Beranda Untukmu Guruku Tuntutan Guru Zaman ‘Old’ Hadapi Siswa Zaman ‘Now’

Tuntutan Guru Zaman ‘Old’ Hadapi Siswa Zaman ‘Now’

Others

RADARSEMARANG.COM – Sering kita mendengar istilah ‘anak zaman now’, ‘generasi micin’, ‘generasi milenial’, ‘anak-anak abad 21’ di berbagai kesempatan dengan tema beragam akhir-akhir ini. Istilah tersebut ternyata merujuk kepada kelompok generasi yang terlahir pada tahun 1990-an atau awal 2000-an. Kelahiran generasi ini bersamaan dengan lahirnya teknologi baru yang banyak berpengaruh pada pola pikir dan pola hidup. Generasi ini mengalami perubahan drastis dramatis. Salah satu perubahan yang nyata yaitu pergeseran budaya komunikasi dan akses informasi.

Generasi milenial juga menemukan gaya belajar baru yang tidak sama dengan generasi sebelumnya. Mereka membutuhkan pengalaman belajar yang lebih. Oleh karena itu dunia pendidikan melalui tenaga pendidiknya harus memenuhi tuntutan kebutuhan sesuai dengan zaman ‘now’, zaman digital global. Guru yang terlahir di zaman ‘old’ harus beradaptasi untuk bisa masuk dalam dunia anak-anak zaman ‘now’.

Guru sebagai tenaga kependidikan juga seharusnya mencipta gaya mengajar baru yang lebih efektif dan sesuai dengan gaya belajar, tuntutan kebutuhan, dan kemajuan zaman. Inilah saatnya guru harus melek teknologi, tidak lagi gaptek, gagap teknologi. Guru yang melek digital, bisa disebut guru zaman “now” (digital literate), sangat dibutuhkan untuk melayani anak-anak zaman ‘now’ pula. Guru harus terus belajar, merujuk pada program yang diundangkan UNESCO, Lifelong Learning (belajar sepanjang hayat) yang berupaya untuk memungkinkan setiap orang di seluruh dunia untuk dapat memanfaatkan potensi besar TIK untuk pembelajaran dan pemberdayaan diri.

Beberapa hal penunjang perlu diperhatikan untuk menjadi guru zaman ‘now’ atau guru yang melek digital. Di antaranya bukan hanya menguasai teknologi informasi, namun mencakup penguasaan kompetensi pengetahuan, keahlian dan perilaku yang melibatkan piranti digital sejenis smartphone atau telepon pintar, tablet, ipod, laptop dan lain sebagainya. Seperti yang Wikipedia rumuskan bahwa melek digital berarti menguasai sekumpulan kompetensi yang dibutuhkan dalam sebuah masyarakat ilmu yang digunakan untuk berkomunikasi, berekspresi, berkolaborasi, dan juga advokasi.

Poin penunjang utama dari guru milenial untuk menghadapi generasi milenial harus berwawasan luas, mahir IT dan harus bijak memanfaatkan piranti digital. Oleh karena itu, guru maupun siswanya harus memiliki keahlian dasar komputer sebagai basik pengembangan piranti digital. Jadi melek komputer (computer literacy) menjadi sangat penting karena informasi-informasi yang tersedia harus disajikan dengan komputer. Bagaimana menjelajah dunia maya, berkomunikasi melalui surel (e-mail), menggunakan power point dengan hyperlink dan sebagainya perlu dikuasai baik guru maupun siswanya.

Penunjang kedua untuk menjadi guru milenial yaitu media literacy. Guru dituntut mampu menelaah, mengolah, mengkritisi konten digital untuk memperoleh informasi yang sah, valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Belajar menggunakan media sosial dengan bijak, semisal membuat grup belajar di Whatsapp group, facebook, blog, dan sejenisnya untuk bisa terkoneksi dengan para siswanya sebagai wadah berbagi dan belajar kelompok dengan sumber situs belajar yang benar dalam kelas maya.

Kompetensi penunjang ketiga adalah kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Guru dituntut mampu mengolah informasi yang diperolehnya secara kritis dengan bekal wawasan luas sehingga masalah akan diselesaikan secara objektif dari berbagai sudut pandang dengan sumber yang valid. Berpikir kritis perlu dilatih dari dalam kelas. Apalagi kondisi sekarang dituntut guru berkemampuan membuat soal dengan tingkat berpikit tinggi (HOTS) sehingga juga harus bisa menyajikan proses pembelajaran yang membuat siswa terbiasa berpikir kritis.

Guru bukan sekadar menjadi penikmat produk yang sudah dicipta orang lain, tetapi guru zaman ‘now’ harus mau mencari, menganalisis, mengelaborasi, berinovasi, mengkritisi dan memberikan solusi yang tepat dan bijak, dan mencipta berbekal pengetahuan yang kita miliki. Lembar kerja siswa, modul, hand out, bukan lagi produk percetakan luar, namun karya sang Guru, sehingga siswanya pun akan bangga dengan gurunya.

Tantangan zaman akan terus berkembang, untuk membuat dunia pendidikan semakin maju. Oleh karena itu kini saatnya guru zaman ‘now’ harus terus meningkatkan kompetensinya, utamanya profesionalisme, dengan menguasai paling tidak empat penunjang di atas selain kompetensi kepribadian, pedagogik dan sosial. Semoga demikian.

SMA N 1 Sapuran, Kab Wonosobo.

Stay Connected

12,286FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here