33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Mencipta Iklim Kompetitif Peserta Didik

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Pelajaran IPS sangat penting bagi peserta didik. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.. Melalui pelajaran IPS, peserta didik mengenal perannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Tetapi sayangnya,isi pelajaran IPS seringkali tidak konkret, sehingga tidak mudah bagi peserta didik untuk mengerti materi pembelajaran. Sebagai contoh misalnya materi “Semangat Kerja”. Materi “Semangat Kerja” memiliki dua Kompetensi Dasar. Yaitu, mengenal jenis-jenis pekerjaan dan memahami pentingnya semangat kerja. Mengenal jenis-jenis pekerjaan mudah dilakukan peserta didik karena peserta didik melihat langsung berbagai profesi yang ada di sekitarnya. Tetapi memaknai semangat kerja seperti pentingnya memiliki pengetahuan lebih dan tetap jujur dalam berwirausaha, telaten berkerja tengah malam sebagai perawat, dan tidak gentar karena panas terik matahari dan gagal panen bagi petani cukup sulit dimengerti. Peserta didik belum pernah memiliki profesi pekerjaan dan merasakan bekerja.

Oleh karena itu, membuat pelajaran IPS menjadi menarik wajib bagi guru, agar peserta didik dapat memahami materi pelajaran. Mencipta iklim kompetitif menjadi salah satu alternatif agar peserta didik bisa termotivasi untuk menjadi yang terbaik diantara teman sebaya dengan mempunyai pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran IPS.

Mencipta iklim kompetitif dalam proses pembelajaran IPS bukan berarti bersikap individualis dan tidak menghiraukan lingkungan dalam hal ini adalah teman sebaya. Akan tetapi mencipta iklim kompetitif ini adalah menuntun peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan belajar IPS secara optimal. Peserta  didik dibimbing untuk mempunyai daya juang yang kuat dalam belajar karena dalam setiap jerih payah dengan penuh kesungguhan akan menuai hasil yang memuaskan. Peserta didik bertanggung jawab terhadap diri dan dimotivasi untuk memperoleh hasil belajar IPS yang maksimal dan mampu bersaing dalam hal prestasi dengan teman sebaya.

Dengan adanya iklim kompetitif, maka peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu dengan iklim kompetitif.

Dalam mencipta iklim kompetitif maka peserta didik diharapkan mampu mengembangkan aspek pengetahuan dan pengertian, aspek sikap dan nilai  serta aspek keterampilan pada diri peserta didik. Iklim kompetitif dalam proses pembelajaran membuat peserta didik berpartisipasi aktif dan berlomba-lomba memenuhi tujuan pembelajaran sesuai arahan guru.

Siap berkompetisi di masa mendatang. Semoga. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...