33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Ekskul Jurnalistik Picu Keterampilan Menulis Siswa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KETERAMPILAN menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sebagai wujud penguasaan siswa terhadap kemampuan berbahasa mereka. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian menulis. Saleh Abbas (2006:125), mengemukakan keterampilan menulis adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat dan perasaan kepada pihak lain melalui bahasa tulis. Sebenarnya tidak jauh berbeda antara keterampilan menulis dengan keterampilan berbicara, hanya medialah yang membedakan keduanya. Namun, kedua-duanya sama-sama menunjukkan kemampuan berbahasa seseorang.

Keterampilan berbahasa yang terdapat dalam mata pelajaran bahasa sangatlah berkaitan erat juga mendukung mata pelajaran yang lain. Keterampilan menyimak dan membaca yang baik akan melahirkan kemampuan berbicara dan menulis yang baik pula. Namun fenomena yang terjadi di kalangan siswa sekarang ini, banyak siswa kurang menguasai keterampilan berbahasa tersebut. Minat baca siswa sangat rendah sehingga pemerintah perlu menggalakkan program literasi. Demikian pula dengan kemampuan menyimak siswa sehingga muncullah siswa-siswa yang tidak hobi menulis karena keterbatasan kosa kata. Satu-satunya keterampilan yang mereka kuasai adalah keterampilan berbicara, dalam arti bicara ala kadarnya pada saat kosong jam pelajaran. Tentunya hal tersebut sangatlah memrihatinkan para pendidik.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan non pelajaran formal yang dilakukan peserta didik umumnya di luar jam belajar kurikulum standar. Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memiliki banyak fungsi, di antaranya fungsi pengembangan, fungsi sosial dan fungsi rekreatif. Biasanya para siswa akan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan hobi atau kesenangan mereka masing-masing. Kegiatan ekrakurikuler jurnalistik merupakan salah satu kegiatan yang mendukung mata pelajaran Bahasa Indonesia. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik, di antaranya yang pertama siswa akan memeroleh ilmu kepenulisan, yang kedua ketika seorang siswa telah mampu menulis berita akan dibaca oleh orang lain dan tentunya hal tersebut akan bermanfaat bagi orang banyak. Selain hal tersebut di atas, kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik akan melatih siswa berbaur dengan banyak orang dan banyak lagi manfaat yang dapat diperoleh siswa dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik.

Dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang dibimbing oleh seorang wartawan ataupun guru bahasa akan diajarkan bagaimana mereka mencatat peristiwa-peristiwa dan menuliskannya dalam bentuk berita. Kegiatan menulis yang semula hanya terjadi di dalam kelas dan dibatasi dengan jam pelajaran akan terasa membosankan. Berbeda dengan kegiatan ekstrakurikuler, dimana siswa boleh keluar kelas, berjalan-jalan, membawa kamera, memotret akan menjadi sebuah kegiatan yang lebih menyenangkan. Siswa lebih mampu mengekspresikan diri tanpa adanya tekanan batasan jam pelajaran dan mereka dapat meliput kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan hobi mereka masing-masing. Sesuatu yang bebas tanpa tekanan akan terasa lebih menyenangkan tentunya berita-berita yang mereka liput adalah berita-berita ringan seputar kegiatan mereka tanpa melanggar batasan moral dan etika.

Lalu bagaimana kita selaku pendamping ataupun pembimbing mengetahui ataupun menilai hasil liputan mereka? Ada satu wadah yang banyak diminati oleh siswa maupun manusia zaman now. Wadah tersebut tempat mengekspresikan diri mereka. Wadah tersebut disebut media sosial, sebut saja satu media sosial yang paling banyak digemari siswa juga orang dewasa, misalnya Facebook. Siswa yang tergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik yang telah meliput berita mereka dapat memposting hasil liputan mereka disertai foto kegiatan yang mereka liput. Sediakan halaman ataupun fanpage bagi mereka untuk mengekspos liputan-liputan mereka. Kegiatan ala wartawan kecil ini tentunya akan lebih menyenangkan bagi siswa-siswa.

Bermula dari rasa senang melakukan kegiatan, akan menumbuhkan semangat baru. Siswa yang semula ogah-ogahan melakukan kegiatan menulis dan cenderung mengantuk akan lebih semangat dalam menulis. (*/ida)

*) SMP Negeri 8 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

 Gelar Pameran Tematik dan Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pameran tematik serta penjualan dengan sistem online mulai banyak digelar oleh para pebisnis ritel elektronik. Hal tersebut seiring dengan pergeseran gaya...

PDIP dan Gerindra Minta Tunda Seleksi Perangkat Desa

DEMAK-DPC PDI Perjuangan dan DPC Partai Gerindra Kabupaten Demak meminta Pemkab Demak untuk menunda pelaksanaan seleksi perangkat desa. Penundaan diperlukan untuk menyelaraskan aturan yang...

Warangan – Ropoh Akhirnya Terhubung

WONOSOBO – Jalan tembus yang menghubungkan Desa Warangan dengan Desa Ropoh di Kecamatan Kepil sudah bisa diakses masyarakat. Kapolres Wonosobo AKBP Muhammad Ridwan didaulat...

Slup-slupan, Material Batu Asli Tiongkok

Bangunan baru Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Liong Hok Bio Kota Magelang kembali dibuka untuk umum, setelah bertahun-tahun lamanya direnovasi. AGUS HADIANTO, BONITA IKA UNTUK...

Tumbuhkan Rasa Cinta Kesenian Tradisional

KENDAL— Di era digital, kesenian tradisional kian ditinggalkan. Banyak anak yang lebih memilih bermain gadget. Sebagai usaha menguri-uri dan melestarikan kesenian tradisional di kalangan...

Bangun Positivisme di Tengah Masyarakat

RADARSEMARANG.COM - TIDAK mengherankan jika besarnya pinjaman luar negeri Indonesia mudah digoreng menjadi komoditas politik dan menimbulkan polemik berkepanjangan. Betapa tidak, karena orang memakai...