33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Target Parkir Naik 400 Persen

Tekan Kebocoran, Tertibkan Jukir Liar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Persoalan kemacetan di Kota Semarang, salah satunya disebabkan oleh parkir sembarangan, khususnya parkir liar. Selama ini, pemkot telah menindak pelaku parkir liar ini. Hanya saja, kebiasaan parkir secara sembarangan masih tetap dilakukan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi megatakan, saat ini banyak pertokoan, mal, halaman rumah yang bisa dimanfaatkan sebagai kantong-kantong parkir. Tinggal dikomunikasikan dengan Pemerintah Kota Semarang. Selain itu, saat ini pemkot juga sedang mengoptimalkan lahan pemerintah untuk dijadikan tempat parkir.

”Kita sedang lelang, di gedung Dinas Kesehatan Kota di Jalan Pandanaran, di situ kan krodit sekali. Hari ini (kemarin) kita bangun gedung itu menjadi 10 lantai. Sisanya 6 lantai untuk tempat parkir. Supaya orang yang belanja di pusat oleh-oleh Pandanaran bisa parkir di gedung ini,” jelas Hendi.

”Kalau sudah disiapin di situ dan masih parkir di depan toko oleh-oleh ya berarti mereka sudah tidak ada perjuangan agar kotanya tertib,” tambahnya sembari menekankan bahwa untuk mengatasi persoalan parkir dibutuhkan kesadaran bersama.

Sedangkan di titik yang rawan terjadi kemacetan, yakni di jantung Kota Semarang, pemerintah kota telah berencana membangun lahan parkir di bawah Lapangan Simpang Lima. Saat ini, rencana pembangunan ini sudah sampai pada tahap DED. Pemerintah akan membangun parkir ini tahun depan jika memiliki dana yang cukup. ”Kalau nggak ya tahun 2020. Tidak masalah agak lama, yang penting ada solusi. Lebih baik kan melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali,” katanya.

Dinas Perhubungan telah melakukan identifikasi titik-titik parkir di Semarang yang rawan menimbulkan kemacetan. Mengenai parkir liar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, M Khadik, akan menindak tegas parkir yang tidak berizin. ”Ada parkir resmi dan tidak resmi. Sementara untuk yang resmi terbagi menjadi dua, yakni izin yang masih berlaku dan izin kedaluwarsa. Ini juga yang akan kami tertibkan,” tegasnya.

Tindak tegas pada persoalan parkir ini bukan tanpa sebab. Khadik menjelaskan, parkir merupakan salah satu potensi pendapatan daerah yang luar biasa. Untuk itu, Khadik akan mengeliminir tingkat kebocoran pajak parkir agar dapat memaksimalkan pendapatan Kota Semarang. ”Hal ini seiring dengan dinaikkannya target parkir hingga 400 persen. Dari sebelumnya Rp 4 miliar kini menjadi Rp 15 miliar,” jelasnya.

”Tentu bukan hanya untuk memaksimalkan pendapatan. Kita juga ingin mengatasi persoalan kemacetan di Semarang,” tandasnya.

Sementara itu, DPRD Kota Semarang kembali menyoroti tidak maksimalnya sistem pengelolaan parkir di Kota Semarang. Ketidaktegasan dalam pengelolaan retribusi parkir ini menguatkan bahwa terjadinya dugaan kebocoran PAD parkir di Kota Semarang tidak mendapatkan penanganan serius. Padahal dalam praktiknya, parkir di Kota Semarang memiliki potensi PAD yang luar biasa besar. Bahkan masyarakat kerap mengeluhkan masih banyaknya juru parkir nakal yang memungut tarif parkir mahal atau tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Sektor parkir umum ditargetkan menyumbang PAD Rp 4 miliar pada 2017 lalu. Hanya saja, target tersebut tidak tercapai dan hanya mampu menyumbang Rp 2,5 miliar saja,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, kemarin.

