Mengembangkan Kreativitas dan Percaya Diri Siswa Melalui Tugas Proyek

spot_img

RADARSEMARANG.COM – KREATIVITAS dan percaya diri merupakan dua dari beberapa karakter yang perlu dikembangkan dalam diri siswa. Kreativitas siswa dapat dikembangkan memalui aktivitas siswa yang dirancang oleh guru sebagai bentuk pembelajaran mandiri atau berkelompok dalam tugas proyek. Dalam pemberian tugas proyek, guru harus mampu mengarahkan kegiatan yang dilakukan oleh siswa itu menjadi kegiatan yang menarik, memberi kesempatan siswa untuk berimajinasi dan bereksplorasi. Kreativitas siswa dapat dilihat dari cara siswa mengkaitkan pengetahuan-pengetahuan yang diperolehnya dalam proses belajar di sekolah dan penerapannya dalam pelaksanaan tugas proyek. Siswa yang kreativ akan selalu berusaha dan mencoba agar hasil akhir sesuai dengan apa yang diharapkan. Jika dalam pelaksanaan tugas proyek menemui kendala yang berakibat pada hasil akhir yang menyimpang, maka ia akan mencoba kembali dan berusaha mengatasi kendala tersebut yang kemudian akan dicatat dan dijelaskan dalam hasil akhir pengerjaan tugas proyek tersebut.

Pengembangan karakter percaya diri pada siswa melalui tugas proyek dapat dilakukan dengan memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan pelaporan dan mempresentasikan hasil pelaksanaan tugas proyek dihadapan teman-teman sekelas serta guru sebagai penilainya. Dalam pengembangan karakter percaya diri pada siswa, guru diharapkan mampu memberikan penilaian positif terhadap hasil kerja siswa. Guru memberikan ulasan yang bersifat membangun dan tidak menyalahkan hasil kerja siswa. Dengan demikian siswa akan selalu termotivasi dan lebih percaya diri untuk bereksplorasi dan berimajinasi pada pengetahuan-pengetahuan yang dipelajarinya.

Baca juga:   Aktif Kolaboratif dalam Belajar Raungan dengan Media PCR

Guru sebagai fasilitator merancang aktivitas siswa yang dikemas dalam tugas proyek melalui lembar kegiatan siswa. Guru juga harus mampu merancang alokasi waktu yang diberikan pada siswa dalam pelaksanaan tugas proyek. Alokasi waktu pelaksanaan tugas sebaiknya tidak terlalu singkat dan tidak terlalu lama. Pembatasan alokasi waktu pelaksanaan tugas proyek diperlukan untuk menilai motivasi siswa dalam pengerjaan tugas proyek tersebut. Selain itu pembatasan alokasi waktu diharapkan mampu memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi pada pengetahuan yang diperolehnya dan menerapkannya pada tugas proyek serta persiapan siswa dalam pembuatan laporan dan pemaparan dari hasil kegiatan. 

Sekolah sebagai pusat perubahan perlu mengupayakan secara sungguh-sungguh pendidikan yang berbasis karakter. Pendidikan karakter dikembangkan di sekolah melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh komponen sekolah. Sasaran utama pendidikan karakter adalah siswa dengan tujuan untuk membentuk pribadi-pribadi yang mencerminkan karakter bangsa. Pendidikan karakter yang dikembangkan di sekolah tidak menjadi sebuah mata pelajaran sendiri namun disisipkan dalam mata pelajaran yang sudah ada dan dilengkapi dengan sistem penilaian pendidikan karakter.

Baca juga:   Kurikulum 13 Hebohkan Sekolah

Pemberian tugas proyek merupakan salah satu cara yang dapat dilaksanakan oleh sekolah melalui guru dalam pelaksanaan pengembangan pendidikan karakter pada siswa. Sekolah dapat memberikan apresiasi pada hasil tugas proyek yang dilaksanakan oleh siswa melalui ajang pameran hasil pendidikan dimana hasil kerja siswa dipajang dan dipaparkan pada pengunjung. Melalui tugas proyek sekolah mampu menumbuhkan dan mengembangkan karakter kreativitas dan percaya diri sehingga mampu menciptakan individu-individu yang mencerminkan kepribadian bangsa yang maju. (igi1/aro))

Guru SMP Negeri 3 Salatiga

Author

Populer

Lainnya