33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Trotoar Jalan Sosrokartono Mendesak Diperbaiki

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Kondisi trotoar di sepanjang ruas Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kota, Kudus memprihatinkan. Pasalnya, trotoar rusak parah tidak sedikit susunan paving blok yang hilang. Selain itu, bentuknya sudah bergelombang kerap menjatuhkan pejalan kaki.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kudus kerusakan trotoar juga terlihat di sebelah timur makam yang berada di Jalan Sosrokartono. Disana trotoar tampak sudah bergelombang, beberapa susunan paving blok sudah hilang. Parahnya, juga ada lima lubang yang dibiarkan menganga.

Ketika melihat kedalam lubang bisa melihat saluran gorong – gorong yang berada di bawah trotoar. Jika pejalan kaki yang melintas tidak hati – hati maka bisa terperosok ke dalam lubang. Sehingga pejalan kaki lebih memilih berjalan disamping trotoar dari pada di trotoar.

Seperti yang dilakukan, Ivan, 34, mengaku, khawatir terjatuh dan terperosok jika berjalan di trotoar tersebut. ”Trotoarnya kurang baik. Kalau saya berjalan di atas (Trotoar, red) bisa jatuh. Jadi lewat samping saja jadi tidak khawatir,” ungkap warga asal Desa Sunggingan, Kecamatan Kota, Kudus ini.

Salah satu warga setempat Reni, 58, mengatakan, kurang lebih sudah ada tujuh tahun trotoar di jalan sosrokartono tidak ada perbaikan. ”Mulai 2011 sudah tidak ada perbaikan sampai sekarang,” paparnya.

Padahal, lanjutnya, trotoar sudah banyak yang rusak. Bentukanya sudah bergelombang dan banyak paving yang hilang. ”Bisanya kalau ada anak – anak yang lari di trotoar jatuh karena tersandung paving trotoar yang tidak rata,” bebernya.

Warga Desa Kaliputu, Kota itu juga menyampaikan, selama ini perawatan trotoar hanya dilakukan warga setempat. Dengan membersikan trotoar bahkan ada yang menambalnya.

Hal senada juga disampaikan Rukan, 47, mengatakan, sejak 2011 belum ada perbaikan sampai sekarang. Dia menyayangkan hal itu karena trotoar kerap dimanfaatkan warga untuk jalan kaki.”Kalau diperbaiki jangan seperti trotoar yang Jalan Kota. Karena trotoarnya licin dan terlalu tinggi. Kalau bisa yang tidak licin,” katanya. (ruq/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Tuntaskan 12 Mandat Rakyat Kabupaten Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Dalam dua tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan, KH Asip Kholbihi SH M.Si dan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Ir Arini Harimurti di Kabupaten Pekalongan, sejak...

295 Ha Lahan Perhutani Ditanami Kopi oleh Warga

TEMANGGUNG—Lahan seluas 295 hektare di kawasan hutan milik Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung, akan ditanami pohon kopi oleh warga sekitar hutan....

Terjang Larangan, Tak Peduli Risiko

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG— Kondisi lalu lintas di Jalan KH Agus Salim dan Kauman cukup krodit. Badan jalan menyempit. Salah satu penyebabnya Pedagang Kaki Lima (PKL)...

Pemilih Batang Bertambah

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Jumlah pemilih dalam Pemilu 2019 di Kabupaten Batang meningkat dibandingkan pemilih dalam Pilgub Jateng 2018 lalu. "Rekapitulasi daftar pemilih tetap hasil perbaikan...

1468 Kader Siap Jadi Relawan

SEMARANG – Sebanyak 1468 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Jawa Tengah digembleng menjadi relawan kemanusiaan selama tiga hari dalam agenda Kemah Bakti Nusantara (Kembara)...

Selidiki Mayat di Irigasi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Polres Magelang masih menyelidiki penyebab kematian Sutarmin, 32, warga Dusun Kembangan RT 02/RW 16, Desa Sumberejo, Kecamatan Mertoyudan. Diperoleh informasi, mayat Sutarmin...