dr Widoyono (IST)
dr Widoyono (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 190 ribu jiwa warga Kota Semarang telah tercover dalam program Universal Health Coverage (UHC) dan telah terdaftar di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“ Tiap bulan,  kita membayarkan premi sebanyak 190 ribu jiwa untuk keikutsertaan BPJS kesehatan sekitar Rp 4,5 miliar,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang,  dr Widoyono.

Dijelaskan,  Widoyono,  sampai saat ini warga Kota Semarang yang terdaftar di BPJS Kesehatan mencapai mencapai 90 persen. “Jadi masih kurang 10 persen yang belum terdaftar, saat ini banyak keluhan dari warga yang merasa lama untuk mendaftar ke program UHC,” ujarnya.

Menurut Widoyono, kendala tersebut biasanya terjadi karena nama warga sudah tercatat di BPJS, sehingga saat akan mau dimasukkan UHC tidak bisa. “Kendala lainnya yang bersangkutan menunggak dalam membayar iuran BPJS atau punya BPJS mandiri,” imbuhnya.

Sedangkan program UHC tersebut menjadi salah satu fondasi pembangunan Kota Semarang untuk menyediakan fasilitas kesehatan gratis. Sementara kuota UHC di Kota Semarang sebanyak 376 ribu jiwa. (den/zal)