Hal itu, kata dia, menguatkan dugaan bahwa masih terjadi kebocoran retribusi parkir yang besar. Ia mengaku tidak habis pikir mengapa parkir umum yang seharusnya memiliki potensi pendapatan besar malah justru jauh dari target penerimaan PAD yang ditentukan. “PAD dari parkir umum di Kota Semarang seharusnya bisa mencapai kurang lebih Rp 20 miliar dalam setahun,” katanya.

Supriyadi mendesak, agar Dinas Perhubungan Kota Semarang serius melakukan penataan dengan melakukan terobosan-terobosan. Hal itu agar bisa memutus mata rantai praktik yang mengakibatkan kebocoran pendapatan parkir. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh, mulai sistem kerja juru parkir, pemilik area parkir, dan petugas penarik retribusi baru.

“Perlu terobosan, misalnya pemberlakuan sistem parkir berlangganan. Saya yakin, kalau diberlakukan parkir berlangganan, pendapatan parkir bisa mencapai Rp 20 miliar,” tandasnya.

Supriyadi menambahkan, bisa saja diberlakukan sistem parkir berlangganan. Misalnya, diterapkan bagi pemilik kendaraan asli Kota Semarang. “Setiap warga Kota Semarang yang memiliki kendaraan cukup membayar sekali saja biaya parkir dalam setahun. Sistem pembayarannya dibarengkan dengan pembayaran pajak kendaraan. Itu parkir umum, harus dibedakan dengan parkir khusus,” katanya.

Dikatakannya, adanya dugaan kebocoran retribusi parkir sudah menjadi sorotan sejak lama di DPRD Kota Semarang. Sebab, hampir setiap tahun PAD parkir selalu saja tidak mampu mencapai target. Padahal potensi pendapatan parkir dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Sedikitnya, di Kota Semarang ada 1 juta motor dan 500.000 mobil. Dalam satu hari, jika satu motor ditarik retribusi Rp 1.000 untuk sekali parkir, maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar. Sedangkan retribusi untuk mobil Rp 2.000, maka sudah ada penerimaan Rp 1 miliar. Itu baru satu hari. Kalau satu bulan tinggal dikalikan 30 hari. Potensinya sangat besar,” bebernya.

Mengenai adanya usulan diterapkannya parkir berlangganan, Kadishub Khadik mengaku hal tersebut masih proses pengkajian. “Jika berdasarkan hasil kajian menunjukkan lebih efektif, tentunya tidak menutup kemungkinan bisa diterapkan,” katanya.  (sga/amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menelusuri Jejak Terduga Teroris yang Tewas di Tuban, Jatim

Empat dari enam terduga teroris yang ditembak mati petugas Polda Jatim dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat terjadi baku tembak di perkebunan Desa...

ABG Pembunuh Meta Divonis 10 Tahun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Vonis cepat dijatuhkan kepada otak pembunuhan terhadap Meta Novita Handhayani, 38, istri pejabat Bank BRI, warga Jalan Bukit Delima B9 No...

Gaji Nunggak, Buruh Demo

TEMANGGUNG—Puluhan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kabupaten Temanggung berunjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten...

Kehumasan Harus Ikuti Tren

BAGI Ayang Fitrianti, staf Humas di Universitas Semarang (USM) tantangan profesi kehumasan atau Public Relation (PR), harus bisa mengikuti tren atau budaya manusia pada...

Waduk Jatibarang Suplai Air Baku di Tiga Kecamatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Waduk Jatibarang di Kecamatan Gunungpati, Semarang diharapkan bisa untuk menyuplai kebutuhan air baku untuk tiga kecamatan di wilayah Semarang Barat, Ngaliyan...

Tim SS Tuding KPU Memperlambat APK

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meskipun sempat diprotes dan ramai diberitakan di media massa, persoalan Alat Peraga Kampanye (APK) tak kunjung cepat diselesaikan oleh Komisi Pemilihan...