33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Kepala Division Rematologi RSUP Dr Kariadi Semarang

dr Bantar Suntoko Sp PD K-R FINASIM

RADARSEMARANG.COM – PENYAKIT Lupus merupakan penyakit pada sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini  bersifat autoimun. Sifat ini, membuat tubuh memproduksi antibodi berlebih. Tidak hanya untuk menyerang virus dan penyakit, anti bodi ini justru menyerang diri sendiri hingga menyebabkan kerusakan jaringan.

”Penyakit ini juga bersifat sistemik yang artinya menyebar luas ke berbagai organ tubuh. Gejala yang timbul adalah penderita akan cepat lelah, demam berkepanjangan, penurunan berat badan secara drastis,” jelas Kepala division Rematologi RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Bantar Suntoko Sp PD K-R FINASIM.

Gelaja lain akan disesuaikan dengan organ yang diserang. Misal kulit, maka akan timbul kemerahan pada kulit hingga membuat rambut mudah rontok sampai pada kebotakan. Selain kulit, penyakit ini juga menyerang organ lain seperti jantung, paru-paru, tulang, darah, saluran cerna, ginjal.

”Bisa juga di saraf pusat. Kalau menyerang di sentral, penderita bisa sampai kejang-kejang dan teriak-teriak. Atau bisa juga menyerang otak yang kemudian menyebabkan depresi dan bingung,” ujarnya.

Dampak panjang dari penyakit ini bisa menyebabkan kesakitan luar biasa. Lebih jauh, penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian. ”Penyakit ini berlangsung lama. Kadang-kadang akan kumat, kadang hilang,” terangnya.

Penyakit ini, dijelaskan dr Bantar, rentan menyerang perempuan usia muda antara 20-30 tahun atau pada usia subur. Meski demikian, penyakit Lupus juga bisa menyerang laki-laki.

Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab secara pasti penyakit ini. Kebanyakan, adalah karena faktor genetik. Namun juga dapat dipicu oleh faktor lingkungan, seperti paparan sinar matahari, obat-obatan, hormonal dan infeksi virus.

Karena bersifat genetik, bisa jadi orang yang menderita penyakit ini akan menurunkan kepada anaknya. Upaya yang dapat dilakukan adalah sesegera mungkin melakukan deteksi dini pada penyakit ini. Jika memang terkena, maka disarankan menjaga kesehatan dengan didampingi dokter. ”Sementara kalau belum ada, bisa menjaga tubuh dengan pola hidup sehat,” ujarnya.

Akan tetapi, lanjutnya, kadang-kadang penyakit ini tidak mudah terlihat karena berlangsung lama. Bahkan hingga puluhan tahun pasien sudah memiliki penyakit ini, namun tidak terlihat gejala-gejalanya. Untuk kasus seperti ini, pasien disarankan untuk selalu kontrol secara rutin dan mengonsumsi obat sesuai yang dianjurkan dokter. ”Namun, karena ini penyakit kadang muncul dan kadang hilang, ada juga pasien yang tidak minum obat,” ujarnya. (bis/sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Proyek Penanggulangan Rob Mulai Dilelang

KAJEN-Proyek pembangunan penanganan bencana rob di Kabupaten Pekalongan, senilai Rp 370 miliar bantuan APBN tahun 2017, minggu depan, memasuki tahap pelelangan. Rencananya proyek pembangunan...

108.445 Botol Miras Dimusnahkan

SEMARANG – Sebanyak 108.445 botol minuman keras (miras) berbagai merek dimusnahkan di halaman Mapolda Jateng, Sabtu (27/5). Minuman haram itu merupakan barang bukti hasil...

Jangan Takut Beli Ikat Pinggang

Oleh: Dahlan Iskan Beredar luas. Di kalangan pengusaha. Lewat media sosial. Isinya: tawaran ikat pinggang. Ekonomi lagi sulit. Dan masih akan sulit. Rupiah terus melemah. Inflasi...

Debat Normatif

Oleh: Dahlan Iskan Sudah begitu jelasnya moderator menuntun: agar di sesi penutup masing-masing paslon cooling down. Dengan cara menyampaikan yang sejuk-sejuk. Dan saling memberi apresiasi. Padahal...

Mahasiswa Asing Diajak Beraktivitas di Desa

MAGELANG - Dua kampus negeri di Jawa Tengah, Universitas Tidar (Untidar) Magelang dan Universitas Negeri Semarang (Unnes) bakal berkolaborasi dengan menggelar Borobudur Cultural Language...

Kapolda Instruksikan Razia Orgil

“Kita amankan. Takutnya nanti dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggung jawab," Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah akan...