32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Dinas Perdagangan Minta Pedagang Sesuaikan Harga

“Harga sembako di Supermarket lebih murah dari pasar tradisional. Tentunya ini akan menggiring masyarakat untuk membeli kebutuhan pokoknya ke supermarket”

Fajar Purwoto. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Harga sembako di supermarket dianggap lebih murah dari pasar tradisional. Kondisi tersebut akan menggiring masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok di supermarket.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, disela inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional dan sejumlah supermarket, Senin (21/5). Sidak dilakukan bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Bagian Perekonomian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan.

“Saya akan mengkomunikasikannya kepada pedagang pasar tradisional untuk dapat menyesuaikan harga, agar masyarakat mau belanja di  pasar tradisional,” kata Fajar.

Sidak menyasar tiga lokasi, yakni di Pasar Peterongan, Hypermart Javamall, dan Superindo di Jalan Dr Wahidin. Dari sidak ini, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, daging, gula pasir, minyak, hingga bumbu dapur terpantau tidak mengalami kenaikan harga dan memiliki stok yang cukup.

Sedangkan untuk daging ayam di Pasar Peterongan turun menjadi Rp 33 ribu perkilo dari sebelumnya Rp 35 ribu. “Sementara untuk daging ayam di swalayan justru lebih murah yakni sekitar Rp 31 ribu,” ujarnya.

Sementara itu, Buyer Hypermart Singgih Hendratno menyebutkan, untuk stok sembako ada peningkatan stok sebanyak 30 persen, sementara untuk kenaikan harga, justru banyak yang di bawah pasar karena penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah.

“Setidaknya kami melebihi beberapa stok dalam bulan Ramadan ini, salah satunya biskuit sama aneka minuman. Ini sudah menjadi agenda rutin kami pada saat ramadan dan jelang lebaran nanti,” ungkapnya.

Selain menyasar pada ketersediaan pangan dan harga sembako, dalam sidak juga mencari makanan yang mengandung zat berbahaya, makanan yang sudah kedaluarsa serta kemasan makanan yang sudah rusak untuk dimusnahkan. Hanya saja dalam sidak tidak ditemui makanan berbahaya dan kedaluarsa. (den/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here