28 C
Semarang
Sabtu, 12 Juni 2021

20 Ribu Pelanggan PDAM Masih Terganggu

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Krisis air bersih yang terjadi di wilayah Semarang bagian timur terus dilakukan penanganan. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirto Moedal Kota Semarang mengklaim saat ini telah berangsur normal.

Plt Direktur Utama PDAM Kota Semarang, M Farchan, mengatakan, pihaknya terus mencarikan solusi untuk menyuplai pasokan air baku untuk wilayah Semarang bagian timur. “Kami mengoptimalkan suplisi dari beberapa sungai di sekitar Kudu sebagai pasokan air baku,” katanya, kemarin.

Salah satunya mendapat pasokan air baku dari Kali Gubug kurang lebih 600 liter/detik dan suplisi dari Bendung Pucanggading kurang lebih 200 liter/detik. Sehingga pasokan air baku di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kudu sudah hampir mendekati angka normal, yakni 800 liter/detik. “Sudah ada peningkatan secara signifikan,” kata Farchan.

Ia mengakui, sebagian sungai di wilayah tersebut mulai kering akibat kemarau. Selain melakukan suplisi sungai, pihaknya melakukan pengiriman air bersih gratis menggunakan truk tangki untuk kebutuhan warga. “Jika pasokan air bersih masih dirasa kurang, kami akan melakukan pengeboran air bawah tanah,” ujarnya.

Menurut Farchan, krisis air bersih di wilayah timur Kota Semarang ini disebabkan adanya rehabilitasi saluran dari Klambu ke Kudu Semarang sepanjang 47 km. Sehingga hal itu mengakibatkan pasokan air berkurang cukup banyak. “Semula 1.000 liter/detik menjadi 700 liter/detik. Selain itu ada turbin yang rusak di PLTA Kedungombo milik PLN,” katanya.

Kendala itu membuatnya tidak bisa berbuat banyak, karena turbin tersebut merupakan kewenangan PLN. Sedangkan PLN sendiri menjanjikan perbaikan turbin selesai dalam kurun waktu dua bulan. Saluran sungai yang debitnya berkurang tersebut juga diambil untuk digunakan kebutuhan petani. “Hal ini mengakibatkan pasokan air yang masuk di Kudu relatif sedikit, bahkan cenderung habis,” ujarnya.

Namun dengan upaya melakukan suplisi dari beberapa sungai tersebut, lanjut Farchan, saat ini kondisinya mulai membaik. “Kurang lebih 40 ribu pelanggan dari total kurang lebih 60 ribu pelanggan sudah dapat teraliri air bersih. Sisanya, sekitar 20 ribu pelanggan terus kami pantau dengan diberikan pasokan air menggunakan truk tangki,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Joko Santoso, mendesak agar PDAM Tirta Moedal melakukan evaluasi secara menyeluruh. Ini menjadi masalah serius apabila tidak ditangani secara konkrit. Apalagi saat ini memasuki musim kemarau. Jangan sampai fenomena kekeringan atau krisis air bersih meluas di sejumlah wilayah di Kota Semarang.

“Berdasarkan pengecekan yang kami lakukan di waduk receiver di Kudu, terdapat sedimentasi yang cukup parah. Seharusnya memiliki kedalaman 4 meter, saat ini hanya tersisa kurang lebih 2 meter akibat sedimentasi. Artinya, sangat minim perawatan,” ujarnya.

Ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Salah satunya instalasi yang minim perawatan dan pembenahan. Ini akan memicu gagalnya pelayanan. Minimnya ketersediaan air bersih di Kota Semarang menyebabkan terjadi krisis air bersih. “Jika tidak segera ditangani, tentunya kinerja jajaran PDAM Kota Semarang saat ini perlu dipertanyakan. Banyaknya aduan, keluhan yang disampaikan masyarakat sudah cukup bukti bahwa PDAM Kota Semarang diperlukan langkah konkrit untuk mengatasi persoalan tersebut,” katanya. (amu/aro)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here