33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Abu Tipis Selimuti Desa Krinjing

Gunung Merapi Meletus Lagi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Gunung Merapi kembali mengeluarkan letusan freaktif, Senin (21/5) sekitar pukul 01.25 WIB. Tapi kepulan asap kali ini tak setinggi pada Jumat (11/5) lalu yang mencapai 5.000 meter.

“Senin, 21 Mei 2018 pukul 01.25 terjadi letusan freaktif selama 19 menit dengan ketinggian asap 700 meter,” kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Triyono, Senin (21/5).

Triyono menjelaskan, suara letusan freaktif kali ini tidak terdengar dan getaran tidak terasa. Masih tergolong ringan atau hembusan saja, belum bisa dikatakan sebagai letusan magmatik.

Akibat letusan ini, hujan abu terjadi di daerah Srumbung, tepatnya dari Desa Ngargomulyo sampai wilayah Kradenan dan Kaliurang atau 15 kilometer dari Pos Pengamatan Sleman. Sementara di Pos Babadan Dukun, tak terlihat adanya hujan abu.

Kemudian pada pukul 09.30 WIB terjadi letusan freaktif susulan selama 6 menit. Dari pantauan CCTV Merbabu Badan Geologi, PVMBG Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, ketinggian asap mencapai 1200 meter, amplitudo maksimum 23 mm dan angin condong ke arah barat.

“Untuk yang freaktif susulan, dari pos Badadan memang tidak tampak. Justru, tampak terlihat jelas dari Pos Pengamatan Pos Selo Boyolali,” terangnya.

Kades Krincing Kecamatan Dukun, Ismail yang Desanya berada di lereng Merapi mengaku, pascaerupsi, terlihat adanya lapisan abu tipis di desanya. Tapi masyarakat umumnya tidak panik dan beraktivitas seperti biasa. “Kami begitu ada erupsi, kami langsung berkordinasi dengan perangkat desa, meminta warga untuk tetap waspada,” ucapnya.

Sementara itu, Babinsa Krincing Koramil Dukun Sertu M Kristiyanto mengatakan, sebagai upaya preventif, pihaknya bersama perangkat desa telah mendirikan pos evakuasi titik awal, yakni di Balaidesa Krincing. “Kami telah menyiapkan berbagai peralatan, logistik dan pendirian pos evakuasi,” jelasnya. (san/ton)

Berita sebelumyaPupuk Terus Nasionalisme
Berita berikutnyaOperasi Pasar di 21 Titik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Siapkan OP di 6 Pasar

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung bekerja sama dengan Perum Bulog akan menggelar operasi pasar (OP) beras di 6 pasar tradisional. OP untuk...

Tetap Utamakan Keluarga

SRIE Hardiena Nawangwulan, 29, hampir saban hari disibukkan dengan aktivitas pekerjaan yang padat. Cukup beralasan, karena selain sebagai ibu rumah tangga ia juga wanita...

Siap Luncurkan Kartu Kendal Smart

KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal berencana akan meluncurkan kartu Kendal Smart. Yakni kartu yang di desain sebagai alat pembayaran non tunai. Terutama untuk pembayaran...

Pertama Kali Lebaran di Ibu Kota Saya Menangis

Mudik merupakan salah satu tradisi yang kerap dilakukan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri tiba. Entah dari kapan awal mula tradisi ini berlangsung....

Akibat Pencairan Molor, dan Juknis “Abu-Abu”

RADARSEMARANG.COM - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMA/SMK/SLB 2017 di Jateng ternyata terdapat Silpa atau Sisa Lebih Penggunaan Anggaran.  Nilainya Rp 36,971 miliar atau...

Dana Terbatas, Fokus pada Skala Prioritas

BATANG-Pembangun di wilayah Kabupaten Batang akan menggunakan skala prioritas dan lebih fokus dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Lantaran anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terbatas. Hal tersebut terungkap...