Tengah. Hal itu jelas membuktikan, jika masih banyak anak-anak kekurangan gizi....

Maksimalkan Pelayanan, Bank Jateng Buka Kantor Baru

RADARSEMARANG.COM SEMARANG – Guna memaksimalkan pelayanan kepada nasabah, Bank Jateng membuka kantor Cabang Pembantu baru di Jalan Menoreh Raya Nomor 64 Sampangan, Semarang. Kantor...

Kantong Investasi Jateng Cukup Besar

SEMARANG – Pasar dengan segmen affluent di Jawa Tengah dinilai cukup potensial. Hal ini ditangkap oleh Citi Bank dengan mengenalkan Citigold on Your Terms, layanan pengelolaan...

40 Polisi, 3 PNS Resmi Pensiun

MUNGKID—Sebanyak 43 anggota, terdiri atas 40 polisi dan 3 PNS dilingkungan Polres Magelang mengikuti upacara wisuda purnabakti. Tempatnya, di Gedung Bayangkara Utama Polres Magelang,...

Pohon Tumbang Tutup Jalan Pahlawan

MAGELANG - Hujan lebat disertai angin menyebabkan sebatang pohon di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Secaba, Kota Magelang, tumbang, Rabu (25/1) siang. Meski tidak...

Pemkot Semarang Kekurangan 3.224 PNS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sejak 2014, tidak ada perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Padahal setiap tahun sedikitnya ada 500 PNS...