31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam dengan Ceria

RADARSEMARANG.COM РILMU Pengetahuan Alam (IPA) merupakan ilmu yang disusun berdasarkan fakta dan fenomena alam di sekitar kita. Materi IPA di jenjang SMP/MTs sangat kompleks antara lain mengkaji tentang energi dan perubahannya, bumi antariksa, makhluk hidup dan proses kehidupan, serta materi dan sifatnya (Kemendikbud, 2013). Di dalam materi tersebut juga memuat konsep-konsep yang dihubungkan dengan bermacam-macam  rumus, sehingga banyak siswa mengalami kesulitan dalam belajar IPA.

Seiring berkembangnya waktu, pembelajaran IPA tidak hanya teori, kumpulan fakta dan konsep saja melainkan dapat dikembangkan melalui pendekatan saintifik (scientific approach). Pendekatan saintifik merupakan salah satu pengembangan dalam kurikulum 2013, yang mana sangat mengedepankan student oriented, guru tidak lagi sebagai pusat dalam kelas melainkan guru hanya sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran student oriented siswa dilatih untuk belajar aktif dengan cara memecahkan masalah sendiri, menemukan contoh-contoh, mencoba keterampilan-keterampilan baru dan menyelesaikan tugas-tugas pembelajaran yang harus dicapai.

Pendekatan saintifik dirancang agar peserta didik dapat secara aktif mengontruksi pengetahuan mereka dengan fakta dan konsep melalui tahapan-tahapan mengamati untuk menemukan atau mengidentifikasi masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan hasil yang diperoleh. Pendekatan saintifik sangat menekankan keterampilan proses, karena tidak hanya memandang hasil belajar siswa sebagai muara akhir, namun proses selama pembelajaran dipandang sangat penting. Disini siswa dapat belajar secara mandiri untuk merekonstruksi dan mengolaborasi pengetahuannya menjadi pemahaman yang lebih bermakna. Proses selama rekonstruksi dan kolaborasi pengetahuan tersebut dapat menumbuhkan kecerdasan-intelektualitas dan ketrampilan berbudaya pada diri siswa.

Menurut Jean Piaget, kecerdasan atau intelektualitas adalah seluruh kemampuan berfikir dan bertindak secara adaptif termasuk kemampuan mental yang kompleks seperti berfikir, mempertimbangkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan menyelesaikan persoalan-persoalan. Di dalam pendekatan saintifik, selain memunculkan kecerdasan-intelektual juga dapat memunculkan sikap berbudaya. Hal ini sejalan dengan perancangan pembelajaran berbudaya Dirjen Dikti (2004). Budaya menjadi metode bagi siswa untuk mentransformasikan hasil observasi mereka ke dalam bentuk-bentuk dan prinsip-prinsip yang kreatif tentang alam. Siswa bukan sekedar meniru atau menerima informasi, tetapi berperan sebagai penciptaan makna, pemahaman dan arti dari informasi yang diperolehnya. Dari berbagai uraian di atas, CERIA (cerdas, intelek dan berbudaya) selalu mengiringi pembelajaran IPA menggunakan pendekatan saintifik.

Pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari konsep dan fakta di alam sekitar mereka sehingga dapat menumbuhkan karakter siswa yang cerdas, intelek dan berbudaya. (*/ida)

*) Guru IPA SMP Negeri 4 Salatiga

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here