Tanamkan Nasionalisme pada Prakarya dan Kewirausahaan

spot_img

RADARSEMARANG.COM – RASA dan jiwa nasionalisme adalah salah satu cara mempertahankan negara kita. Negara yang maju adalah negara yang mampu mensejahterakan masyarakatnya dan dapat terlihat dari tingkat  pengangguran rendah, pendapatan perkapita tinggi, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat dan pesat, industri dan jasa menjadi sektor perekonomian yang utama, menghargai waktu dan kesetaran gender dijunjung tinggi serta sistem pendidikan yang baik.

Perkembangan perekonomian yang sangat pesat dan diikuti dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, sehingga dapat mengubah gaya hidup masyarakat. Cara-cara tradisional mulai ditinggalkan dan beralih pada kehidupan yang lebih modern, serba teknologi dan digital. Perubahan tersebut yang kita kenal dengan era globalisasi, semakin tingginya tingkat persaingan pasar akan membawa dampak  bagi masyarakat, para wirausaha maupun bagi pemerintah. Untuk menghadapi era globalisasi yang mengarah pada pasar bebas yang merupakan sebuah wadah yang digunakan sebagai penampungan yang dihasilkan oleh setiap individu dengan landasan kebebasan tanpa adanya campur tangan pemerintah dan jajaran lainnya. Maka sangat dikhawatirkan nilai-nilai nasionalisme sebagai generasi muda akan luntur.

Seperti kita ketahui memasuki abad 21,  kemajuan teknologi yang pesat dan canggih telah memasuki berbagai sendi kehidupan, tidak terkecuali di bidang pendidikan. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa, dituntut memiliki kemampuan belajar mengajar di abad 21 ini. Sejumlah tantangan dan peluang harus dihadapi siswa dan guru agar dapat bertahan dalam abad pengetahuan di era informasi ini. Guru dan siswa, dosen dan mahasiswa harus lebih aktif dan dapat menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, sehingga siswa memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menciptakan produk. Oleh karena itu, pada jenjang pendidikan SMK, sesuai dengan kurikulum 2013 yaitu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, peserta didik harus memiliki creativative, communication, collaboration dan critical thinking yang di kenal dengan 4C. Peserta didik yang memiliki kreativitas, maka sumber daya yang ada di wilayahnya akan dikelola sesuai dengan kebutuhan  masyarakat yang ada di sekitarnya. Keberhasilan tersebut tentunya tidak terlepas dari adanya kolaborasi dan kerjasama yang baik terhadap pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya suatu kegiatan dalam menjalankan usahanya, serta  pola pikir  kritis pada siswa, yang akan memotivasi siswa untuk lebih banyak memunculkan ide-ide kreatif. Dalam proses pembelajaran ini, guru prakarya dan kewirausahaan dapat bekerjasama dengan wirausaha yang sukses.

Baca juga:   Netop School untuk Mengatasi Kenakalan Siswa pada Proses Pembelajaran Praktik di Laboratorium Komputer

Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Prakarya dan Kewirausahaan, dapat memilih model pembelajaran yang tepat, agar siswa termotivasi untuk berkarya menciptakan produk yang memiliki nilai estetika dan ergonomis, tanpa meninggalkan budaya setempat, dan siswa tetap memiliki jiwa nasionalisme.

Menanamkan jiwa nasionalisme pada diri siswa melalui mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan dapat diterapkan melalui pengamatan sumber daya yang ada di wilayah setempat dan kemudian direalisasikan dalam  menciptakan bentuk produk-produk kerajinan khas dari wilayah setempat, maupun siswa mengikuti lomba-lomba kewirausahaan yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga pendidikan maupun non pendidikan.

Pola pikir yang kritis dapat menentukan ide kreatif bahkan akan memotivasi siswa yang lainnya  untuk dapat menjalin kerjasama dan berkolaborasi dengan wirausaha-wirausaha yang sukses. Dengan keberhasilan siswa dalam menciptakan hasil karya,  maka siswa dapat menjadi generator di lingkungannya dan  secara otomatis upaya yang dilakukan oleh siswa dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sehingga  perkembangan teknologi akan membawa dampak positif  bagi siswa yaitu siswa lebih mudah dalam memperoleh informasi dan memasarkan produk kerajinan yang telah dibuatnya, siswa akan lebih selektif dalam menghadapi masuknya budaya asing, adat dan budaya bangsa Indonesia dapat dikenal oleh masyarakat internasional. Hal tersebut dapat mempengaruhi perkembangan perenomian di wilayah setempat bahkan perkembangan perekonomian negara dapat meningkat.

Baca juga:   Mudahnya Belajar Perbandingan melalui Metode Make a Macth

Hasil karya siswa berupa kreativitas dan inovasi yang bermanfaat  bagi dirinya maupun bermanfaat untuk orang lain bahkan masyarakat atau negara, merupakan bukti bahwa jiwa nasionalisme telah tertanam pada diri siswa. (tj3/2/ida)

*) Guru SMK Negeri 7 Semarang

Author

Populer

Lainnya