33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Empat Letusan dalam 2 Hari

Merapi Berstatus Waspada

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Letusan freatik Gunung Merapi, semakin intensif dalam dua hari belakangan. Tercatat ada 4 letusan freatik. Pada Senin (21/5) terjadi letusan pada pukul 01.25 WIB, 08.38 WIB dan 17.50 WIB. Kemudian pada Selasa (22/5) tercatat letusan pada pukul 01.47 WIB.

Petugas Pengamatan Pos Babadan Chandra Wahyu melaporkan, letusan freatik Senin sore terjadi pada pukul 17.50 dalam durasi 3 menit dengan amplitudo 50 mm. Suara gemuruh terdengar dari Pos Babadan yang berjarak 4 km dari puncak dan terjadi hujan abu di sekitar Gunung Merapi sejauh 7 kilometer ke arah tenggara-selatan. Adapun letusan freatik pada Selasa dini hari menciptakan kolong asap setinggi 3.500 meter dengan arah condong ke barat diikuti suara gemuruh dalam durasi 3 menit. “Dalam dua hari ini, terjadi letusan freatik sebanyak empat kali. Jika ditambah dengan letusan freaktif 11 Mei lalu, total ada 5 kali,” ucap Chandra d isela tugas pengamatan pos, Selasa (22/5).

Romdlonah, 32, warga Desa Krinjing Kecamatan Dukun yang berada di lereng Merapi mengaku mendengar suara gemuruh saat terjadi letusan freatik. “Waktu maghrib, saat kita sedang santap buka puasa terdengar suara gludug-gludug, gemuruh. Yang sore hari saya memang mendengar, namun yang pagi dini hari, karena sedang tidur, saya tidak mendengarnya. Tetangga yang masih pada melek (belum tidur) pada cerita mendengar suara gemuruh,” tuturnya.

Melihat intensitas letusan freatik kian intensif, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG) Jogjakarta meningkatkan status Gunung Merapi dari level I (normal) menjadi level II (waspada). Selain itu, BPPTKG juga mengeluarkan beberapa rekomendasi.

“Kita telah membuat surat rekomendasi, surat tersebut telah kita kirimkan kepada instansi terkait dan para pemangku kepentingan,” terang Kepala BPPTKG Jogjakarta, Hanik Humaida.

Hanik merinci, isi rekomendasi itu diantaranya, kegiatan pendakian Gunung Merapi untuk sementara tidak direkomendasikan kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana. Radius 3 kilometer dari pucuk Gunung Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk.

Kemudian, masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Merapi. “Masyarakat agar tidak mudah terpancing atas isu-isu erupsi Gunung Merapi dari sumber yang tidak jelas. Mohon untuk mengikuti arahan aparat Pemda atau datang langsung ke Pos Pengamatan terdekat,” pintanya.

Sementara itu, menyikapi status Gunung Merapi yang naik dari normal menjadi waspada, Dandim 0705/Magelang Letkol Arm Kukuh Dwi Antono langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk mempersiapkan dan memastikan jalur-jalur evakuasi bagi warga. “Kalau nanti statusnya memang sudah benar-benar meningkat secara signifikan sekali, maka jalur evakuasi sudah kita siapkan. Jalur ke desa-desa penyangga juga sudah siap” ujar Kukuh, saat memantau kondisi Gunung Merapi di Pos Pengamatan Babadan.

Kukuh melanjutkan, untuk wilayah Kecamatan Srumbung dan Dukun, evakuasi akan diarahkan pada jalur menuju ke Kecamatan Salam. Sedangkan untuk Kecamatan Sawangan dan sebagian wilayah Kecamatan Dukun nantinya akan diarahkan ke jalur evakuasi menuju ke Kecamatan Muntilan. (san/ton)

Berita sebelumyaSeleksi Masuk dari KK
Berita berikutnyaPuluhan Senpi Diperiksa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Trafik Layanan Data Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Trafik layanan data maupun voice diperkirakan akan masih terus meningkat selama libur panjang hingga tahun baru mendatang. Jaringan dengan kapasitas memadai...

20 Hektare Sawah Terancam Puso

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sawah seluas 971 hektare yang ada di Kabupaten Pekalongan diserang hama wereng. 20 hektare diantaranya terancam gagal panen atau puso karena serangan...

Sempat Hilang, Ditemukan Tewas

BANJARNEGARA – Setelah dicari beberapa hari, jenasah kakek berusia 80 tahun ditemukan meninggal dunia, Senin (8/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Jenazah kakek bernama Dul...

Pasang Tenda, Tewas Tersengat Listrik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemasangan sebuah tenda tratag di Kampung Bugen Lor RT 03 RW 03, Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, berujung petaka. Satu orang...

Diduga Ngantuk, Tiga Orang Tewas

RADARSEMARANG.ID, UNGARAN– Kecelakaan tunggal terjadi di jalan tol Bawen–Salatiga kilometer 455,8 pada Minggu (29/9) sekitar pukul 11.30 WIB. Sebuah sedan Honda Accord yang tengah melaju...

Pajak Sokong Kemajuan Olahraga Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemprov Jateng mengapresiasi masyarakat Jateng yang semakin sadar membayar pajak. Partisipasi masyarakat dalam membayar pajak turut memajukan sektor olahraga. Sebab, secara...