Berkreasi Membuat Piramida Makanan dari Styrofoam

spot_img

RADARSEMARANG.COM – GURU sudah pasti tahu cara mengajar yang baik kepada siswa-siswanya. Ketika guru berada di dalam kelas, guru mengambil kendali penuh dan bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang diberikan kepada siswa-siswanya. Penggunaan metode mengajar dapat dipilih guru dalam rangka mengurangi kebosanan dan monotonnya pembelajaran yang hanya mengandalkan metode ceramah. Sebagian guru masih ada yang mengajar menggunakan metode ceramah yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara siswa-siswanya hanya mendengarkan saja. Jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya guru akan memperhatikan siswa-siswanya seperti siswa yang paling pintar, paling cantik, paling sering bolos dan sebagainya. Predikat inilah yang bisa membuat guru mengenali satu persatu siswanya. Pembelajaran sekarang dituntut siswa harus aktif sehinga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik lagi.

Dalam rangka mengurangi kebosanan dan monotonnya pembelajaran, maka dalam mengajar guru IPA harus lebih kreatif supaya pembelajaran lebih menarik dan kelas bisa lebih hidup. Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata berpengaruh positif terhadap pemahaman siswa-siswa kita. Dengan melakukan variasi dalam mengajar maka siswa-siswa tidak merasa bosan dengan pengajaran yang guru berikan. Bila siswa-siswa tidak bosan dan senang, maka akan menambah semangat belajarnya. Semangat yang tinggi, akan berdampak peningkatan hasil belajar siswa. Guru IPA bisa menggunakan berbagai cara untuk menciptakan suasana kelas yang ideal seperti tadi. Salah satu cara yang digunakan adalah memberi tugas yang menyenangkan kepada siswa, misalnya membuat alat peraga pembelajaran. 

Baca juga:   Outdoor Learning, Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan Siswa

Alat peraga pembelajaran materi interaksi makhluk hidup adalah piramida makanan. Pembuatan model piramida makanan pada materi interaksi makhluk hidup menggunakan Styrofoam. Hal ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Belajar jadi lebih bersemangat karena siswa-siswa bisa berkreasi dengan ide-ide yang mereka miliki. Langkah yang dijalankan, diawali guru membentuk kelompok yang heterogen, terdiri 4 siswa. Setiap kelompok membagi tugas kepada setiap anggotanya. Kegiatan pembuatan model piramida, semua alat dan bahan diusahakan oleh setiap kelompok. Pembelajaran ini menjadi lebih asyik karena setiap siswa di dalam kelompoknya mempunyai tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Kerjasama, kreatifitas dan tanggung jawab di dalam kelompok mempunyai nilai tersendiri bagi guru. Setelah membuat piramida makanan dengan styrofoam setiap kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya. Guru bisa melakukan diskusi atau debat argument supaya siswa mau mengeluarkan pendapatnya. Pada kegiatan diskusi, siswa akan lebih aktif dan terjadi kompetitif antar kelompok. Memang tidak semua siswa akan bisa mengeluarkan pendapatnya dengan baik, beberapa siswa akan terkendala dengan komunikasi. Namun apapun pendapat siswa hargai dan berikan penghargaan apa yang siswa lontarkan.

Baca juga:   Mengubah Persepsi Siswa Terhadap Bimbingan Konseling melalui Layanan Informasi

Model pembelajaran ini tepat jika diterapkan pada kurikulum sekarang ini yaitu kurikulum 2013 yang memiliki empat aspek penilaian yaitu aspek pengetahuan, aspek ketrampilan, aspek sikap dan aspek perilaku. Keuntungan dari pembelajaran dengan penugasan membuat model piramida sangat banyak.  Selain materi pembelajaran yang guru berikan dapat mereka pahami, guru juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara mengeluarkan pendapatnya dan bisa menerima pendapat orang lain. Kreativitas siswa terasah, berusaha menghasilkan karya yang terbaik. Suasana kelas lebih dinamis, diskusi lebih hidup. Keuntungan lain, sekolah mempunyai alat peraga sebagai alat pembelajaran. Saat alat peraga disimpan di laboratorium, siswa yang membuatnya akan timbul rasa bangga dan percaya diri. Hal tersebut, secara tidak langsung, guru mampu mengembangkan talenta siswa – siswanya.

Mengajar bukan hanya memberikan materi pelajaran untuk siswa-siswa kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya tetapi harus memperhatikan kondisi siswa-siswanya. Setiap siswa memiliki talenta dan karakter yang berbeda yang bisa di gali dan dikembangkan sesuai karekter masing-masing. (igi1/aro)

Guru SMP Negeri 10 Salatiga

Author

Populer

Lainnya