32 C
Semarang
Rabu, 16 Juni 2021

Para Orang Tua Tak Malu Belajar Alif Ba Ta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Meski usia sudah tua, belasan warga Kampung Bringin Timur RT 4 RW 10, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, tetap semangat belajar membaca. Untuk mengisi malam bulan Ramadan, mereka belajar membaca huruf Arab hijaiyah atau alif ba ta.

Para orang tua itu tak malu mengaji layaknya belajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA), meski lidah dan pengucapan huruf dan bacaan Iqro-nya masih terbata-bata. Para orang tua ini tetap memiliki semangat untuk bisa. Tak hanya belajar membaca, mereka juga membuka kajian mengenai tata cara bersuci, wudhu, salat dengan benar, hingga bacaan doa. Uniknya, gurunya adalah tetangga sendiri yang sudah bisa mengaji.

“Awal diadakan pengajian membaca Iqro’ bermula dari kebiasaan nongkrong bareng. Bahkan begadang sambil ngopi. Beberapa warga ada yang menyampaikan masukan dan keinginan agar ada kegiatan positif,” kata Ketua RT, Ragil Santoso, kemarin.

Akhirnya muncullah ide pengajian membaca huruf hijaiyah sebagai tahap awal atau dasar untuk bisa membaca Alquran. Ternyata selama ini masih banyak warga yang buta huruf hijaiyah. “Kegiatan ini tidak hanya menyambut bulan Ramadan. Sebetulnya telah dimulai sejak tiga bulan lalu. Awalnya hanya diikuti empat orang saja. Lambat laun semakin banyak atas kesadaran sendiri,” katanya.

Bahkan mereka tidak merasa malu meski usia tidak muda lagi. “Khusus bulan Ramadan, pengajian diadakan malam setelah salat tarawih berjamaah,” katanya.

Salah satu warga, Waluyo mengaku senang dan tidak merasa malu untuk belajar membaca huruf hijaiyah. “Saya justru senang karena masih diberikan kesempatan. Apalagi belajarnya bersama tetangga sendiri. Dengan begitu tidak ada rasa minder, sungkan, maupun malu,” katanya.

Belajar huruf hijaiyah kalau sudah tua akan malu. Sebab pada umumnya mengaji huruf hijaiyah bagi anak usia sekolah dasar. Bahkan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Tapi tidak ada kata terlambat,” katanya.

Begitupun warga lain, Pranoto, menyampaikan serupa. Ia bersama warga lain tetap semangat belajar meski usia sudah tua. “Justru hal seperti ini menginspirasi bagi warga lain agar tetap belajar. Selain itu memupuk rasa guyub, rukun, bersama warga sekitar,” katanya. (amu/ida)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here