33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Kapan Waktu Berbuka Puasa?

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Warahmatullah Bapak Dr KH Ahmad Izzuddin MAg yang saya hormati, ada dua pertanyaan yang ingin saya sampaikan. Pertama, dalam Alquran dinyatakan: “ ….Kemudian sempurnakan puasa itu hingga malam hari,…” (QS Al–Baqarah [2]: 187). Apakah berbuka puasa itu sampai datangnya malam (gelap)? Sejauh pengetahuan saya, ada hadits yang menyatakan bahwa berbuka puasa hendaknya disegerakan bila sudah tiba waktunya, yakni Maghrib. Pendapat mana yang harus diikuti? Kedua, saya adalah seorang pegawai Aircrew. Saya bekerja di luar negeri dengan mengikuti pesawat. Saya menghadapi kesulitan sewaktu akan berbuka. Jika saya terbang dari Jakarta menuju Abu Dhabi pada kira-kira pukul 17:30, maka sekitar 45 menit lagi saya akan bisa berbuka puasa. Namun, karena sepanjang perjalanan saya masih melihat matahari, saya pun mempertahankan puasa saya dan menunggu hingga saya yakin bahwa matahri sudah terbenam. Waktu mana yang harus saya ikuti? Jika saya menunggu matahari terbenam, maka bisa tiga atau empat jam lagi saya baru bisa berbuka puasa. Jika saya mengikuti waktu Jakarta, maka saya hanya menunggu waktu 45 menit untuk berbuka puasa, padahal ketika itu matahari belum terbenam (bagi saya yang ada di pesawat) . Terimakasih atas jawabannya.

Muhajir  085869401xxx di Pedurungan

Waalaikumussalam Warahmatullah bapak Muhajir yang saya hormati dan dimuliakan Allah, Ikutilah keduanya, yakni Alquran dan Hadits Nabi. Yang dimaksudkan dengan malam dalam ayat di atas adalah saat matahari terbenam dan gelap menyelubungi angkasa. Saat itu adalah saat maghrib. Bukankah kegelapan malam tiba di waktu Maghrib ? Jadi, hadits itu menjelaskan maksud kata “malam”.

Dalam keadaan seseorang berada di suatu tempat yang tidak normal atau dalam perjalanan panjang yang menimbulkan kesulitan baginya, maka waktu puasanya diukur dengan waktu puasa daerah normal yang terdekat dengannya atau diukur dengan panjangnya waktu puasa di Makkah atau Madinah. Demikianlah fatwa Mufti Mesir, Jadd Al-Haqq. Untuk kasus bapak, karena jumlah jam puasa bapak akan sangat panjang sehingga menyulitkan bapak, maka bapak boleh berbuka puasa bukan di saat matahari terbenam dalam perjalanan pesawat, melainkan dengan memperkirakan jam puasa bapak di Jakarta. Tentu saja ini tidak berlaku, misalnya, jika bapak terbang dari Jakarta menuju Medan atau Ujungpandang. Sebab, jam puasa bapak yang bertambah itu masih dalam batas normal dan tidak menyulitkan. Demikian jawaban dari saya, semoga manfaat. Amiin. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenalkan Khasanah Budaya Lokal

TEMANGGUNG- Dua puluh kelompok kesenian dari 20 kecamatan di wilayah Kabupaten Temanggung unjuk kebolehan dalam Temanggung Night Culture (TNC), Sabtu (11/11) malam. Kegiatan perdana...

Dua Terduga Rampok Antarprovinsi Dibekuk

KENDAL—Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Jateng bersama Polres Kendal membekuk dua terduga pelaku perampokan. Kedua pelaku yang menumpang truk trailer tersebut, disergap petugas...

Tit-for-Tat Setelah Telat 30 Menit

Oleh: Dahlan Iskan Hanya karena telat 30 menit. Harus bayar Rp 100 miliar. Betapa mahal perang dagang ini. Antara Amerika dan Tiongkok sekarang ini. Yang telat...

Bupati Minta Pertahankan Permainan Tradisional

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengajak anak-anak Pramuka peserta Pesta Siaga bermain dengan permainan tradisional, Minggu (5/3) kemarin. Yakni permainan dengan menggunakan media...

Ajak Investasi dengan Pawai

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pameran potensi daerah yang disuguhkan lewat pawai mobil hias berlangsung unik dan meriah, Minggu (19/8). Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari...

Ganjar Tertinggi, Bibit Satu Digit

SEMARANG – Nama petahana Ganjar Pranowo masih memiliki elektabilitas tertinggi dari survey internal yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Jateng. Dari survey indepth reporting yang...