33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Pekerjakan Anak, Akan Dipenjarakan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan menindak tegas setiap orang yang mempekerjakan anak di bawah umur, gelandangan, dan pengemis. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 yang mengatur tentang Penanganan Anak Jalanan, Gelandangan dan Pengemis, mereka akan dikenai sanksi berupa kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang, Tommy Yarmawan Said, mengatakan, saat ini Dinsos gencar melakukan operasi bersama untuk menegakkan perda ini. Targetnya secepatnya Kota Semarang bebas dari anjal (anak jalanan) dan gepeng (gelandang dan pengemis).

Sementara terus menggencarkan operasi, Tommy mengimbau kepada masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam upaya mencapai Kota Semarang bebas anjal dan gepeng. Ia meminta agar masyarakat tidak memberikan sesuatu apapun kepada anjal dan gepeng di jalan umum dan traffic light.

Kepada warga yang memberikan sesuatu, dikatakan olehnya, ada sanksi yang cukup berat. Yakni, berupa pidana kurungan maksimal 3 bulan atau denda maksimal Rp 1 juta. ”Jadi yang memberi pun juga akan dikenai sanksi,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sampai saat ini, di sejumlah titik Kota Semarang memang masih terlihat anak di bawah umur yang melakukan aktivitas ekonomi di jalanan, salah satunya menjual koran. Sebut saja di kawasan Tugu Muda, di lampu merah Jalan KH Agus Salim Semarang, dan beberapa titik lainnya. Ironisnya, anak di bawah umur ini bekerja dengan diawasi orangtua mereka.

N, warga di daerah Barito mengaku sudah mempekerjakan anaknya sejak umur 4 tahun. Kini, anaknya sudah duduk di bangku kelas 2 SD. Sementara sang anak berjualan, ia menunggu dari kejauhan bersama anak bungsunya yang masih balita. ”Ini kakaknya juga jualan di Kartini (sekitaran Jalan Kartini, Red). Dia juga sepulang sekolah jualannya. Tapi karena udah agak gede saya nemeni yang di sini,” ujarnya.

Mengenai razia atau patroli yang dilakukan pemerintah, ia mengaku tidak begitu khawatir. Menurutnya, jika hanya berjualan koran, maka tidak akan terjaring oleh razia. Yang penting, tidak meminta-minta.

”Pokoknya kalau pakai rompi itu aman, dan hanya jualan koran saja. Asal jangan meminta-minta,” ujarnya sembari mengatakan bahwa setiap harinya anaknya bisa mengumpulkan uang sampai 50 ribu dari jualan koran. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemerintah dan DPRD Sepakat 6 Raperda Dibahas Lebih Lanjut dalam Pansus

WONOSOBO – Pemerintah dan DPRD sepakat enam raperda dibahas bebih lanjut dalam Panitia Khusus (Pansus). Hal ini menjadi kesepakatan dalam rapat paripurna yang digelar Rabu,...

Laga Tandang Serasa Kandang

PSIS Semarang telah melakoni dua kali laga tandnag yaitu laga perdana versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi pada 22 April lalu dan...

900 Siswa Ikuti Try Out Unas

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – SMP Muhammadiyah Muntilan menyelenggarakan try out ujian nasional (unas) yang diikuti sekitar 900 siswa SD/MI dari 7 kecamatan di Kabupaten Magelang,...

Bupati dan Pejabat Dicurhati Warga

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bertemu dengan warganya Bupati Batang Wihaji, wakilnya Suyono beserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, dicurhati warganya.  Hal tersebut terjadi saat...

Pertukaran Budaya Lewat Musik Jazz

SEMARANG – Musik bisa dijadikan sarana untuk melakukan pertukaran budaya antara dua negara. Seperti yang dilakukan Sekolah Nasional Karangturi Semarang yang bekerjasama dengan Pusat...

Polres Pekalongan Kota Rotasi Pejabat

PEKALONGAN - Polres Pekalongan Kota melakukan rotasi pejabat di lingkungannya. Sebanyak delapan perwira tersebut dirotasi sesuai surat Keputusan Kapolda Jateng nomor kep/1970/VIII/2017 tanggal 03...