Mencipta Iklim Kompetitif Peserta Didik

spot_img

RADARSEMARANG.COM – Pelajaran IPS sangat penting bagi peserta didik. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial. Pada jenjang SMP/MTs mata pelajaran IPS memuat materi Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi.. Melalui pelajaran IPS, peserta didik mengenal perannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Tetapi sayangnya,isi pelajaran IPS seringkali tidak konkret, sehingga tidak mudah bagi peserta didik untuk mengerti materi pembelajaran. Sebagai contoh misalnya materi “Semangat Kerja”. Materi “Semangat Kerja” memiliki dua Kompetensi Dasar. Yaitu, mengenal jenis-jenis pekerjaan dan memahami pentingnya semangat kerja. Mengenal jenis-jenis pekerjaan mudah dilakukan peserta didik karena peserta didik melihat langsung berbagai profesi yang ada di sekitarnya. Tetapi memaknai semangat kerja seperti pentingnya memiliki pengetahuan lebih dan tetap jujur dalam berwirausaha, telaten berkerja tengah malam sebagai perawat, dan tidak gentar karena panas terik matahari dan gagal panen bagi petani cukup sulit dimengerti. Peserta didik belum pernah memiliki profesi pekerjaan dan merasakan bekerja.

Oleh karena itu, membuat pelajaran IPS menjadi menarik wajib bagi guru, agar peserta didik dapat memahami materi pelajaran. Mencipta iklim kompetitif menjadi salah satu alternatif agar peserta didik bisa termotivasi untuk menjadi yang terbaik diantara teman sebaya dengan mempunyai pemahaman yang baik terhadap materi pelajaran IPS.

Baca juga:   Belajar Membuat Produk Kreatif dengan Media Video Tutorial

Mencipta iklim kompetitif dalam proses pembelajaran IPS bukan berarti bersikap individualis dan tidak menghiraukan lingkungan dalam hal ini adalah teman sebaya. Akan tetapi mencipta iklim kompetitif ini adalah menuntun peserta didik untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan belajar IPS secara optimal. Peserta  didik dibimbing untuk mempunyai daya juang yang kuat dalam belajar karena dalam setiap jerih payah dengan penuh kesungguhan akan menuai hasil yang memuaskan. Peserta didik bertanggung jawab terhadap diri dan dimotivasi untuk memperoleh hasil belajar IPS yang maksimal dan mampu bersaing dalam hal prestasi dengan teman sebaya.

Dengan adanya iklim kompetitif, maka peserta didik akan mendapatkan pengalaman langsung, sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan memproduksi kesan-kesan tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dengan demikian, peserta didik terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara holistik, bermakna, otentik, dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. Pengalaman belajar lebih menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. Kaitan konseptual yang dipelajari dengan sisi bidang kajian yang relevan akan membentuk skema (konsep), sehingga peserta didik akan memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan. Perolehan keutuhan belajar, pengetahuan, serta kebulatan pandangan tentang kehidupan dan dunia nyata hanya dapat direfleksikan melalui pembelajaran terpadu dengan iklim kompetitif.

Baca juga:   Menjadi Guru yang Disukai Peserta Didiknya

Dalam mencipta iklim kompetitif maka peserta didik diharapkan mampu mengembangkan aspek pengetahuan dan pengertian, aspek sikap dan nilai  serta aspek keterampilan pada diri peserta didik. Iklim kompetitif dalam proses pembelajaran membuat peserta didik berpartisipasi aktif dan berlomba-lomba memenuhi tujuan pembelajaran sesuai arahan guru.

Siap berkompetisi di masa mendatang. Semoga. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 1 Salatiga

Author

Populer

Lainnya