33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Terorisme dan Perjumpaan Sosial

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – DI tengah menyeruaknya kembali aksi-aksi terorisme yang mengguncang beberapa wilayah di Indonesia dan di tengah perdebatan tentang strategi apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini, mungkin kisah hidup Ali Fauzi, salah satu dari empat bersaudara (Amrozi, Mukhlas, dan Ali Imron) yang terlibat dalam aksi bom Bali I (12 Oktober 2002), dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk mencari cara yang beradab dalam menyelesaikan masalah terorisme di negeri ini.  Kini Ali Fauzi telah menjadi manusia baru, bukan lagi negara di bawah panji khilafah yang ia suarakan, bukan kebencian terhadap liyan, bukan pembenaran menumpahkan darah mereka yang dianggap kafir dan murtad, tapi ia menyuarakan ajakan kepada Islam yang mengajarkan welas asih kepada sesama. Dengan Lembaga Swadaya yang didirikannya, Ali Fauzi gigih berdakwah mengajak narapidana terorisme untuk menghentikan aksi teror mereka (Cholil, 2018)

Proses seperti apa yang membawa Ali fauzi kepada kehidupannya yang sekarang? Meminjam istilah Haryatmoko (2003), “Perjumpaan” yang telah mengubah hidup Ali Fauzi. Perjumpaannya dengan seorang petinggi polisi yang membantunya berobat ke rumah sakit telah menghilangkan pandangan negatifnya tentang polisi. Perjumpaan dengan korban-korban bom JW Marriot Jakarta di Irlandia telah meluruhkan hatinya  dan menyadarkannya bahwa aksi yang dulu ia anggap sebagai iman ternyata telah menghadirkan penderitaan tak terperi bagi mereka yang menjadi korban (Cholil, 2018).

Bukan ceramah, khutbah, petuah yang mengubah jalan hidup Ali Fauzi tapi “perjumpaan-perjumpaan” dengan sesama manusia yang telah mengubah hidup mantan teroris itu. Perjumpaan-perjumpaan ini bisa jadi merupakan wujud kongkrit dari strategi disengagement dalam upaya deradikalisasi (Huda, 2018) yang mengandaikan upaya deradikalisasi tidak dimulai dengan mengubah cara pandang (cognitive) teroris akan tetapi melalui perubahan perilaku (behavior) dan perubahan perilaku ini dilakukan dengan menciptakan ruang-ruang pertemuan mantan anggota jaringan teroris dengan masyarakat pada umumnya.

Strategi disengagement melalui penciptaan ruang-ruang perjumpaan ini layak untuk dipertimbangkan karena paham radikal, sempit dan paham pembenaran penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan konflik di antara kelompok yang berbeda cenderung menguat di tengah masyarakat yang pengelompokkan sosialnya kental dan minim perjumpaan sosial. Dalam situasi seperti ini konsep in-group dan out-group atau dalam bahasa arab minna (kelompok kita) dan minhum (kelompok mereka) cenderung menguat dan pada akhirnya akan tumbuh subur prasangka negatif antara yang satu dan yang lainnya. Prasangka ini akan menjadi bara yang tinggal menunggu pemantik untuk dapat membakar dan menghanguskan.

Dalam konteks ini, Ramadan menjadi momentum penting untuk mendorong menguatnya perjumpaan antara kelompok sosial yang beragam di Indonesia. Puasa yang menjad syariat utama bulan Ramadan menekankan spirit menahan diri dari perbuatan yang merusak, spirit membangun empati dan solidaritas sosial menjadi nilai-nilai penting untuk mendorong perjumpaan sosial yang lebih massif untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Perjumpaan sosial ini juga menjadi perwujudan akan konsep ta’aruf (mengenal) sebagaimana tertuang di dalam surat Al Hujurat (10) yang berbunyi “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa.” (*)

Dosen Fakultas Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UIN Walisongo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pemkot Tak Boleh Antikritik

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekretaris Daerah Kota Magelang, Sugiharto meminta kepada pejabat di lingkungan Pemkot Magelang dapat memanfaatkan perkembangan teknologi informasi secara baik. Salah satunya untuk...

Karaoke Tutup Sebulan Penuh Selama Ramadan

WONOSOBO – Pemilik usaha karaoke di Wonosobo harus siap-siap menganggur sebulan penuh menjelang Lebaran. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 3 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan...

Minim, Baru 10 Pendaftar

MAGELANG–Sepuluh pelamar pendaftar calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam), baru mengembalikan berkas pendaftaran pada Kamis (7/9) sore kemarin. Pengembalian berkas dilakukan di sekretariat Panwaslu. Jumlah...

Perluasan Lahan Parkir Poncol, PKL Digusur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Stasiun Poncol pasrah saat tempat jualan mereka dipagar seng. Mereka tak melakukan perlawanan, dan tetap berjualan...

Digital Economy dan Pusaran Disrupsi

RADARSEMARANG.COM - Tata ekonomi telah bergeser menuju pada tata ekonomi baru yang disebut dengan digital economy, yaitu tata ekonomi yang didasarkan pada ilmu pengetahuan,...

Mengatasi Kejenuhan Pasangan

­Tanya dr Andi: Dok, saya sudah menikah 13 tahun, sekarang ini sudah sering mengalami rasa jenuh saat hubungan dengan suami. Bagaimana cara mengatasinya dok? Terimakasih. A...