Merapi Meletus Lagi

  • Bagikan
DUA KALI : Gunung Merapi Rabu (23/5) siang kembali mengeluarkan letusan freatik. Hal itu terdengar dari Pos PGM Babadan. Sebelumnya Rabu dini hari juga mengeluarkan letusan freatik yang mengakibatkan hujan abu di Kecamatan Dukun. (Dok pengamatan Pos Babadan for Radar Kedu)
DUA KALI : Gunung Merapi Rabu (23/5) siang kembali mengeluarkan letusan freatik. Hal itu terdengar dari Pos PGM Babadan. Sebelumnya Rabu dini hari juga mengeluarkan letusan freatik yang mengakibatkan hujan abu di Kecamatan Dukun. (Dok pengamatan Pos Babadan for Radar Kedu)
RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Letusan freatik Gunung Merapi kembali terjadi, Rabu (23/5) siang pukul 13.49 dengan durasi 2 menit. Terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Babadan namun kolom letusan tidak teramati dari semua Pos PGM.

Letusan tersebut sudah kedua kalinya pada hari Rabu kemarin. Sebab Rabu dini hari Merapi juga mengalami letusan freatik sekitar pukul 03.31. Akibat letusan tersebut, sedikitnya tujuh desa di Kecamatan Dukun mengalami hujan abu. Ketujuh desa itu adalah Desa Keningar, Desa Sumber, Desa Ngargomulyo, Desa Ngadipuro, Desa Wates, Desa Kalibening dan Desa Dukun.

“Hujan abu yang turun masih tergolong tipis terjadi di sejumlah desa tersebut. Untuk Desa Keningar, hujan abu disertai dengan pasir,” ucap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Susanto, Rabu (23/5).

Edi mengaku, sebelumnya pihaknya telah melakukan langkah antisipasi jika terjadi hujan abu dengan membagikan masker kepada warga Kabupaten Magelang yang berada di kawasan rawan bencana (KRB). “Sudah diantisipasi, masker sudah kami distribusikan, sehingga dapat digunakan,” ujar Edi.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, letusan terjadi pukul 03.31 dalam durasi 4 menit dengan ketinggian 2000 meter teramati dari Pos Pengamatan Jrakah dan Pos Pengamatan Kaliurang) arah barat daya.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti petunjuk dari petugas atau pemerintah daerah melalui aparat desa setempat,” pintanya.

Kasi Pemerintahan Desa Dukun Kecamatan Dukun, Yazid Aiman Fikri mengaku di desanya terjadi hujan abu tipis selama 2,5 jam, sejak pukul 04.00 hingga 06.30 pagi. “Terhitung enam kali letusan freatik Merapi sejak 11 Mei lalu, lima kali sebelumnya tidak terjadi hujan abu di wilayah kami, baru pagi ini (kemarin, Red) ada hujan abu, karena arahnya ke barat,” ucapnya.

Namun masyarakatnya  tidak panik dan beraktivitas sebagaimana mestinya. “Saat subuh, masyarakat tetap ke masjid dan musala, tetap mengikuti kuliah subuh Ramadan. Pagi hari, masyarakat juga tetap ke sawah, para siswa juga tetap ke sekolah,” terangnya.

Sementara itu, salah satu Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan Dukun, Yudo Wasito, mengatakan, bahwa pihaknya bersama personel TNI, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kabupaten Magelang, Tagana, relawan Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB) Bimagana Desa Dukun dan pemerintah desa telah membagikan masker kepada warga di Kecamatan Dukun.

“Kita membagikan kurang lebih 10.000 masker kepada warga di Kecamatan Dukun, di antaranya di Desa Keningar, Wates, Ngargomulyo dan Kalibening. Namun yang kami utamakan adalah anak-anak yang bersekolah,” terang Yudo.

Tidak berhenti di situ, usai hujan abu, pihaknya melakukan pembersihan jalan karena banyak terdapat debu vulkanik di ruas-ruas jalan dengan menggunakan mesin penyemprot air. Karena dikawatirkan debu tersebut dapat mempengaruhi kesehatan warga.

“Desa Dukun juga telah melakukan MoU dengan Desa Bojong apabila terjadi erupsi Gunung Merapi. Hal tersebut dilakukan, supaya masyarakat bisa mandiri untuk mempersiapkan apabila terjadi erupsi Gunung Merapi, yakni dengan sister village (desa bersaudara) dengan Desa Bojong” pungkasnya. (san/lis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *