33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Konsumen D’paragon Minta Uang Kembali

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Sejumlah konsumen PT D’paragon Labbaika Utama meminta uang yang telah dibayarkan untuk dikembalikan. Sebab, sejak tahun 2015, apartemen yang direncanakan berdiri di Jalan Setiabudi Semarang, hingga kini tidak kunjung dibangun.

Bob Horo, kuasa hukum salah satu konsumen D’paragon mengatakan, proyek tersebut merupakan proyek yang cukup panjang, namun hingga saat ini tidak ada penyelesaian secara konkrit. ”Sampai ada desas-desus bahwa proyek ini dibeli PT Pembangunan Perumahan (PP) salah satu BUMN. Konsumen diberi ganti proses peralihan unit di Alton,” jelasnya saat mendampingi sejumlah konsumen menemui pihak manajemen D’paragon, Sabtu (19/5) kemarin.

”Tapi, hingga kini nggak ada peralihan, juga tidak ada pengembalian uang,” imbuhnya.

Mengenai peralihan unit, ada sebagian konsumen yang mau. Namun tidak sedikit pula yang menolaknya. Sebab, masih ada sejumlah persoalan yang harus diselesaikan pihak manajemen  ”Untuk menempati Alton pun, belum dimungkinkan. Itu masih di awing- awang,” ungkap Bob.

Karenanya, sejumlah konsumen meminta untuk bertemu pihak manajemen. Mereka meminta pertanggungjawaban atas kewajiban yang telah mereka lakukan. ”Kami minta pertemuan dengan manajemen untuk memenuhi hak kami, tapi malah diinformasikan mengenai permasalahan-permasalahan internal mereka,” ujarnya.

”Mengenai masalah internal silahkan diselesaikan, tapi kembalikan hak kami. Jangan merugikan masyarakat. Karena kami sudah melakukan kewajiban membayar,” tandasnya.

Dalam pertemuan yang dilakukan, pihak manajemen mengatakan yang bertanggung jawab atas persoalan dengan total kerugian sebesar Rp 30 miliar ini adalah direktur lama. Pihak manajemen mengatakan, saat mengundurkan diri, direktur lama membawa sejumlah dana Rp 23 miliar dan hanya menyisakan Rp 7 miliar untuk operasional manajemen. Untuk persoalan ini, sejumlah konsumen ingin dipertemukan langsung dengan direktur lama demi mengetahui kebenarannya.

”Kami mengejar solusi konkrit, tapi hingga kini tidak ada. Sampai sekarang kami terkatung-katung. Karena ada tempat tapi tidak dibangun. Justru mereka melakukan perjanjian dengan PP dimana ada alas hak konsumen. Saya kira, itu batal demi hukum, karena ada hak konsumen yang melekat pada tanah tersebut,” jelasnya.

Meskipun ada kabar sejumlah konsumen telah melaporkan persoalan ini, bahkan ada yang menggugat secara perdata, sejumlah konsumen yang melakukan pertemuan dengan pihak manajemen memutuskan untuk menyelesaikan secara musyawarah. ”Harusnya dikembalikan dengan uang tunai. Karena dengan unit pun masih bermasalah. Kalau tunai akan selesai,” ujar Bob.

Sani Gunawan, dari pihak manajemen belum bersedia memberikan keterangan kepada media. Namun ditegaskan olehnya, pada intinya pihaknya memiliki itikad baik untuk menyelesaikan persoalan ini. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pola Komunikasi Keluarga Harus Baik

SALATIGA—DPD PKS Kota Salatiga menggelar seminar dengan tema ‘Revitalisasi Cinta untuk Sinergisitas dalam Dakwah’ di Kantor DPD PKS Kota Salatiga, Sabtu (16/12). Sebagai narasumber...

Mahasiswa IAIN Ikuti Nacoss III di Malaysia

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menjadi peserta pada National Conference on The Sciences and Social Sciences (Nacoss) ke-III yang...

Tangkal Radikalisme, Gelar Program Menginap di Ponpes

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Program menginap dua malam dalam sepekan di sejumlah pondok pesantren (ponpes) oleh Polres Semarang bertujuan untuk tangkal paham radikalisme. Kapolres Semarang,...

Guru Zaman Now Sahabat Siswa Bermasalah

RADARSEMARANG.COM - DI era globalisasi dan teknologi, profesionlisme seorang guru sekarang ini semakin penuh tantangan sesuai dengan tuntutan zaman now. Secara normatif peran guru...

Gemayur Gerimis Ciptakan SDM Berkualitas

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan HM Saelany Machfudz mencanangkan gerakan makan sayur (gemayur), gerakan minum susu (gerimis), makan telur dan buah. Gerakan yang diharapkan bisa...

Cegah Sabotase, Cek Rel Kereta Api

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang banyak digunakan masyarakat pada masa liburan Natal dan Tahun Baru ini. Untuk memastikan...