Beranda Untukmu Guruku Menuju Guru Abad 21: Mau Bergegas atau Tergilas?

Menuju Guru Abad 21: Mau Bergegas atau Tergilas?

Others

RADARSEMARANG.COM “SAAT ini kita mempersiapkan siswa – siswi kita untuk pekerjaan yang belum ada, menggunakan teknologi yang belum ditemukan, untuk memecahkan masalah–masalah masa depan yang kita belum ketahui”. (Richard Riley). Terjemahan bebas dari kalimat terkenal milik Richard Riley di atas menjadi sebuah alarm tanda bahaya  yang mengingatkan guru – guru zaman sekarang bahwa kita berada dalam era yang menuntut perubahan radikal.

Satu dekade yang lalu, kita tidak mengenal pekerjaan seperti pengembang aplikasi, manager media sosial, pencipta konten Youtube dan lain sebagainya. Namun saat ini, apapun yang akan kita lakukan, dari olahraga, belanja, bahkan sampai urusan ibadah, telah tersedia berbagai macam aplikasi yang siap membantu kita. Di sisi lain, saat ini setiap lembaga atau organisasi resmi hampir pasti memiliki channel media sosial baik itu Facebook, Twitter, Instagram atau yang lainnya sebagai media komunikasi dengan masyarakat luas.

Untuk mengatur akun-akun itu dibutuhkanlah manager media sosial. Pekerjaan–pekerjaan baru itu muncul seiring dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Konsekuensinya, murid–murid yang saat ini kita ajar, akan menghadapi zaman yang sangat berbeda dengan zaman di waktu kita tumbuh.  Mereka akan menghadapi tantangan-tantangan masa depan  yang tidak sama dengan tantangan di zaman kita. Pertanyaannya bagi kita, apakah kita akan mengajar mereka sebagaimana kita diajar dulu?

Model pendidikan tradisional dimana kita dituntut untuk menghafalkan sejumlah informasi,  dengan guru sebagai satu-satunya sumber informasi sudah tidak relevan dengan zaman ini. Yang dibutuhkan siswa–siswi kita sekarang adalah keterampilan yang akan membantu mereka bertahan menghadapi tuntutan zaman yang cepat berubah. Sebuah framework yang disusun oleh para guru, ahli pendidikan dan pimpinan bisnis dunia menyebutkan 4 keterampilan yang akan membuat generasi mendatang bertahan di tengah tantangan zaman. Creativity and Innovation, (Kreativitas dan Inovasi), Critical Thingking (Berfikir Kritis), Communication (Komunikasi) dan Collaboration (Kolaborasi) adalah empat keterampilan yang dianggap mampu membekali generasi mendatang menghadapi zaman mereka nanti.  Maka menjadi tanggung jawab kitalah, guru abad 21,  untuk membentuk generasi Indonesia mendatang menjadi generasi yang bisa berfikir kristis, kreatif dan inovatif, mampu berkomunikasi dan berkolaborasi.

Agar dapat membimbing siswa–siswi, kita memiliki empat keterampilan abad 21 di atas, guru zaman sekarang harus bergegas mulai mengubah dirinya secara fundamental. Jika tidak, pelan tapi pasti roda – roda zaman akan menggilas. Model pembelajaran yang dulu kita terima dan mungkin sudah menjadi gaya kita dalam mengajar, harus kita tinggalkan.

Pendidik abad 21 harus menjadi fasilitator pembelajaran, menjadi pembelajar sepanjang hayat, siap berkolaborasi, dan membangun jejak digital yang positif. Sebab, sampai kapanpun guru adalah panutan. Guru perlu menjadi model yang baik bagi siswa – siswi mereka tentang bagaimana harus bersikap baik  di dunia nyata maupun maya. Komentar, Postingan serta sikap positif ketika guru berinteraksi di dunia maya akan menjadi inspirasi  baik bagi generasi mendatang. Perubahan zaman itu sudah datang saat ini. Sebagai pendidik, tanggung jawab kita untuk mempersiapkan anak didik untuk bersaing di dunia yang semakin mengglobal ini. Jika kita tidak bergegas, ketakutan kita tergilas ganasnya zaman mungkin bisa menjadi kenyataan. (igi2/ida)

Guru SMA Negeri 1 Bringin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,298FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News