33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

20 Ribu Pelanggan PDAM Masih Terganggu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Krisis air bersih yang terjadi di wilayah Semarang bagian timur terus dilakukan penanganan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Moedal Kota Semarang mengklaim saat ini telah berangsur normal.

Plt Direktur Utama PDAM Kota Semarang, M Farchan, mengatakan, pihaknya terus mencarikan solusi untuk menyuplai pasokan air baku untuk wilayah Semarang bagian timur. “Kami mengoptimalkan suplisi dari beberapa sungai di sekitar Kudu sebagai pasokan air baku,” katanya, kemarin.

Salah satunya mendapat pasokan air baku dari Kali Gubug kurang lebih 600 liter/detik dan suplisi dari Bendung Pucanggading kurang lebih 200 liter/detik. Sehingga pasokan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu sudah hampir mendekati angka normal, yakni 800 liter/detik. “Sudah ada peningkatan secara signifikan,” kata Farchan.

Ia mengakui, sebagian sungai di wilayah tersebut mulai kering akibat kemarau. Selain melakukan suplisi sungai, pihaknya melakukan pengiriman air bersih gratis menggunakan truk tangki untuk kebutuhan warga. “Jika pasokan air bersih masih dirasa kurang, kami akan melakukan pengeboran air bawah tanah,” ujarnya.

Menurut Farchan, krisis air bersih di wilayah timur Kota Semarang ini disebabkan adanya rehabilitasi saluran dari Klambu ke Kudu Semarang sepanjang 47 km. Sehingga hal itu mengakibatkan pasokan air berkurang cukup banyak. “Semula 1.000 liter/detik menjadi 700 liter/detik. Selain itu ada turbin yang rusak di PLTA Kedungombo milik PLN,” katanya.

Kendala itu membuatnya tidak bisa berbuat banyak, karena turbin tersebut merupakan kewenangan PLN. Sedangkan PLN sendiri menjanjikan perbaikan turbin selesai dalam kurun waktu dua bulan. Saluran sungai yang debitnya berkurang tersebut juga diambil untuk digunakan kebutuhan petani. “Hal ini mengakibatkan pasokan air yang masuk di Kudu relatif sedikit, bahkan cenderung habis,” ujarnya.

Namun dengan upaya melakukan suplisi dari beberapa sungai tersebut, lanjut Farchan, saat ini kondisinya mulai membaik. “Kurang lebih 40 ribu pelanggan dari total kurang lebih 60 ribu pelanggan sudah dapat teraliri air bersih. Sisanya, sekitar 20 ribu pelanggan terus kami pantau dengan diberikan pasokan air menggunakan truk tangki,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, mendesak agar PDAM Tirta Moedal melakukan evaluasi secara menyeluruh. Ini menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara konkrit. Apalagi saat ini memasuki musim kemarau. Jangan sampai fenomena kekeringan atau krisis air bersih meluas di sejumlah wilayah di Kota Semarang.

“Berdasarkan pengecekan yang kami lakukan di waduk receiver di Kudu, terdapat sedimentasi yang cukup parah. Seharusnya memiliki kedalaman 4 meter, saat ini hanya tersisa kurang lebih 2 meter akibat sedimentasi. Artinya, sangat minim perawatan,” ujarnya.

Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya instalasi yang minim perawatan dan pembenahan. Ini akan memicu gagalnya pelayanan. Minimnya ketersediaan air bersih di Kota Semarang menyebabkan terjadi krisis air bersih. “Jika tidak segera ditangani, tentunya kinerja jajaran PDAM Kota Semarang saat ini perlu dipertanyakan. Banyaknya aduan, keluhan yang disampaikan masyarakat sudah cukup bukti bahwa PDAM Kota Semarang diperlukan langkah konkrit untuk mengatasi persoalan tersebut,” katanya. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dibentuk Vas Bunga, Teko, hingga Tempat Tisu

Kreativitas bisa mendatangkan penghasilan. Setidaknya itu yang dilakukan Toni Yoga Pamungkas. Ia menyulap paralon atau pipa PVC bekas menjadi  aneka kerajinan tangan bernilai jual...

Polres Kendal Bedah Rumah Siti Zanah

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Tangis haru nampak pada raut wajah Siti Zanah, 52 warga Cepiring RT 05/RW 02, Kecamatan Cepiring. Maklum saja, rumah janda dua...

Tekankan Keamanan Berkendara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Astra Motor Jateng kembali menuai prestasi dalam kejuaraan bergengsi InnovAstra ke-34 yang diprakarsai PT Astra International Tbk sebagai holding dari 212...

Lazismu Serahkan Beasiswa Sahabat

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang memberikan bantuan kepada siswa beprestasi dan kurang mampu di MI Muhamadiyah...

Polisi Ajak Tukang Becak Bukber

PEKALONGAN-Aparat Polisi Polsek Pekalongan Timur, Polres Pekalongan Kota mengajak pengemudi angkutan roda tiga tradisional atau becak tersebut buka bersama (Bukber) di Mapolsek setempat, di Jalan...

Usir Roh Jahat dari Manusia

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Guyuran hujan tak menyurutkan semangat ratusan umat Hindu di Magelang Raya mengarak 2 patung raksasa ogoh-ogoh Ruk Muka dan Rukma Kala,...