31 C
Semarang
Sabtu, 28 November 2020

Ortu Pembuang Bayi Diburu

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pihak Polres Semarang masih mengejar pelaku pembuangan bayi perempuan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blondo Kecamatan Bawen. Kanit Reskrim Polsek Bawen Iptu Jafar Shodiq menjelaskan, dugaan sementara, bayi perempuan yang dibuang tersebut merupakan hasil hubungan gelap.

“Hasil dari pemeriksaan kita seperti itu. Ini kita masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” kata Jafar, Minggu (20/5).

Dikatakannya, bayi perempuan tersebut dibuang oleh orang tuanya di kontainer sampah dan akhirnya ditemukan di TPA Blondo. Mayat bayi perempuan tersebut ditemukan warga dalam posisi masih ada tali pusarnya.

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Ngali, 63, warga Desa Kandangan Kecamatan Bawen pada Sabtu (19/5) pagi. Ngali menemukan mayat bayi tersebut saat mencari sampah di TPA Blondo untuk didaur ulang. “Ketika memeriksa tumpukan sampah, saksi melihat bungkusan plastik yang cukup besar yang berada di atas tumpukan sampah,” katanya.

Bungkusan tersebut lantas dibuka. Betapa kagetnya, saat dibuka, ternyata bungkusan tersebut berisi mayat bayi perempuan.

Saksi lain, yang juga merupakan pemulung sampah di TPA Blondo, Ruwayah, 37, mengatakan jika saat ditemukan bayi tersebut sudah tidak bernyawa. “Sempat takut, karena kita kan kemarin sedang ngais-ngais sampah. Tidak tahunya malah nemu bungkusan mayat,” ujar warga Desa Kandangan Kecamatan Bawen tersebut. (ewb/ton)

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...