33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Puasa, Jihad dan Kedamaian (2)

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – DALAM Alquran banyak digunakan kata jihad. Dalam bentuk perintah atau fiil madli atau  kata kerja perintah atau fiil amar, setidaknya ada sepuluh tempat, QS. Al-Baqarah: 218, Al-Maidah: 35, Al-Anfal: 72, 74, dan 75; at-Taubah: 20, 41, 86; al-Hajj: 78, dan QS. Al-Hujurat: 15. Apabila kita cermati secara saksama, perintah jihad tersebut lebih menunjukkan berjuang dalam arti menghidupkan ajaran agama Allah. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka otu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (AS. Al-Baqarah: 218).

Jika kemudian jihad dimaknai dan dilaksanakan dengan “bunuh diri” tentu orang yang berjihad itu akan “selesai” dan tidak lagi bisa berjihad karena dirinya harus “merelakan” dirinya “mati” bersama ledakan bom bunuh diri tersebut.

Selain itu, jika kita cermati ayat-ayat tentang perintah berjihad tersebut terdapat empat ayat yang memerintahkan berjihad dengan harta baru dengan jiwa. Misalnya, QS. At-Taubah: 41 sebagai berikut : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu asalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui” (QS. At-Taubah: 41).

Demikian juga QS. At-Taubah ayat 20 dan Al-Hujurat: 15 yang memerintahkan berjihad dengan harta. Mereka akan digolongkan ke dalam hamba-hamba-Nya yang benar (al-Shadiqun) atau orang-orang yang beruntung (al-Faizun).

Islam adalah agama kedamaian dan perdamaian. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Islam bukan agama teror, tidak agama terorisme. Karena itu, perlu kecerdasan untuk melihat dan menbamati fenomena yang muncul, terhadap berbagai fenomena aksi-aksi teror dan munculnya terorisme. Karena segala macam bentuk teror, terorisme, dan aksi-aksi untuk menyiapkan tenaga-tenaga muda kader “teroris” harus dihentikan. Karena tidak sesuai dengan pri kemanusiaan dan pri keadilan. Hidup adalah anugrah yang manusia tidak bisa memilih.

Karena itu, setelah kita mendapat anugerah, sudah seharusnya kita jaga semua keluarga, istri, dan anak untuk bisa tetap hidup nyaman, tenang, dan menjamin mereka tumbuh dan berkembang dewasa, syukur bisa menikmati kebahagiaan dunia dan akhirat nanti.

Semoga dengan ibadah puasa di bulan penuh cinta dan kasih sayang (rahmat), ampunan (maghfirah), dan dibebaskannya kita dari “panas” atau api neraka, kita mendapatkan pelajaran berharga, bahwa puasa adalah jihad melawan nafsu (syaithaniyah) kita untuk menjadi hamba-hamba Allah yang bertaqwa. Inilah satu-satunya bekal yang kelak akan membantu pertanggungjawaban kita di akhirat kelak. Selamat berjihad melawan hawa nafsu kita, kita ikuti perintah agama, karena itu semua adalah untuk diri kita sendiri, sebagai manusia. (*)

Guru Besar dan Direktur Pascasarjana UIN Walisongo & Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Parking Meter Masih Rawan Bocor, Pemkot Diminta Gandeng Jukir

SEMARANG - Rencana Pemerintah Kota Semarang yang akan memasang parking meter di beberapa ruas jalan dengan tujuan mengurangi kemacetan akibat parkir liar dan menambah...

Bayi Dalam Kandungan Dapat Didaftarkan JKN-KIS

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengimbau kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) agar mendaftarkan calon bayi sejak di dalam...

Fasilitasi Lulusan Dengan Job Fair

SEMARANG - Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, memfasilitasi lulusannya dengan  menggelar job fair, Mingu (14/5). Pada gelaran tersebut pihak Udinus menggandeng sekitar 37 perusahaan...

Siswi SMP IT PAPB Jadi Petugas Upacara

SEMARANG - Memperingati Hari Kartini, sebanyak 377 siswa serta 42 guru dan karyawan SMP Islam Terpadu PAPB yang beralamat di Jalan Panda Barat 44...

Hanyut dalam Romantisme Shrek

SALATIGA – Pentas drama ke-24 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) dengan lakon “Shrek” berhasil memukau ribuan penonton yang memadati Balairung...

Langka, Harga Cabai Tembus 90 ribu

PEKALONGAN-Jumlah cabai rawit atau yang akrab disebut cabai setan semakin langka. Dari hasil pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Pasar Banjarsari, tidak semua penjual...