Saksi Sebut Korupsi BPN untuk Karaoke

  • Bagikan
BONGKAR BOROK: Sidang pemeriksaan saksi perkara yang menjerat Priyono di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BONGKAR BOROK: Sidang pemeriksaan saksi perkara yang menjerat Priyono di Pengadilan Tipikor Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – ’’Nyanyian’’ Cinta Eri Asmara alias Rieke, saksi kasus dugaan korupsi Rp 8,6 miliar oleh mantan Kepala Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang Priyono, bisa membikin terdakwa makin cenut-cenut. Di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, dia menuturkan bahwa sebagian duit yang mengalir dari pihak ketiga itu digunakan untuk berkaraoke. Cinta merupakan teman perempuan terdakwa saat karaoke. Pada sidang sebelumnya, dia tidak hadir karena pergi ke Eropa.

’’Sejak 2009 sampai 2012, terdakwa dan teman-temannya bisa lebih dari 50 kali ke tempat karaoke. Sebulan bisa tiga kali. Sekali bayar karaoke minimal Rp 10 juta. Maksimal, kalau sama plus-plusnya, bisa Rp 60 juta sampai Rp 70 juta,’’beber Cinta kemarin (22/5).

Terdakwa yang juga pernah menjabat kepala Subdirektorat Pencegahan dan Pembatalan Wilayah I Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) diketahui menggunakan sejumlah uang tersebut untuk berkaraoke bersama sejumlah relasi serta pejabat di BPN. Karaoke dilakukan di tempat hiburan malam di Hotel Borobudur dan Karaoke Manhattan. Cinta dihadirkan dalam sidang karena terkait dengan dua rekening berisi total Rp 3,6 miliar yang dikuasainya, yakni rekening BCA dengan nama dirinya dan Eko Budi Raharjo (PNS BPN).

Soal rekening, Cinta mengaku, dirinya menguasainya atas permintaan Priyono. Uang Rp 3,6 miliar itu diketahui merupakan setoran dari sejumlah pihak yang mengurus sertifikat tanah di BPN melalui Priyono. Cinta juga mengaku sering berkaraoke bersama Priyono di Jakarta. Bahkan, sekali karaoke, Priyono bisa mengajak 4–14 temannya. Untuk karaoke itu, kata dia, terdakwa membayar dengan uang dari dua rekening yang dikuasainya tersebut.

’’Awalnya memakai uang saya, pakai kartu kredit. Selanjutnya, baru diganti lewat dua rekening

itu,’’ ungkap Cinta.

Dua rekening berisi Rp 3,6 miliar tersebut diketahui juga digunakan Cinta untuk sejumlah kepentingan pribadi. Di antaranya, pembayaran asuransi, pembayaran mobil Mazda CX 5 Sport Rp 280 juta, pembayaran rumah, serta arisan Rp 394 juta. Namun, Cinta membantah. Cinta juga dimintai keterangan soal rekening berisi Rp 1,6 miliar atas nama Kamaludin, sopir freelance yang biasa bersama dirinya.

Rekening itu dikuasai terdakwa Priyono untuk menampung setoran uang dari pengurus sertifikat.

’’Penghasilan saya sebulan bisa Rp 30 juta sampai Rp 50 juta. Saya juga punya bisnis,’’ tegas Cinta.

Di tempat terpisah, istri terdakwa Priyono, Nanik Riani, saat diperiksa dalam sidang membeberkan sejumlah keterangan soal pembelian rumah dan mobil.

Dia menyampaikan, rumah di Jogja awalnya dibeli dalam keadaan tanah kosong berupa kebun seluas 350-an meter persegi. Tanah tersebut dibeli dengan uang gaji dan tunjangan-tunjangan lain yang diberikan suami. Kemudian, sekitar 2015, dibangun rumah di tanah tersebut. (jks/aro)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *